Kembali Buka Sekolah di Luar Negeri, Kini Sekolah Muhammadiyah Resmi Buka di Australia

Kembali Buka Sekolah di Luar Negeri, Kini Sekolah Muhammadiyah Resmi Buka di Australia
info gambar utama

Dirintis sejak tahun 2017, akhirnya Muhammadiyah Australia College (MAC) mendapat izin operasional dari Pemerintah Australia yang dikeluarkan oleh Victorian Registration and Qualifications Authority (VRQA) Department Education Victoria pada 21 Desember 2021.

Sesuai izin yang diterbitkan oleh VRQA Department Education Victoria, MAC yang berlokasi di 1-3 Killarney Drive, Melton, Victoria ini adalah sekolah dengan jenis Primary/Co-educational, yaitu sekolah dari jenjang taman kanak-kanak sampai sekolah dasar. Maka keberadaan MAC adalah jawaban yang dibutuhkan oleh WNI diaspora di Australia.

Ketua Pimpinan Muhammadiyah Dahlan Rais mengatakan bahwa pendirian MAC sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak WNI diharapkan bisa memperkuat keindonesiaan anak-anak di sana.

Selain itu, yang akan didapatkan oleh anak-anak ketika belajar di MAC adalah belajar dua budaya sekaligus yaitu budaya Indonesia dan budaya Barat. Artinya, penanaman keindonesiaan yang kuat sekaligus kemajuan Barat akan didapatkan di sana.

Dilaporkan oleh Detikcom, Pendirian MAC merupakan mandat dari Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar kepada PP Muhammadiyah dalam melaksanakan dan mengembangkan program "Internasionalisasi Muhammadiyah".

Tidak mudah mendirikan sekolah di Australia. Pada bulan Desember 2017, PP Muhammadiyah membeli lahan seluas 10 Ha di 585 Belgrave Hallam Road, Narre Warren East VIC 3804 Melbourne. Pembelian tanah ini merupakan tonggak awal proses menggagas dan persiapan mendirikan MAC yang menjadi Pusat Gerakan Komunitas PCIM Australia.

Akan tetapi setelah mengajukan izin, mengalami beberapa ganjalan dan disimpulkan tidak memungkinkan pendirian di sana.

Muhammadiyah kembali membeli lahan seluas lebih dari satu hektar yang berlokasi di 1-3 Killarney Drive, Melton, Victoria, Australia 3337 pada bulan November 2020. PCIM Australia kemudian memproses izin registrasi MAC ke VRQA Department Education Victoria Australia.

Setelah melalui proses perizinan yang sangat kompleks, MAC kemudian mendapat izin resmi dari VRQA Department Education Victoria.

Dahlan Rais menambahkan bahwa dalam beberapa kali melakukan kunjungan ke Australia, sering ditanya mengapa tidak mendirikan sekolah di sana.

Jadi, sebagian masyarakat Australia dan Asia Tenggara khusus masyarakat Indonesia di sana yang jumlahnya semakin besar dan banyak, mereka menginginkan anak-anaknya memperoleh pendidikan sesuai yang diharapkan.

Ia menambahkan, masyarakat Indonesia yang telah memiliki status sebagai permanent resident di Australia, dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S3, biasanya mereka sudah berkeluarga dan membawa anak. Umumnya mereka mengalami kesulitan untuk memperoleh pendidikan seperti yang diharapkan.

"Mengapa mereka mendorong Muhammadiyah (mendirikan sekolah), karena mereka memang mengenal Muhammadiyah yang memiliki kekuatan dan pengalaman panjang pada bidang pendidikan, karena itulah setiap kali ke sana pimpinan Muhammadiyah siapapun hampir pasti saya yakin muncul desakan (agar mendirikan sekolah) ini," ujarnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2021 Muhammadiyah juga resmi mendirikan kampus Indonesia pertama di luar negeri, yakni Universiti Muhammadiyah Malaysia (Umam) yang berlokasi di Selangor, Malaysia.

Kampus ini menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ke-164 yang didirikan oleh Muhammadiyah, sekaligus PTM pertama yang dibangun di luar negeri.

Sumber: Republika | Muhammadiyah | detikcom

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini