Kenalan dengan Komunitas Kamera Analog, Penyuka Barang Antik dan Fotografi

Kenalan dengan Komunitas Kamera Analog, Penyuka Barang Antik dan Fotografi
info gambar utama

Pastinya banyak di antara kamu yang menyukai fotografi. Kegiatan untuk mengabadikan beragam momen penting dan menarik ini banyak digemari. Selain untuk menyimpan kenangan yang telah diciptakan, hasil karya fotografi juga memiliki nilai seni dan harga yang tinggi.

Tanpa terkecuali medium yang digunakan untuk melakukan fotografi tersebut. Berbagai macam jenis kamera kini sudah hadir, dengan kualitas dan spesifikasi yang berbeda-beda. Namun, di antara jenis-jenis kamera terbaru, sebagian orang tetap memilih model kamera lama yang sudah digunakan sejak bertahun-tahun ke belakang.

Kamera antik ini disebut juga sebagai kamera analog. Kini, kamera analog banyak penggemarnya, terkhusus anak muda. Tidak heran, permintaan kamera yang tergolong jadul ini meningkat dan berakhir dengan harga jual yang semakin tinggi.

Tidak kalah dengan kamera digital di masa kini, kamera analog yang sudah ada sejak tahun 1990-an tetap bertahan. Namun, kamera ini memang kembali menjadi tren beberapa tahun silam, terhitung sejak tahun 2017. Sama seperti piringan hitam atau vinyl, kamera analog menjadi barang antik yang tetap digemari bahkan menjadi tren sampai detik ini.

Kamera analog memiliki ciri khas tersendiri. Pengguna kamera analog tentunya paham rasanya menunggu hasil foto ketika dicuci. Hal ini disebabkan fotografer tidak dapat melihat hasil gambar di kamera analognya sebelum dicuci, pastinya mendebarkan, bukan?

Bahkan, di masa yang semakin modern ini dengan banyaknya produk smartphone yang sudah dilengkapi dengan kualitas kamera yang paling bagus sekalipun, eksistensi kamera analog semakin terasa dengan adanya komunitas pecinta analog.

Photo Walk Ramean, komunitas kamera analog

Fotografer © Blibli
info gambar

Jika kamu merupakan pecinta kamera analog dan tertarik untuk berkumpul dan memotret momen menarik, maka kamu dapat bergabung ke komunitasnya. Komunitas yang satu ini juga terbentuk dan terjalin atas kebersamaan anggotanya. Komunitas ini bernama Photo Walk Ramean.

Komunitas ini terbentuk pada tahun 2018, ketika Andry Dilindra, selaku pendiri Photo Walk Ramean membuat konten tentang kamera analog di Youtube dan mendapatkan respon yang positif.

Akhirnya terbentuk komunitas untuk berburu foto bersama dengan kamera analog yang pertama kali dilaksanakan di sekitar Jakarta. Mereka mengunjungi berbagai spot hits dengan ‘jalan-jalan bersama’, yang membuat komunitas ini dinamakan ‘Photo Walk Ramean’.

Dari Jakarta, mereka kemudian menggelar hunting foto bersama lagi yang dilaksanakan di Bogor kemudian Tangerang. Mereka tidak sendiri, karena terkadang Photo Walk Ramean juga mengundang komunitas analog lainnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Selain itu, dari jalinan komunitas yang kamu ikuti, kamu dapat memperluas koneksi.

Beberapa kali Photo Walk Ramean juga mengundang narasumber dari komunitas, fotografer, ataupun pemilik jasa cuci film untuk memberikan edukasi terkait dengan bidang-bidang yang bersangkutan kepada pecinta kamera analog. Komunitas ini juga sering mengadakan giveaway tanpa memungut biaya dari siapapun. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik komunitas tersendiri.

Tentunya komunitas Photo Walk Ramean tidak selalu menghadapi jalan yang mulus. Awal mula komunitas ini terbentuk, anggota yang bergabung tidaklah banyak. Namun, seiring berjalannya waktu, antusiasme pecinta analog kian membesar yang dibuktikan dengan semakin banyaknya peserta yang ikut kegiatan berburu foto.

Photo Walk Ramean berharap, dengan kebangkitan tren kedepannya tetap dapat membuat eksis kamera digital dan analog. Tren kamera analog harus dibarengi dengan kemauan untuk mempelajari kamera itu sendiri.

Bukan hanya sekadar jatuh cinta dan ikut-ikutan. Hal ini dikarenakan barang antik seperti kamera analog membutuhkan perawatan yang ekstra dan memiliki karakter film yang berbeda-beda.

Untuk kamu yang datang ke kegiatan komunitas ini paling pagi dengan jarak rumah dan lokasi yang paling jauh akan diberikan film secara cuma-cuma. Menarik, bukan? Yuk, ikuti keseruan Photo Walk Ramean dengan berburu foto di hari Sabtu dan Minggu.

Referensi: ISI | Liputan6 | IDNTimes

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini