Ilmu Cenning Rara, Mantra Pemikat Lawan Jenis Warisan Leluhur Bugis

Ilmu Cenning Rara, Mantra Pemikat Lawan Jenis Warisan Leluhur Bugis
info gambar utama

Mencari pasangan hidup memang bukan perkara mudah. Kata orang, susah-susah gampang. Beragam taktik harus dimainkan, beragam cara perlu dilakukan untuk mendapatkan sang belahan jiwa. Satu di antaranya dengan cenning rara.

Cenning rara merupakan mantra warisan leluhur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang merupakan wujud ideal dari kebudayaan. Cenning rara bagi masyarakat Bugis-Makassar diartikan sebagai “wajah yang manis”.

Mantra tersebut identik sebagai baca-baca untuk menggaet pasangan atau untuk membuat seseorang senantiasa awet muda. Wanita Bugis percaya mereka telah mengantongi warisan leluhur yang membuat penampilannya menarik.

Cenning rara merupakan prosesi untuk mengeluarkan aura dalam diri, sehingga telah menjadi sebuah kepercayaan bahwa dengan menggunakan mantra ini akan mempermudah jodoh datang.

Cenning rara sendiri berasal dari kata cenning yang berarti manis dan cendra atau cendrara yang berarti bulan atau matahari yang hakekatnya adalah cahaya. Apalagi bulan dalam konteks masyarakat Bugis merupakan puncak keindahan alam.

Gelar Perempuan di Balik Tingginya Uang Panai Suku Bugis, Ada yang Sampai Miliaran Rupiah!

“Maka, manis dari keduanya tak lain dimaksudkan untuk membuat diri dan penampilan kian bercahaya seperti bulan dan matahari bagi anak perawan,” tulis Hasnitasari dalam skripsi berjudul Cenning Rara: Mantra Dan Doa Masyarakat Bugis.

Cenning rara ini biasanya dilakukan dengan media minyak kelapa yang ditanak, telur yang direbus, atau beras yang dijadikan bedak. Dalam perjalanannya, cenning rara pun terkoptasi oleh nilai-nilai Islam yang mengubah dalam pengadaan media dan mantra.

Beberapa contoh mantra dari cenning rara yang biasa dipakai atau dibaca dengan menggunakan media air saat akan mandi atau akan membasuh muka, tujuannya agar si gadis dapat terlihat cantik, seperti berikut:

Uwaae Pole Mekkah
Jenne’ pole suruga
Upatoppoang ri rupaku
Mattappa keteng seppuloeppa

artinya:

Air dari Mekkah
Air wudu dari surga
Kubasuh di mukaku
Secerah bulan purnama

Tetapi proses baca mantra pada umumnya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh si pembaca. Mulai dari kebersihan jasmani-rohani sampai ritual dengan tata cara tertentu. Walau banyak orang Bugis-Makassar yang menggap proses ini tak pantas.

Definisi cenning rara

Baca-baca dalam bahasa Bugis-Makassar disebut doang/paddoangngang. Istilah ini kerap merujuk kepada doa yang digunakan untuk satu tujuan tertentu yang biasanya disertai dengan syarat.

Pada kebudayaan Sulsel, warisan paddoangngang dalam bentuk mantra atau doa-doa digunakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Cenning rara misalnya yang dalam khasanah kebudayan masyarakat Bugis digunakan untuk memikat lawan jenis.

Doa yang digunakan tentunya memiliki makna yang terikat pada hubungan cinta dan kasih sayang. Bacaan mantra ini diwariskan melalui leluhur orang Bugis-Makassar, walau kekuatan mantranya bisa berbeda-beda pada tiap orang.

“Sebabnya, cara kerja mantra yang hendak masuk pada ranah psikis seseorang, jiwa akan mengenalinya sebagai getaran asing. Maka yang dilakukan psikis seseorang pun sama dengan tubuh. Yakni menolak dan melawannya,” tutur Hasnitasari.

Tradisi Mappalili, Bentuk Doa Masyarakat Labakkang

Menurut Hasnita, bila psikis seseorang itu kuat, pengaruh mantra dapat ditolak untuk kemudian digagalkan. Tetapi bila, psikis orangnya lemah, akan terjadi hal sebaliknya yaitu dia akan menerima tujuan mantra cenning rara.

Kata-kata memang dipercaya memiliki kekuatan. Bila kata-kata dibaca dengan baik maka akan memengaruhi jiwa sang pembaca yang pada gilirannya akan memengaruhi jiwa target.

Susunan kata mantra cenning rara berunsur puisi, seperti rima dan irama yang dianggap mengandung kekuatan gaib. Biasanya akan diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.

Lebih jauh, mantra ini akan bekerja jika lima unsur material (jasmani) dan metafisik penggerak cinta yang dimiliki manusia, tepat mengena unsur dominan dalam jiwa. Sebab semua orang memiliki unsur dominan, seperti watak, naluri, rasio, nafsu dan emosi.

Biasanya mantra cenning rara digunakan oleh pria. Apabila dia sangat menyukai seorang gadis namun cintanya ditolak. Apalagi jika dipermalukan oleh seorang gadis, sehingga segala hal bisa dilakukan.

Cenning rara juga bisa dilakukan sendiri seperti saat berpakaian dan berdandan. Mulai saat meminyaki rambut dengan minyak kelapa. Saat menggunakan baju dan celana atau ketika becermin keluar rumah.

Cenning rara tidak selalu berhasil?

Hamid Syamsuddin dalam Kumpulan Sarikata Peribahasa Pantun dan Puisi menjelaskan mantra adalah ucapan atau lafal yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Biasanya digunakan oleh dukun untuk mengobati pasien dari penyakitnya atau membuat orang lain celaka.

Mantra berasal dari ajaran Hindu tetapi memiliki pengaruh terhadap umat Islam di Indonesia. Pengaruhnya bukan hanya pada zaman dahulu saja, tetapi kini juga masih dilihat dalam praktik keseharian.

Ada umat Islam yang memilih mantra sebagai doa dengan tujuan khusus dan aneh, misalnya ingin bisa terbang (ilmu halimun), terlebih mantra ilmu asihan (pemikat cinta/pelet). Ilmu yang disebut terakhir ini banyak peminatnya terutama anak muda.

“Mereka menganggap dengan ilmu tersebut orang menjadi terpikat atau tergila-gila,” jelasnya.

Tak Hanya Laki-laki dan Perempuan, Ternyata Ada Suku di Indonesia yang Punya 5 Gender

Ilmu pengasihan, termasuk cenning rara bekerja dengan cara mendekatkan jiwa pengguna dengan targetnya sehingga gadis yang awalnya tidak suka menjadi suka, tertarik, dan membalas cintanya.

Bisa jadi seseorang menggunakan cenning rara ini berhasil, namun pada orang lain justru tidak berhasil, padahal mantranya sama. Berikut beberapa hal yang menyebabkan keberhasilan mantra cenning rara:

1. Keyakinan

Tujuan apapun yang hendak dicapai pada kondisi tidak yakin mencapainya akan mengurangi bahkan menggagalkan usaha. Keyakinan juga berarti mensugesti diri agar bisa mencapai tujuan.

2. Transfer

Saat sang guru mengajarkan ke muridnya (terutama Cenning rara) bukan hanya teks dan gerakan yang diajarkan. Namun juga transfer "berkahnya" sebagai kunci untuk mengaktivasi Cenning rara tersebut. Transfer bisa melalui tatapan mata, sentuhan tangan guru ke murid, atau gelombang suara tanpa disadari sang murid.

3. Kondisi Sang Gadis

Nah ini penting. Berhubung ilmu pengasihan terutama Cenning rara bekerja di wilayah metafisik manusia, tentu variabel yang memengaruhi adalah kondisi si gadis sebagai target. Jika jiwanya lemah, maka akan mudah bagi Cenning rara untuk bekerja. Tetapi jika jiwa sang gadis kuat Cenning rara ini tidak mempan baginya.

4. Usaha

Gerakan yang dilakukan saat membaca teks mantra Cenning rara (meminyaki rambut, bercermin, memasang baju dan seterusnya) adalah usaha-usaha atau gerakan yang mensinergiskan dengan teks mantra tersebut.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini