Ungkapkan Perasaan Terpendam Lewat The Unsent Project

Ungkapkan Perasaan Terpendam Lewat The Unsent Project
info gambar utama

Perkembangan teknologi menghasilkan berbagai inovasi yang memudahkan kehidupan manusia, salah satunya kemudahan dalam berkomunikasi. Saat ini, kita dapat dengan mudah menjumpai berbagai sarana komunikasi yang menawarkan fitur-fitur modern. Salah satunya The Unsent Project.

Akan tetapi, tidak peduli secanggih apapun sebuah teknologi, komunikasi setidaknya membutuhkan dua individu. Apa yang terjadi bila seseorang masih ingin menyampaikan sesuatu kepada seseorang yang sudah berlalu?

Masalah itu yang coba dijawab oleh The Unsent Project. Situs ini menjadi salah satu wadah bagi orang-orang yang ingin menyampaikan pesan singkat, kepada cinta pertama mereka setelah sebuah perpisahan. Hal ini sesuai dengan tagline dari situs ini sendiri, yaitu “A Collection of Unsent Text Messages to First Loves.”

Tujuan didirikannya The Unsent Project

The Unsent Project sebagai wadah mengirim pesan anonim | Foto: @rorablue/Instagram
info gambar

Rora Blue, seorang blogger asal California yang menginisiasi tren ini, mendirikan The Unsent Project pada tahun 2015. Dalam wawancaranya dengan Teen Vogue, ia menjelaskan keinginannya untuk menjadikan The Unsent Project sebagai tempat untuk menghubungkan orang-orang yang dapat mengekspresikan diri mereka secara anonim. 

Lebih lanjut, Blue menuliskan sebuah opini dalam blog pribadinya bahwa beberapa perasaan terkadang terlalu besar untuk dijelaskan sehingga ia hanya bisa dideskripsikan sebagai sebuah warna. Itulah mengapa, melalui The Unsent Project ia juga memiliki tujuan untuk mengidentifikasi warna apakah yang paling sering orang asosiasikan dengan perasaan cinta.

Sebagai sarana identifikasi, siapapun yang hendak menuliskan pesan di situs tersebut harus memilih sebuah warna latar belakang terlebih dulu. Hasilnya, Blue mengaku terkejut dan senang saat mengetahui bahwa orang-orang mengasosiasikan cinta dalam berbagai spektrum warna.

The Unsent Project populer di berbagai negara

Ten Square Singapura | Foto: @theunsentproject/Instagram
info gambar

Hal-hal mengenai perasaan memang selalu menarik perhatian. Mungkin itu sebabnya situs ini begitu populer, tak hanya di negara asalnya diciptakan, tetapi di banyak negara lain. Di Singapura, pesan-pesan dari The Unsent Project sempat ditampilkan di display gedung Ten Square saat perayaan hari Valentine lalu.

Tak mau kalah, melalui berbagai platform sosial media khususnya TikTok, demam The Unsent Project turut terjadi di Indonesia. Selain antusias untuk mengirim pesan, para remaja yang turut memviralkan situs ini juga didorong oleh rasa penasaran untuk mengetikkan nama mereka di kolom pencarian dan melihat pesan-pesan apa saja yang disampaikan.

Seorang pengguna TikTok dengan nama akun @zaziell mengunggah video reaksi dirinya yang terharu saat membaca pesan-pesan atas nama dirinya yang diunggah di situs The Unsent Project.

Ia mengatakan bahwa meskipun pesan-pesan tersebut tidak benar-benar ditujukan untuknya, ia menjadi teringat akan seseorang karena isi pesan yang ia baca memiliki makna yang sama dengan apa yang ia alami.

Layanan The Unsent Project tengah dihentikan sementara

Layanan tengah dihentikan | Foto: @theunsentproject/Instagram
info gambar

Meski memiliki animo yang tinggi dari pengguna internet, pihak The Unsent Project saat ini tengah menghentikan sementara fitur submit pesan. Hal ini terjadi karena banyaknya pengirim yang melanggar ketentuan seperti mengirim pesan dengan kata-kata yang menyinggung.

Namun jangan khawatir, bila Goodmates ingin turut berpartisipasi dalam mengirim pesan, penghentian fitur submission akan berakhir saat konten-konten yang melanggar ketentuan tersebut dihapus dan filterisasi konten lebih diperluas.

Keberadaan The Unsent Project yang mengundang antusiasme banyak orang, menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran signifikan dalam membentuk sebuah fenomena sosial yang menarik.

Banyaknya jumlah pesan yang dikirim dengan isi yang beragam dapat dimaknai bahwa meskipun teknologi terus berkembang, beberapa hal tetap tidak berubah. Termasuk ketidakmampuan untuk menyampaikan beberapa perasaan yang tertinggal secara langsung setelah sebuah perpisahan. Maka, The Unsent Project bisa jadi wadah untuk ungkapkan perasaan.

Referensi: Teen Vogue | Rora Blue | The Huffington Post UK

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini