5 Metode Mencatat Supaya Catatan Kamu Mudah Dipelajari

5 Metode Mencatat Supaya Catatan Kamu Mudah Dipelajari
info gambar utama

Belajar merupakan salah satu kewajiban kita pada saat menempuh pendidikan. Setiap orang tentu memiliki metode masing-masing dalam hal apapun termasuk belajar. Termasuk dalam metode mencatat, tugas penting saat sedang belajar.

Sebagai murid atau mahasiswa, pasti kita tidak jauh dari yang namanya mencatat. Mencatat sangat berguna bagi kita untuk mengingat dan memahami materi yang sedang kita pelajari.

Namun, pernahkah kamu merasa bahwa catatan yang kamu tulis atau kamu susun terlihat kurang rapi? Hal ini bisa membuat catatan kamu tentunya sulit dipahami, lo.

Berikut ini Goodside memberikan beberapa metode mencatat yang bisa kamu terapkan. Tujuannya agar catatan kamu terlihat lebih rapi dan mudah dimengerti.

1. Metode mind map

Metode mind map | Foto: Mind Meister
info gambar

Secara harfiah, mind map berarti peta pikiran. Seperti peta secara umum, metode ini mengadaptasi konsep peta yang memiliki titik-titik penghubung antara satu tempat dengan lainnya.

Bagi kamu yang sedang bingung dalam mempelajari materi dengan pembahasan yang luas dan kompleks, metode ini mungkin cocok untuk kamu terapkan. Pengerjaan mind map juga tergolong singkat sehingga tidak membuat kamu ketinggalan materi yang sedang dijelaskan.

Mind mapping juga cocok bagi kamu yang menerapkan metode belajar visual atau kamu yang kesulitan memahami teks. Selain itu, metode mind mapping juga berguna untuk melihat keterkaitan antara satu topik dengan topik lainnya.

Inti dari metode ini adalah untuk menghubungkan satu konsep besar dengan berbagai sub topik yang ada di dalamnya. Kamu juga dapat menambahkan intisari dari sub topik tersebut dalam bentuk points.

Cara membuat mind map adalah dengan memulai menulis judul topik utama di bagian tengah mind map. Kemudian, buatlah cabang-cabang dengan menggunakan garis atau panah untuk merujuk ke sub topik yang dibahas dalam topik utama.

2. Metode outline

Metode outline | Foto: Google Sites
info gambar

Metode ini cocok bagi kamu yang ingin mempelajari topik yang terstruktur atau berhubungan satu sama lain. Metode ini memanfaatkan prinsip hierarki dalam penggunaannya.

Metode outline dilakukan dengan cara memilih beberapa poin yang menjadi garis besar dari topik yang dibahas. Poin tersebut kemudian akan diberikan informasi tambahan. Informasi atau fakta yang akan dikemas dalam metode outline akan disajikan atau ditulis, menggunakan bullet points supaya struktur topik menjadi lebih jelas.

3. Metode charting

Metode charting | Foto: Learnhub
info gambar

Bagi kamu yang memiliki waktu lebih, kamu bisa menerapkan metode charting. Dengan menggunakan tabel, kamu dapat menggunakan metode ini untuk menyerap informasi atau fakta yang relevan.

Cara penerapannya adalah dengan membuat sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom. Setiap kolomnya, akan diisi dengan sub topik beserta poin-poin penting yang ingin kamu ingat di setiap sub topik tersebut. Metode charting akan bermanfaat bagi kamu yang hanya ingin mempelajari informasi penting dari sebuah sub topik.

4. Metode boxing

Metode boxing | Foto: Medium
info gambar

Metode ini akan sangat membantu kamu, terutama bagi kamu yang memanfaatkan gawai untuk mediamu dalam mencatat. Metode boxing dilakukan dengan cara mengkategorikan sub-sub topik ke dalam berbagai kotak terpisah.

Di dalam kotak tersebut, kamu tentunya juga dapat menambahkan informasi tambahan mengenai sub topik yang bersangkutan. Metode boxing tentunya juga dapat diterapkan di buku tulis konvensional.

5. Metode cornell

Metode Cornell | Foto: Milenialis.id
info gambar

Mungkin banyak dari kamu yang sudah familiar dengan metode yang satu ini. Pertama kali dikembangkan oleh Prof. Walter Pauk dari Cornell University, metode ini sudah diterapkan banyak orang di berbagai jenjang pendidikan.

Metode Cornell sangat cocok bagi kamu yang ingin merangkum informasi yang sudah kamu terima. Selain itu, metode ini bisa membantu kamu dalam memproses informasi yang sudah didapat dan mengingat inti dari informasi tersebut.

Secara singkat, untuk menerapkan metode ini kamu perlu membagi satu halaman catatan menjadi 4 bagian, dengan pembagian atas judul, kata kunci atau keywords, materi, dan rangkuman.

Gunakanlah sekitar 30 persen dari bagian halaman untuk diisi dengan keywords dan sisa halaman untuk diisi dengan materi. Kemudian, ringkaslah materi tersebut di dasar halaman hanya dengan 5 sampai 8 kalimat.

Itulah beberapa metode mencatat yang tentunya dapat kamu sesuaikan dengan gaya belajar masing-masing. Kamu dapat memilih salah satunya, dengan harapan catatan yang kamu buat dapat mudah dipahami. Semangat belajar, Goodmates!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini