Malas Bangun dari Kasur? Waspada Gejala Clinomania

Malas Bangun dari Kasur? Waspada Gejala Clinomania
info gambar utama

Apakah kamu sangat suka bermalas-malasan di tempat tidur? Atau senang beraktivitas di atas kasur? Kebiasaan seperti itu memang terbilang nyaman, apalagi saat hujan atau di akhir pekan. Namun, kamu harus waspada karena bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi clinomania.

Clinomania terdiri atas dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu clin artinya tempat tidur dan mania berarti obsesi atau kecanduan. Clinomania terkadang terkenal juga dengan sebutan dysania. Istilah ini tidak cuma kepada mereka yang malas beranjak dari kasur, tetapi juga menjalankan segala aktivitas di kasur.

Secara rinci, orang dengan clinomania punya obsesi atau kecanduan terhadap kasur sehingga selalu ingin berada di atas tempat tidur dalam waktu lama. Bukan cuma beberapa jam, melainkan bisa sampai seharian.

Clinomania Tidak Seperti Rasa Malas Biasa

Ilustrasi rasa malas | Foto: Adrian Swancar/Unsplash.com
info gambar

Banyak yang sering beranggapan bahwa mereka yang malas untuk bangun pagi atau beraktivitas berarti mengalami clinomania. Padahal, clinomania tidak sama dengan sekadar rasa malas. Lantas, apa perbedaan antara keduanya?

Faktor paling mendasar yang membedakan clinomania dengan rasa malas adalah hal apa yang terlintas di pikiran sewaktu pertama kali bangun tidur. Orang dengan clinomania akan memikirkan rasa takut, frustrasi, tertekan, lelah, serta berbagai gejala tidak mengenakkan lainnya.

Baca juga:Sering Kerja di Tempat Tidur? Simak Dampaknya Bagi Kesehatan

Lebih lanjut, clinomania bisa saja mengindikasikan beberapa gangguan kesehatan mental maupun medis yang serius. Antara lain sindrom kelelahan kronis, depresi, sleep apnea, diabetes, anemia, penyakit tiroid, sampai penyakit jantung.

Berpotensi Mendatangkan Bahaya Terhadap Kesehatan

Ilustrasi depresi | Foto: Kat Smith/Pexels.com
info gambar

Jangan pernah menganggap remeh clinomania. Kalau terus kamu biarkan dan tidak tertangani dengan tepat, kondisi semacam ini berpotensi mengundang bahaya bagi kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental.

Mengenai mental, pengidap clinomania yang terus ‘menutup diri’ dari dunia luar akan menjadi semakin depresi. Nantinya, bisa berujung pada keinginan menyakiti diri sendiri sampai mengakhiri hidup (suicidal thoughts).

Di sisi lain, menghabiskan waktu terlalu lama di atas kasur tanpa adanya aktivitas fisik pun berdampak buruk. Waktu tidur orang dewasa idealnya adalah 6 hingga 8 jam. Kondisi tidur lebih lama dari itu akan meningkatkan risiko munculnya penyakit mematikan, seperti stroke, penyakit jantung, bahkan kematian.

Baca juga:Terapkan 5 Cara Ini Agar Tidur Lebih Berkualitas

Mengenali Gejala Clinomania

Ilustrasi alarm | Foto: Malvestida/Unsplash.com
info gambar

Seseorang yang mengalami kondisi clinomania akan memilih untuk tetap berada di tempat tidur walaupun bukan saat jam istirahat. Lebih dari itu, terdapat beberapa gejala yang dapat kamu kenali sebagai clinomania, yaitu:

  1. Merasa malas beranjak dan tidak mau meninggalkan kasur
  2. Selalu ingin melakukan aktivitas apapun di atas tempat tidur, mulai dari tidur, makan, belajar, sampai bekerja
  3. Merasa puas tidak terhingga saat berada di atas kasur
  4. Merasa menyesal kalau sudah beranjak dari kasur, apalagi untuk melakukan aktiviatas yang tidak menyenangkan
  5. Susah untuk bangun dari kasur sekalipun dengan alarm maupun suara keras

Tips Atasi Clinomania

Ilustrasi cahaya matahari pagi | Foto: Federico Respini/Unsplash.com
info gambar

Clinomania sendiri memang bukan sebuah penyakit, alias semacam gejala serius akan kondisi mental. Namun, mengingat bahaya yang ada, terdapat sejumlah tips untuk mengurangi ataupun mengatasi kondisi clinomania.

1. Perbanyak Aktivitas

Langkah permulaan untuk mengatasi clinomania ialah dengan memperbanyak aktivitas di luar rumah, seperti olahraga dan berjalan-jalan. Jika tidak memungkinkan untuk sering ke luar, cobalah untuk menyibukkan diri dengan kegiatan rumah, misalnya bersih-bersih.

2. Cari Cahaya Matahari

Manfaatkan paparan cahaya matahari pagi dan udara terbuka untuk memperoleh konsentrasi sekaligus mengusir stres, rasa cemas, serta depresi. Sinar matahari juga bisa meningkatkan produksi hormon serotonin (perangsang suasana bahagia) di otak.

Baca juga:Dampak Buruk di Balik Menyalakan Kipas Angin Saat Tidur Semalaman

3. Mendengarkan Musik

Cobalah untuk mendengarkan musik kesukaan sebelum memulai hari. Kamu juga bisa melakukannya sambil bernyanyi dan menggerak-gerakkan tubuh. Jangan lupa juga melakukan peregangan ringan supaya otot menjadi rileks.

4. Meyakinkan Diri Sendiri

Diri sendiri adalah penolong paling baik di masa-masa sulit. Berkaitan dengan ini, bicara dan yakinkan diri kamu untuk beranjak dari tempat tidur.

Sampaikan rencana-rencana yang akan kamu jalani hari itu. Tidak perlu banyak, tiga saja cukup. Teknik seperti ini mungkin akan lebih manjur dengan latihan terus-menerus setiap pagi.

5. Mempunyai Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, kelinci, burung, sampai ikan dapat menjadi teman yang baik bagi orang yang mempunyai masalah kesehatan mental. Menurut riset, binatang peliharaan bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan rasa kesepian.

Itulah penjelasan mengenai kondisi clinomania. Maka dari itu, perbanyak aktivitas harian dan selalu pastikan tidur malam kamu selalu tercukupi agar tidak bermalas-malasan untuk bangun tidur.

Referensi: SehatQ | Aido Health | Inthebox

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini