Tak Hanya Email, Aktivitas Internet Lain Bisa Timbulkan Emisi Karbon

Tak Hanya Email, Aktivitas Internet Lain Bisa Timbulkan Emisi Karbon
info gambar utama

Beberapa waktu lalu, warganet sempat heboh membahas tentang tumpukan email yang ternyata menghasilkan emisi karbon. Seperti yang kita tahu, pelepasan gas ini membuat bumi mengalami pemanasan dan mempengaruhi iklim. Ternyata, tak hanya menyangkut aktivitas menerima dan mengirim email saja, aktivitas internet lain juga menimbulkan emisi karbon.

Sebut saja streaming film di Netflix hingga melakukan pencarian di Google juga dapat menimbulkan emisi karbon. Meski hanya dalam jumlah sedikit, hal tersebut memiliki dampak yang cukup besar karena ada banyak pengguna internet di seluruh dunia.

Melansir dari BBC, setidaknya ada 4,1 miliar orang atau 53,6 persen populasi dunia merupakan pengguna internet, termasuk kita. Jumlah tersebut dapat menghasilkan emisi karbon yang besar dari aktivitas di dunia maya.

Bila kita menambahkan jumlah emisi karbon dari gas rumah kaca lain seperti pembakaran fosil, dampak perubahan iklim pun akan semakin buruk. Lantas, kenapa kegiatan di internet mampu menyumbang karbon dan mempengaruhi pemanasan global? 

Perangkat Internet Berasal dari Bahan Tambang

Komponen gadget dan internet kebanyakan merupakan bahan tambang | Foto: Krisp Cut/Pexels
info gambar

Koneksi internet dan gadget yang kita pakai untuk mengaksesnya tersusun dari banyak barang tambang, seperti tembaga, kobalt, emas, dan perak. Tentu saja kita tahu bahwa aktivitas pertambangan menimbulkan dampak lingkungan.

Baca juga:Cara Menyimpan Parfum Agar Aroma Tetap Awet

Padahal, studi menunjukkan bahwa setiap smartphone membutuhkan 70 kilogram sumber daya alam. Sementara itu, dalam rentang tahun 2007 hingga 2017, pabrik smartphone di seluruh dunia memproduksi sekitar 7 miliar unit. Tak heran, jika industri internet dan gadget memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemanasan global.

Pusat Data Internet Menghasilkan Emisi Karbon

Salah satu pusat data milik Google | Foto: blog.google
info gambar

Membalas tumpukan email di pagi hari, kemudian mengadakan video conference di siang harinya dan lanjut chatting atau menonton video di Youtube memang terlihat seperti hal yang biasa saja. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, apalagi tenaga.

Namun, untuk menjalankan semua aktivitas itu, pusat data membutuhkan energi yang nantinya akan meninggalkan jejak karbon (carbon footprint). Semakin baik dan besar kekuatan internetnya, semakin banyak pula sistem menghasilkan emisi karbon.

Pusat data merupakan sebuah bangunan yang menyimpan sistem komputer dalam bentuk perangkat keras, seperti server. Segala aktivitas di internet yang kita lakukan akan mengaktifkan pusat data dan memerlukan energi.

Baca juga:Atasi Overheat, Simak Rekomendasi Cooling Pad dan Vacuum Cleaner Laptop

Sederhananya, aktivitas internet memerlukan pusat data dan pusat data memerlukan energi. Maka, semua energi memiliki potensi untuk menyumbang gas karbon di atmosfer.

Pada 2021, Statista memprediksi ada 7,2 juta pusat data. Google sendiri memiliki 21 pusat data yang menyebar di berbagai tempat, seperti di Singapura dan Chili.

Sementara itu, jejak karbon dari internet, pusat data, dan sistem yang menyokongnya memiliki kontribusi sekitar 3,7 persen dari total emisi gas rumah kaca global. Menurut peneliti Mike Hazas, jumlah itu sama dengan emisi karbon dari industri penerbangan dunia.

Parahnya, ia memperkirakan angka itu akan naik dua kali lipat pada tahun 2025, tanpa memperhitungkan perubahan kondisi karena COVID-19.

Cara Bijak Kurangi Emisi Karbon Menggunakan Internet

Mengurangi penggunaan sosial media secara berlebihan adalah salah satu cara mengurangi emisi karbon | Foto: Engin Akyurt/Pexels
info gambar

Meskipun rasanya tidak mungkin untuk berhenti menggunakan internet, tetap ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon. Misalnya saja dengan tidak cepat mengganti smartphone atau gadget lain dengan versi yang lebih baru karena akan menambah sampah elektronik.

Baca juga:Terapkan 6 Kebiasaan Ini Agar Otak Tidak Mudah Lupa

Selain itu, kita juga bisa menyortir email secara berkala serta berhenti langganan pada newsletter yang tidak perlu. Pertimbangkan juga untuk puasa media sosial setidaknya pada akhir minggu.

Demikian ulasan tentang aktivitas internet yang bisa menghasilkan emisi karbon selain dari email beserta cara menguranginya. Jadilah pengguna internet yang bijak guna menjaga bumi tetap aman.

Referensi: BBC | My Happy Footprint | Goldenfast

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini