Menilik Perbedaan Antara UIN, IAIN, dan STAIN

Menilik Perbedaan Antara UIN, IAIN, dan STAIN
info gambar utama

Pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia ada dari dua departemen, yakni Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama. Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan pendidikan hampir semua jenis keilmuan secara umum.

Adapun jenjang pendidikan di bawah Departemen Pendidikan Nasional mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi negeri. Sebaliknya, Departemen Agama hanya menyelenggarakan satu jenis pendidikan, yaitu pendidikan agama.

Masih dengan jenjang pendidikan yang sama, lembaga pendidikan di bawah Departemen Agama biasa kita kenal dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (tingkat dasar), Madrasah Tsanawiyah Negeri & Madrasah Aliyah Negeri (tingkat menengah), dan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) atau Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Berdasarkan urutannya, PTAI terbagi tiga. Di antaranya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Universitas Islam Negeri (UIN). Lalu, apa perbedaan antara ketiganya? Berikut GoodSide rangkum penjelasannya.

Universitas Islam Negeri (UIN)

Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | Foto: uin-suka.ac.id
info gambar

UIN merupakan perguruan tinggi agama Islam paling besar dan lengkap daripada kedua perguruan tinggi lainnya. UIN tidak hanya menghadirkan mata kuliah dan program studi keilmuan islam saja, tetapi juga memberikan disiplin-disiplin ilmu umum di dalamnya.

Baca juga: Bukan Hanya Pare, Berikut Kota di Indonesia yang Hadirkan Kampung Inggris

Umumnya, UIN banyak berdiri di kota-kota besar atau ibu kota provinsi. Mulai dari UIN Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Jogja, Riau, dan sebagainya.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Kampus IAIN Salatiga | Foto: iainsalatiga.ac.id
info gambar

Sebelum menjadi UIN, kampus-kampus tersebut masih berstatus IAIN. Salah satunya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang pada tahun 2002 masih menjadi IAN.

Meski keduanya sama-sama di bawah naungan Departemen Agama, IAIN hanya menyediakan disiplin ilmu agama islam saja. Tidak ada jurusan ilmu umum di dalamnya. Selain itu, IAIN umumnya tersebar luas di kabupaten atau kota.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau | Foto:stainkepri.ac.id
info gambar

Masih berkaitan dengan UIN dan IAIN, STAIN pada dasarnya pecahan dari UIN atau IAIN. Dahulu, UIN atau IAIN seringkali membuka kampus di daerah yang cukup jauh dari kampus pusat. Seiring waktu, kampus yang jauh dari pusat ini mulai mandiri dengan menjadi sekolah tinggi sendiri (STAIN).

Baca juga: Yuk, Belajar Bersama 3 Komunitas Menulis di Indonesia!

Salah satu contohnya STAIN Ponorogo yang dahulunya merupakan fakultas syariah IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel. Kini, STAIN Ponorogo pun sudah beralih menjadi IAIN Ponorogo.

Perubahan Status Kelembagaan

Adanya perubahan status kelembagaan sangat erat kaitannya dengan pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang lebih menyeluruh. Hal yang melatarbelakangi perubahan tersebut karena tuntutan dan dorongan dari dalam kampus serta luar kampus.

Adapun faktor lainnya, seperti ilmu agama memerlukan ilmu umum, guna memenuhi kebutuhan lapangan kerja, tingginya kebutuhan masyarakat islam terhadap pendidikan, dan sebagainya.

Tentunya, perubahan status kelembagaan juga bersamaan dengan perubahan kurikulum, penambahan fakultas dan dosen, serta peningkatan sarana dan prasarana yang ada di kampus. Selain itu, perubahan status juga membuat eksistensi kampus semakin terakui.

Ada Jalur Masuk Khusus PTAI

Jika Departemen Pendidikan Nasional memiliki jalur masuk perguruan tinggi melalui SNMPTN dan SBMPTN, Departemen Agama juga memiliki jalur khusus, yakni SPAN-PTKIN dan UMPTKIN. Jalur ini memberi kesempatan bagi siswa MA, SMA IT, Pesantren atau sekolah islam yang ingin berkuliah di PTAI.

Baca juga: Daftar 7 Beasiswa S1 Dalam Negeri yang Patut Kamu Coba

Tak jauh berbeda dari SNMPTN, jalur SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) ini juga menyeleksi berdasarkan nilai rapor. Kemudian untuk UMPTKIN, jalur ini mirip dengan jalur SBMPTN. Seleksi tersedia dengan ujian tes tertulis yang lengkap dengan materi-materi keislaman.

Referensi: Mojok | UIN Sunan Gunung Djati

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini