Mahasiswa Kupu-Kupu Vs. Kura-Kura, Kamu yang Mana?

Mahasiswa Kupu-Kupu Vs. Kura-Kura, Kamu yang Mana?
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Bangku kuliah yang sangat luas cakupannya membuat berbagai tipe-tipe mahasiswa bermunculan. Ada mahasiswa yang aktif di kelas, ada juga yang aktif di organisasi kampus. Ada mahasiswa yang menghabiskan akhir pekannya dengan bekerja, ada juga yang berwisata ria.

Ada dua sebutan yang umum diketahui yaitu mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. Mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa “kuliah-pulang, kuliah-pulang” sudah dikenal sejak sistem belajar daring belum diterapkan. Tipe mahasiswa seperti ini merupakan mereka yang datang ke kampus, mengikuti seluruh perkuliahan, dan langsung pulang setelah perkuliahan selesai.

Sedangkan mahasiswa kura-kura atau mahasiswa “kuliah-rapat, kuliah-rapat” merupakan mereka yang aktif di organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Selain jadwal perkuliahan yang harus mereka hadiri, ada juga jadwal rapat yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Alasan-alasan tersendiri membuat kedua tipe mahasiswa ini muncul. Lihat saja mahasiswa kupu-kupu, mereka memilih untuk lebih fokus pada bidang akademik, perkuliahan, tugas, kuis, dan proyek. Sayangnya kemampuan sosialisasi, kerja sama, dan kesempatan membangun relasi yang lebih luas tidak dapat dikembangkan dengan baik.

Mahasiswa kura-kura di lain sisi, bisa mengembangkan passion dan personal branding sejak dini tapi juga memiliki tantangan dari segi waktu. Manajemen waktu yang kurang baik dapat membuat kegiatannya kacau hingga berakibat fatal pada perkuliahan.

Walaupun begitu baik mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura memiliki tugas yang sama yaitu belajar, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas dan penelitian, presentasi, diskusi, serta kegiatan lainnya. Mahasiswa kupu-kupu bisa mengembangkan passion yang dimilikinya, mahasiswa kura-kura juga bisa mengatur waktunya dengan baik.

Hal terpenting adalah intelektualitas dan moral yang harus dimiliki para mahasiswa saat lulus kuliah. Bagaimana cara membangunnya? Pastikan beberapa hal di bawah sudah Kamu miliki.

Berpikiran Terbuka. Mahasiswa mampu menyerap kritik, saran, pengetahuan, dan informasi dari luar dengan baik. Tetap mengedepankan sikap dan pikiran rasional serta berani mengungkap fakta serta realita yang ada.

Berwawasan Luas. Mahasiswa memiliki banyak pengetahuan walau dari luar bidang yang digelutinya. Tidak membatasi diri dengan penjelasan dosen dan nilai atau markah yang tinggi. Mahasiswa mampu memecahkan masalah yang dijumpainya.

Peka Terhadap Lingkungan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus paham dan peka terhadap negaranya. Suara dan aspirasi mahasiswa mewakili arti yang sangat dalam.

Menaati Peraturan yang Berlaku. Menjadi mahasiswa bukan berarti bisa semena-mena. Ada batasan-batasan berperilaku yang tetap harus dikedepankan baik di lingkungan kampus maupun saat sudah terjun ke masyarakat.

Apapun istilahnya, seorang mahasiswa hendaknya memiliki keintelektualitasan serta moral yang baik. Sehingga saat lulus kuliah, mereka dapat menjadi pribadi yang diterima di lingkungan fisik dan sosial.

Tidak menutup kemungkinan akan muncul lebih banyak istilah mahasiswa dengan orientasinya masing-masing. Sementara itu, Kamu tim mana, mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kura-kura?

Referensi: Detik.com | Kaskus

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini