Ketahui Manfaat dari Vaksin Booster, Sudah Melakukannya?

Ketahui Manfaat dari Vaksin Booster, Sudah Melakukannya?
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Sebagian besar dari kalian pasti sudah melakukan vaksin covid-19 dosis ketiga atau yang disebut juga sebagai vaksin booster. Vaksin booster sendiri merupakan vaksin lanjutan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk diberikan kepada masyarakat umum. Vaksin Booster sendiri diberikan kepada masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan tertentu, seperti salah satunya masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas yaitu kelompok lanjut usia dan penderita imunokompromais.

Persyaratan untuk mendapatkan vaksin booster sendiri secara lengkap dapat kalian lihat dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster). Dilansir dari Idn Times pemberian vaksin booster dilakukan dengan berbagai pertimbangan dari berbagai penelitian yang juga telah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Menurut Surat Edaran No. HK.02.02/II/252/2022 menyatakan bahwa dari hasil studi diketahui bahwa setelah mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis primer lengkap terjadi penurunan antibodi setelah 6 bulan.

Dapat diketahui bahwa sangat dibutuhkan pemberian vaksin dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama kepada kelompok masyarakat yang rentan. Mengutip dari Idn Times di Indonesia sendiri vaksin booster mulai diberikan kepada masyarakat umum mulai Rabu 12 januari 2022. Dilansir dari Warta Kota live Vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster di Indonesia hingga Maret 2022 memakai AstraZeneca dikarenakan stok yang melimpah.

Kalian pasti ingin mengetahui apa saja manfaat jika sudah melakukan vaksin dosis 3 atau booster. Mengutip dari Halo Doc ada beberapa manfaat dari pemberian vaksin booster covid 19 antara lain mencegah infeksi virus Corona dan mempertahankan tingkat kekebalan tubuh. Selain itu vaksin dosis 3 juga memperkuat antibodi yang sudah terbangun serta memperpanjang masa perlindungan dari virus.

Gambar : Freepik
info gambar

Membicarakan masalah vaksin covid 19 pasti selalu berkaitan dengan antibodi, tidak hanya vaksin dosis 3 atau booster saja akan tetapi vaksin dosis 1 dan dosis 2 juga. Mengutip dari Halo Doc antibodi merupakan zat kimia yang ada di aliran darah, yang mana dia bekerja sebagai sistem imunitas tubuh. Fungsi antibodi dalam tubuh sangat penting, yaitu sebagai tembok pertahanan terhadap antigen seperti bakteri, virus, maupun zat beracun yang menyebabkan penyakit.

Antibodi sendiri ternyata memiliki berbagai macam jenis, mengutip dari Alo Dokter antibodi sendiri terbagi menjadi 4 jenis. Yang pertama Immunoglobulin A (IgA) yang merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan di dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi. Kedua Immunoglobulin E (IgE) yang umumnya ditemukan di darah dalam jumlah yang sedikit, namun jumlah antibodi IgE akan meningkat ketika tubuh mengalami reaksi peradangan akibat alergi, secara medis pemeriksaan antibodi IgE dilakukan untuk mendeteksi penyakit alergi dan infeksi parasit.

Jenis antibodi yang ketiga adalah Immunoglobulin G (IgG) yang mana merupakan jenis antibodi yang paling banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Ketika antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, sel-sel darah putih akan mengingat antigen tersebut dan membentuk antibodi IgE untuk melawannya. Jenis antibodi yang keempat adalah Immunoglobulin M (IgM) dimana tubuh akan membuat antibodi IgM saat Anda pertama kali terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi.

Dari berbagai penjelasan diatas dapat kalian ketahui bahwa vaksin booster sangat diperlukan. Yang mana jika kalian tidak melakukan vaksin booster nantinya akan terjadi penurunan antibodi setelah 6 bulan pada tubuh kalian. Sedangkan antibodi sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh kita untuk melawan berbagai jenis virus, bakteri, maupun zat beracun yang menyebabkan penyakit.

 

Referensi : Detik News I SE No. HK.02.02/II/252/2022 I Warta Kota live I IDN Times I Halo Doc I Alo Dokter

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini