Berbagi dan Bergembira bersama ‘Komunitas Murah Tangan’

Berbagi dan Bergembira bersama ‘Komunitas Murah Tangan’
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Bersedekah dengan memberikan sebagian harta bagi yang membutuhkan merupakan kegiatan mulia. Sedekah bisa dijadikan sarana untuk menghapus dosa dan menambah pahala seseorang dalam dinamika kehidupan masyarakat.

Tak ayal bila berbagai kalangan masyarakat sering bersedekah, bisa sekadar berbagi atau ada maksud tersendiri, misalnya saat mengalami musibah (sakit dan kecelakaan) atau memiliki keinginan tertentu (lulus sekolah, pekerjaan lancar).

Kegiatan mulia ini tidak memandang batasan umur, jenis kelamin, dan pendidikan. Para pemuda dan pemudi saling berlomba membantu sesama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keeratan para pemuda pemudi dalam kegiatan tersebut memunculkan suatu komunitas lokal, sebagai sebuah naungan, sehingga menambah keluarga, teman, dan relasi baru.

Hal ini terbukti oleh banyaknya komunitas lokal dengan tujuan berdonasi yang didirikan para pemuda pemudi di berbagai daerah di Indonesia. Penyebaran komunitas lokal memudahkan para donatur untuk berbagi sebagian hartanya kepada sasaran yang tepat.

Kini, GoodSide berkesempatan untuk berbincang dengan pendiri komunitas lokal berhati mulia yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bernama Komunitas Murah Tangan.

Inisiatif Saat Masa Pandemi

relawan KMT
info gambar

Arum Puspitasari, seorang dokter hewan di salah satu klinik di Semarang, merupakan founder Komunitas Murah Tangan di tengah puncak pandemi Covid-19. Tepat pada 16 Juli 2020, Arum mengawali kegiatan komunitas dengan membeli dagangan nenek-nenek di pinggir jalan dan membagikan akanan kepada yang membutuhkan. Bersama dengan teman SMA dan teman kuliahnya, kegiatan mulia ini tetap dilanjutkan agar tetap produktif di masa pandemi.

Komunitas Murah Tangan atau kata lain dari ‘suka membantu’ mempunyai slogan, yaitu berkolaborasi berbuat kebaikan dengan visi membantu orang baik untuk berbuat baik.

Sementara misi yang dimiliki oleh Komunitas Murah Tangan antara lain berbagi rasa dengan anak yatim dan kaum dhuafa; berbagi rezeki kepada pejuang nafkah; bersedia menjadi perpanjangan tangan-Nya dalam membantu makhluk-Nya; dan berburu doa orang baik di hari yang baik.

“Awalnya dari 3 orang, hanya aku, teman SMA-ku, dan teman kuliahku. Terus, nyebar di status Whatsapp sama Instagram. Lama-kelamaan, alhamdulillah ada relawannya sih,” ujar Arum.

Berdonasi hingga Renovasi Rumah

himmah_yatim
info gambar

Lambat laun, komunitas ini mulai membuka donasi bagi para donatur, berbagi kepada anak yatim, hingga membangun rumah dan usaha bagi pihak yang membutuhkan. Niat baik Arum dan teman-temannya untuk menyebarkan kebaikan menerima tanggapan positif dari berbagai pihak dengan berdonasi melalui transfer antar bank, e-wallet, bahkan bertemu langsung bersama para donatur yang diselenggarakan selama 3 kali dalam sebulan.

Kebaikan hati Arum membuahkan hasil karena telah diundang oleh radio lokal Kediri sehingga Komunitas Murah Tangan mulai dikenal berbagai komunitas lainnya. Semakin banyak pula para donatur yang ingin membagikan sebagian hartanya.

anak yatim piatu
info gambar

Perjuangan Arum patut diacungi jempol. Pasalnya, Komunitas Murah Tangan telah membuka donasi pembangunan rumah bagi Mbah Supiyah, salah satu warga yang tidak mempunyai lahan rumah di Kabupaten Nganjuk pada 1 Desember 2020 lalu.

Selang seminggu kemudian, donasi yang telah terkumpul digunakan untuk pembangunan rumah serta pembuatan kartu identitas. Komunitas ini berharap pada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan bagi Mbah Supiyah.

“Dari situ kita bisa melihat kalau kebaikan itu menular, hehehe. Yang penting, niatnya dibenerin, pasti Allah bantu sih,” ujar Arum.

mbah supiyah
Instagram | Postingan oleh @komunitasmurahtangan

Ajang Kebaikan bagi Pemuda Pemudi

Komunitas Murah Tangan telah memberi contoh bermakna bagi para generasi muda untuk selalu bersikap rendah hati dalam membantu sesama manusia. Kegiatan berdonasi pun berlangsung selama Ramadan, seperti berbagi takjil, membeli takjil untuk orang mengaji (tadarus), dan membuka kegiatan donasi melalui instagram.

Arum sebagai founder merasa tidak ada kendala berarti yang dialami oleh Komunitas Murah Tangan karena selalu menyiapkan cadangan kas di setiap divisinya.

“Kalau kendala nggak ada sih, karena Insya Allah kita selalu punya uang cadangan di setiap divisi. Kalau uangnya menipis, saya baru kasih budget ke ketua divisinya. Semisal jika ada acara dengan dana sekian, maka saya berhak memberi dana tersebut,” ujar Arum.

Komunitas Murah Tangan membuka uluran para donatur berupa baju bekas, buku bekas, maupun uang. Adapun pilihan transfer melalui antar bank maupun dompet digital (e-wallet). Bagi GoodMates yang tinggal di area Kabupaten Nganjuk, bisa menemui langsung para relawan dari Komunitas Murah Tangan di Dinas Sosial Nganjuk dan sekitarnya.

Mari berkolaborasi untuk berbuat kebaikan!

“Sedekah tidak akan membuatmu miskin. Sedekah tidaklah mengurangi harta” (HR. Muslim No. 2558, dari Abu Hurairah)

Referensi:

Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., Dr. Sri Herianingrum, S.E., M.Si., Dr. Siti Zulaikha, S.E., M.Si., 2022, Ekonomi dan Manajemen ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf).

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini