Dari Kenari, Pala, dan Kekhawatiran, Lahirlah Minuman Run Island

Dari Kenari, Pala, dan Kekhawatiran, Lahirlah Minuman Run Island
info gambar utama

Project ini bermula ketika salah satu dari founder Kopikalyan melakukan telusur leluhur di gugusan kepulauan yang memiliki keindahan alam yang magis, budaya yang begitu unik dan keragaman sejarah yang begitu banyak untuk ditelusuri.

Namun dalam perjalanannya, Winny menemukan sebuah fakta yang kelam, kegentingan dari kondisi pendidikan pada masyarakat Banda. Berawal dari kondisi yang mengkhawatirkan ini, beliau memutuskan untuk menginisiasi sebuah project yang dapat membantu anak-anak yang ada di sana.

Setelah meluncurkan gerai terbarunya di kota Tokyo, Jepang. Ini menjadi momentum yang tepat bagi Kopikalyan untuk bisa melanjutkan cita-citanya, yaitu membangun sebuah CSR program yang dapat memberi manfaat bagi Indonesia.

Dari awal spirit ini sudah terbangun sejak awal Kopikalyan didirikan. Menjadi sebuah kedai kopi yang hadir sebagai karya dari sekelompok putra-putri bangsa, pada tahun pertama Kopikalyan berdiri, Kopikalyan membangun sebuah wadah untuk seniman-seniman baru yang ingin memperkenalkan karya mereka ke khalayak umum yang bernama Rumah Seniman.

Dan pernah bekerjasama dengan Baraka Nusantara berbagi kopi Indonesia yang dijual khusus untuk sebagai bentuk dari pemberdayaan masyarakat.

Kali ini kami ingin memberikan hal yang lebih lagi dan beruntungnya juga kami bertemu keluarga di Gugusan Kepulauan Banda serta turut berkontribusi bersama mereka. Untuk menyukseskan program ini Kopikalyan mengajak salah satu organisasi non-profit berasal dari Maluku, yaitu HekaLeka.

Berbagi kekhawatiran yang sama, Kopikalyan dan HekaLeka sepakat untuk membantu permasalahan pendidikan yang sudah cukup lama bersemayam di Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Dengan semangat yang diemban bersama, kedua entitas ini berbagi peran untuk membantu anak-anak usia dini yang hidup di Tanah Wandan ini.

HekaLeka bergerak dengan membuat serta memberikan program penyuluhan terhadap para guru di Kepulauan Banda. Sedangkan Kopikalyan, merancang serta membuat sebuah produk dengan ciri khas dari komoditas yang berasal dari Tanah Banda, yaitu buah pala Banda dan kenari.

Peluncuran produk ini terinspirasi oleh salah satu pulau yang ada di Tanah Banda ini. Pulau Run, sebuah pulau yang menjadi kontestasi antara Belanda dan Inggris karena salah satu komoditas yang ada di sana, yaitu Pala Banda.

Yang nantinya ditukar dengan Pulau Manhattan, sebagai bentuk kesepakatan antara Inggris dan Belanda. Dengan inspirasi tersebut Kopikalyan akan meluncurkan dua minuman yang bernama Run Island dan Manhattan Island.

Minuman Run Island merupakan sebuah produk minuman dengan bahan dasar kopi. Dipadukan dengan salah satu komoditas yang unik yaitu Pala Banda. Berbeda dengan Manhattan Island.

Minuman yang terinspirasi dari New Amsterdam ini berbahan dasar non-kopi. Dengan menggunakan bahan dasar apel hijau dan air kelapa kemudian dipadukan dengan ekstrak daging buah pala Banda.

Produk yang dibuat tidak hanya minuman saja, namun Kopikalyan juga membuat produk roti yang dengan paduan bahan-bahan khas dari Tanah Wandan, yaitu Roti Isi Selai Pala dan Roti Isi Selai cokelat Kenari.

Roti Isi Selai Pala merupakan kreasi roti lembut dengan isi selai pala. Sedangkan Roti Isi Selai cokelat Kenari merupakan roti berisikan krim yang dipadukan dengan selai cokelat dan campuran kenari.

Peluncuran keempat produk ini akan dilaksanakan dan diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 2 Juli 2022, di Kopikalyan Coffee Roasters yang beralamat di JalanBaritoINo.19,RT.4/RW.7,KramatPela,Kec.Kby.Baru,KotaJakartaSelatan,DaerahKhususIbukotaJakarta.

Hasil dari penjualan produk-produk dari project ini, nantinya akan disumbangkan kepada anak- anak PAUD di Gugusan Kepulauan Banda. Besar harapan kami hasil dari penjualan produk- produk ini dapat membantu kebutuhan pendidikan untuk anak-anak di sana.

--

Press Release dari Kopikalyan dan Heka Leka

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini