Ruang Edit, Komunitas Cikal Bakal Content Creator

Ruang Edit, Komunitas Cikal Bakal Content Creator
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Maraknya penggunaan sosial media saat ini menjadikan siapapun terpicu untuk menjadi content creator, atau sebatas mahir dalam bidang desain grafis, fotografi, videografi, maupun hanya mahir membuat story Instagram yang aesthetic.

Skill desain sejatinya dapat dipelajari, oleh sebab itu banyak kaula muda yang tertarik memperdalam dunia desain grafis. Dari mulai hobi, coba mempelajari, sampai akhirnya ahli. Bahkan, menghasilkan cuan sendiri karena skill yang dimiliki dapat mereka pergunakan dalam dunia pekerjaan. Namun harus diingat kembali bahwa semua hal harus disertai niat bersungguh-sungguh serta konsisten tinggi.

Pada awal 2019, Ruang Edit hadir untuk mewadahi siapapun yang ingin belajar semua hal mengenai desain grafis. Bermula dari menyukai videografi, fotografi, dan juga desain grafis, Founder Komunitas Ruang Edit Defri Muhammad Fahrul Habiebi, mulai menekuni hobinya dan membentuk Komunitas Ruang Edit pada akhir Desember 2018 silam.

Foto: Dokumen Ruang Edit
info gambar

Sejarah lahirnya Ruang Edit

Foto: Dokumentasi Ruang Edit
info gambar

Bermula dari mengikuti komunitas hobi yang sama dengan tujuan ingin bertukar pikiran dan saling menjalin silaturahmi antar sesama, namun Defri merasa di dalam komunitas tersebut kurang adanya interaksi antar sesama member maupun founder. Akhirnya, ia memutuskan untuk membentuk grup WhatsApp agar bisa berinteraksi dengan yang lainnya. Dari sanalah Ruang Edit terbentuk.

Setelah kurang lebih tiga tahun berdiri, komunitas ini banyak diminati kaula muda yang menyukai hal-hal berbau editing. Dari mulai ratusan dengan satu grup WhatsApp, hingga kini mencapai ribuan orang telah tergabung dalam komunitas Ruang Edit.

Defri mengatakan bahwa awalnya ia hanya membagikan link grup WhatssApp di story Instagramnya yang followersnya tidak lebih dari 1.200. Dengan tujuan awal ingin mewadahi siapapun yang ingin belajar desain grafis, fotografi, videografi, sekaligus menciptakan interaksi antar sesama member dan founder agar terjalin silaturahmi yang erat. Selain itu, menjadikan Ruang Edit sebagai rumah untuk pulang.

Selama tiga hari grup WhatsApp pertama full peserta. Kemudian, ia berinisiatif untuk membuka grup jilid 2, hingga kini Ruang Edit mencapai 15 jilid dengan jumlah member lebih dari 3.000 orang yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Sosial media Ruang Edit dari mulai Instagram dengan 43,9 ribu followers dan TikTok yang tak kalah eksisnya. Branding Ruang Edit berhasil merambat ke seluruh pelosok negeri.

Kegiatan Komunitas

Kegiatan Ruang Edit memang full online, namun dalam beberapa kesempatan Ruang Edit kerap mengadakan meet offline dengan membernya di setiap regional. Agenda offline biasanya dilaksanakan saat anniversary Ruang Edit, buka bersama, maupun halal bihalal saat idul fitri. Kegitan tersebut dilakukan per-regional di kota besar Indonesia, seperti Jogja, Surabaya, Bandung, Medan, Lampung, Riau, Makassar, dan Jakarta.

Foto: Dokuemntasi Ruang Edit

Hunting yang dilakukan oleh setiap regional rutin setiap bulan pun kerap dilaksanakan. Selain untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal satu sama lain, hunting pun menjadi ajang belajar fotografi dan videografi secara langsung dan bersamaan.

Untuk materi seputar desain grafis dan editing lainnya rutin dibagikan ke setiap grup seminggu dua sampai tiga kali. Sistemnya grup akan ditutup terlebih dahulu dari jam 12 malam sampai 12 siang. Setelah grup dibuka, para member bisa mengirimkan hasil editan mereka ke grup untuk diberikan masukan oleh member lain sebagai bahan evaluasi.

Selain materi, Ruang Edit kerap kali mengadakan webinar mengenai desain grafis dan materi editing lainnnya dengan Defri sendiri sebagai pemateri atau mengundang para kreator TikTok untuk menjadi pemateri dalam webinar tersebut. Selain itu, kegitan sosial pun kerap diadakan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Harapannya, Ruang Edit dapat terus berkembang untuk mewadahi siapa saja yang ingin belajar mengenai desain grafis, fotografi, maupun videografi dari awal sampai mahir. Lebih dari itu, melahirkan banyak kretor muda yang berkualitas serta dapat mengamalkan ilmunya kepada banyak orang.

 

Referensi: Wawancara | Instagram @ruang__edit

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini