Wajib Coba Kraca, Menu Takjil Khas Purwokerto

Wajib Coba Kraca, Menu Takjil Khas Purwokerto
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Saat bulan puasa, takjil pasti menjadi incaran GoodMates karena kehadirannya yang cukup spesial, hanya ada di setiap bulan Ramadhan. Menjelang magrib, banyak takjil berupa makanan maupun minuman yang dijual oleh masyarakat di pasar ataupun di pinggiran jalan. Salah satu jenis takjil yang cukup hits di kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah ada takjil yang biasa disebut kraca. 

Kraca ini merupakan makanan olahan dari keong kecil yang biasa didapat dari sawah. Kemudian diolah dengan rempah-rempah pilihan dan dimasak dengan bumbu kuah gurih pedas. Kraca ini menjadi masakan yang laris dan menjadi incaran warga Purwokerto sebagai menu berbuka puasa. Selain enak rasanya, masyarakat lebih prefer membeli kraca karena pengolahannya yang cukup ribet bila harus membuat sendiri.

Oh ya, GoodMates tau nggak sih dalam mengolah kraca itu nggak bisa sembarangan. Biasanya sebelum di masak, kraca yang berupa keong mentah harus dicuci hingga bersih kemudian direndam air semalaman. Lalu, ujung cangkangnya dilubangi atau dipecah pada bagian belakangnya. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan agar bumbu meresap ke dalam sehingga saat dimasak, daging dalamnya matang dan berbumbu. Setelah itu, keong dibersihkan dan dicuci berkali-kali agar bersih. Selanjutnya, kraca siap diolah dan dimasak.

Untuk memasak kraca awalnya tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan kemudian masukkan keong yang sudah dicuci bersih. Setelah bumbu meresap kemudian diberi air dan direbus hingga kurang lebih empat sampai lima jam. Setelah itu, kraca dengan citarasa lezat, pedas, dan segar serta tekstur lunak siap dihidangkan.

Adapun cara memakan kraca ini cukup unik. GoodMates harus mengeluarkan daging di dalam cangkang dengan disruput. Atau dengan menyedot keong yang sudah dibuang penutupnya atau bisa dicungkil menggunakan lidi, tusuk gigi, ataupun gigi garpu. 

Kraca ini tidak hanya ada disaat bulan Ramadhan. Akan tetapi, saat bulan Ramadhan, esensi kraca ini sebagai takjil lebih dikenal dan makanan ini justru menjadi hidangan favorit saat berbuka puasa Ramadhan. Bahkan berdasarkan pembicaraan dengan penjual kraca, terdapat kenaikan jumlah penikmat kraca hingga lima hingga enam kali lipat daripada hari biasanya. 

Banyak warga Purwokerto, Banyumas mengkonsumsi kraca untuk hidangan berbuka puasa dan menjadikan kraca sebagai hidangan favorit karena kandungan gizi kraca yang tinggi protein, tetapi rendah kolesterol. Oleh karena itu, kraca ini cocok bagi mereka yang berpuasa untuk memulihkan tenaga.

Jika GoodMates ingin membawa kraca sebagai oleh-oleh atau dibawa keluar kota, bisa saja, tetapi makanan tersebut hanya bisa bertahan antara satu hingga dua hari. Jadi ada baiknya membeli kraca saat baru dimasak dan sebelum dinikmati harus dipanaskan terlebih dahulu.

Wah, ternyata ada ya, jenis takjil seperti kraca yang unik ini karena berbahan dasarnya yang tidak biasa, berupa keong dari sawah. Bagi GoodMates asli Purwokerto sudah pernah coba belum, nih? Di antara kalian, apakah tertarik untuk mencoba kraca jika berkunjung ke Purwokerto?

 

Referensi: Tribun Travel | Suara Merdeka

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini