Ketika Jepang Mengambil Pelajaran dari Fenomena JKT48

Ketika Jepang Mengambil Pelajaran dari Fenomena JKT48
info gambar utama

Siapa sangka, video musik baru yang dirilis oleh JKT48, menjadi buah bibir di Jepang, karena grup saudari dari AKB48 Jepang tersebut lebih memilih gaya K-pop (Korea) daripada J-pop (Jepang).Video yang danceable tersebut, sejak dirilis pada bulan Juni 2022 lalu, telah ditonton lebih dari 2,4 juta kali, tercepat untuk JKT48.

JKT48 didirikan pada tahun 2011 sebagai sister group dari AKB48 yang lahir di Akihabara, Tokyo. Lebih dari 10 tahun sejak debutnya, video yang rilis terbaru tersebut merupakan perubahan arah bagi JTK48, yang awalnya dikenal menyanyikan lagu-lagu AKB48 versi bahasa Indonesia.

J-pop sendiri tidak dapat memastikan peluang masa depan untuk JKT48, kata perusahaan manajemen grup tersebut, karena musik, film, dan drama televisi Korea Selatan telah berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 2010-an.

Dari 7,8 miliar unggahan Twitter yang terkait dengan K-pop di seluruh dunia pada tahun 2021, tweet terbanyak berasal dari Indonesia, menurut laporan dari Twitter. Jepang tidak memiliki kehadiran yang kuat di kancah hiburan nasional Indonesia.

Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa Korean Cultural Center / KCC (Pusat Kebudayaan Korea) memainkan peran utama untuk meningkatkan citra global Korea. Bekerja sama dengan Korea Creative Content Agency (Badan Konten Kreatif Korea) yang bertugas mempromosikan film dan musik Korea Selatan, KCC telah mendirikan kantor-kantor perwakilan di pasar utama global, yakni di AS, Eropa, dan Asia untuk menyusun strategi di setiap wilayah. Tagline mereka adalah "All-Korea". Di Jakarta, kantor KCC berhubungan dekat dengan agensi hiburan besar Korea Selatan, karena mereka berada di gedung yang sama.

BTS dan mobil listrik Hyundai | Hyundai
info gambar

Showroom produsen mobil Korea Selatan Hyundai Motor di Indonesia pun sering dipadati pengunjung muda. Hal ini tak lepas dari peran salah satu pelaku industri kreatif Korea, BTS, yang menjadi salah satu brand ambassador pabrikan mobil raksasa dari Korea tersebut. BTS juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, sambil 'mengiklankan' mobil listrik buatan Hyundai. Indonesia adalah negara muda, dengan rata-rata usia penduduk sekitar 30 tahun. Menggabungkan perangkat lunak dan perangkat keras, Korea Selatan berusaha menciptakan reputasi di mata masyarakat Indonesia sebagai negara maju.

Banyak orang Indonesia yang menganggap "keren" untuk terpapar budaya Korea Selatan, dan ini menstimulasi konsumsi produk Korea Selatan. Salah satu contoh terbaru adalah bagaimana Hyundai telah menguasai lebih dari 90% pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Sejak akhir 1990-an, Gelombang Korea, atau kita kenal dengan “Hallyu”, telah mendapatkan momentum bergerak cepat ke berbagai penjuru dunia. Negara ini telah menikmati kesuksesan fenomenal dalam mengekspor budaya populernya ke seluruh dunia, diuntungkan dari pertumbuhan internet, smartphone, dan streaming video online yang berhasil mereka manfaatkan secara maksimal. Banyak orang dari berbagai benua di dunia yang makin akrab dengan K-pop dan K-drama, salah satunya hit Netflix di akal pandemi, Squid Game. Belum lagi yang telah populer sebelumnya. (Bahkan drakor populer Winter Sonata yang dirilis pada tahun 2002, menjadi serial paling digemari di Jepang).

Winter Sonata, sangat populer di Jepang | Winter Sonata
info gambar

Meski telah terbukti berhasil, Korea terus menerus melakukan branding ke seluruh dunia. Kita belum tahu, apa strategi mereka di masa depan, melihat bahwa saat ini pun mereka sudah begitu berhasil.

Jepang juga punya strategi branding, yang diberi nama "Cool Japan", yang bertujuan untuk membangun reputasi Jepang di luar neger melalui budaya. Namun strategi ini dirasa masih belum berhasil, karena, seperti dilaporkan oleh Nikkei Asian Reviews, tidak jelas siapa yang memegang kendali secara terpusat. Misalnya, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri bertanggung jawab atas promosi konten di luar negeri, sedangkan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi bertanggung jawab atas penyiaran. Jepang hampir tidak membuat komitmen nasional untuk membangun brandingnya secara terarah, seperti yang dilakukan Korea.

Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, yang dibangun melalui bantuan pembangunan resmi Jepang, mulai beroperasi pada 2019. Meskipun kereta bawah tanah yang tenang, bersih dan tepat waktu menunjukkan dan merepresentasikan sentuhan Jepang, namun para pengguna MRT Jakarta jarang dapat melihat iklan perusahaan Jepang di dalam stasiun, maupun di dalam kereta.

Pada bulan Mei, Kementerian Luar Negeri Jepang merilis temuan survei di negara-negara ASEAN yang menunjukkan bahwa 51% responden ingin tahu lebih banyak tentang budaya Jepang, sedangkan minat tertinggi terkait dengan Jepang masih berhubunga dengan sains dan teknologi.

Jepang menyadari bahwa pengaruh Jepang di Asia Tenggara telah melemah dari masa ke masa. Jepang telah dikalahkan oleh China dalam perdagangan dan investasi dan dengan cepat dikalahkan oleh Korea Selatan dalam hal budaya .

Belajar dari perubahan arah girlband Indoensia JKT48 yang kini lebih memilih jalur K-Pop, Jepang mungkin perlu mempertimbangkan kembali strateginya untuk mendapatkan kembali pijakan yang hilang melalui penggunaan konten budaya yang lebih baik.

Sumber:

Writer, Staff. “Japan May Change Cultural Strategy, Learning from Indonesia's JKT48.” Nikkei Asia, Nikkei Asia, 27 Aug. 2022, https://asia.nikkei.com/Spotlight/Comment/Japan-may-change-cultural-strategy-learning-from-Indonesia-s-JKT48.

Rymer, Andrew. “Schroders Plc.” From Squid Game to Semiconductors – Why South Korea's Future Remains Bright, 25 Aug. 2022, https://www.schroders.com/id/uk/pensions/insights/markets/from-squid-game-to-semiconductors--why-south-koreas-future-remains-bright/.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini