Kenali 8 Mobil Listrik Buatan Indonesia, Tidak Kalah Canggih

Kenali 8 Mobil Listrik Buatan Indonesia, Tidak Kalah Canggih
info gambar utama

Penggunaan mobil listrik sebagai pengganti mobil konvensional sudah marak terjadi belakangan ini. Berbagai jenama mobil listrik dunia bahkan sudah memasukkan produknya ke Indonesia. Namun, tahukah GoodMates bahwa mobil listrik buatan anak bangsa sudah ada jauh sebelum mobil listrik buatan luar negeri tersebut eksis.

Berbeda dengan mobil konvensional yang berbahan bakar bensin atau bensin, mobil listrik digerakkan oleh sumber energi listrik yang berasal dari baterai yang bisa diisi ulang. Baterai tersebut menyimpan listrik yang akan menggerakkan mesin dan memutar roda mobil. 

Mobil listrik digadang-gadang sebagai inovasi dunia otomotif yang berakselerasi lebih cepat. Sebab itu, mobil listrik diyakini lebih ringan untuk dikendarai dibandingkan mobil berbahan bakar tradisional.

Anak-anak bangsa juga telah mengupayakan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Beberapa nama mobil listrik buatan tanah air mulai didengar sejak tahun 2012. Berikut ini delapan mobil listrik buatan Indonesia yang perlu GoodMates simak.

Baca Juga: Fitur WhatsApp Business Search Segera Hadir, Indonesia Dapat Akses Lebih Awal

1. Mobil Listrik Tucuxi

Tucuxi menjadi mobil listrik pertama buatan Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2012. Mobil listrik ini merupakan hasil pengembangan Ricky Elson, pria lulusan Institut Teknologi Sepuluh November dan University of Michigan. Proyek pengembangan Tucuxi berada di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang dipimpin oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN saat itu.

Nama Tucuxi diambil dari salah satu mamalia laut lumba-lumba. Hal ini karena desainnya yang berbentuk oval pada bagian depan, mirip dengan lumba-lumba. Mobil yang didominasi oleh warna merah ini memiliki kecepatan tempuh hingga 200 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 400 km.

Sayangnya, pengembangan Tucuxi terhenti lantaran tidak lolos uji emisi. Saat Dahlan Iskan menguji Tucuxi dari Solo ke Surabaya, ia mengalami kecelakaan di Magetan. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh masalah pada sistem pengereman.

2. Bus Listrik Ahmadi

Pada tahun yang sama dengan pengembangan Tucuxi, Dahlan Iskan juga mengembangkan bus listrik. Dalam proyek ini, Dahlan menunjuk Dasep Ahmadi—alumnus ITB dan pendiri PT Sarimas Ahmadi Pratama. Bus Listrik Ahmadi memiliki panjang 12 meter dan bisa menampung sebanyak 60 penumpang.

Dari segi kecepatan, bus listrik buatan Indonesia ini bisa melaju dengan kecepatan maksimal 80 km/jam. Sementara itu, jarak tempuh maksimalnya ialah 130 km. Bus Listrik Ahmadi memiliki 36 baterai lithium-ion berkapasitas 21 kWh, sehingga hanya dibutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk pengisian baterai secara maksimal.

3. Mobil Listrik Evina

Mobil Listrik Evina merupakan hasil gagasan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Sarimas Ahmadi Pratama milik Dasep Ahmadi. Nama Evina disingkat dari Electric Vehicle Indonesia. Evina dibuat dengan konsep city car, sehingga bentuknya relatif mungil dibandingkan mobil lainnya.

Evina mampu menempuh kecepatan maksimum 120 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 135 km. Sementara itu, jenis baterai yang digunakan ialah lithium-ion dengan kapasitas 21 kWh. Evina terbilang hemat, mobil ini hanya menyedot listrik sekitar 2,4 kWh dalam setiap pengisian baterai selama tiga jam pada tegangan AC 220 volt.

Baca Juga: Inovasi Tokoh Indonesia Pada Perkembangan Teknologi Dunia

4. Mobil Listrik Selo

Selo merupakan mobil listrik generasi kedua dari Tucuxi yang dikembangkan oleh Ricky Elson, pria asal Sumatra Barat. Selo hadir dengan gaya mobil sport mewah yang mengingatkan kita dengan mobil kenamaan Lamborghini. Selo dipersiapkan untuk dipertunjukkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Bali tahun 2013.

Selo memiliki 182 tenaga kuda dan torsi maksimal 130 kw. Mobil ini mampu menjelajah hingga jarak maksimal 250 km. Untuk pengisian baterai, Selo hanya membutuhkan waktu empat jam saja.

5. Mobil Listrik Gendhis

Masih dari tangan dingin Ricky Elson, lahirlah mobil listrik buatan Indonesia selanjutnya yang bernama Gendhis. Mobil ini berjenis MPV premium, mirip Toyota Alphard, dengan kapasitas penumpang sebanyak tujuh orang. Uniknya, Gendhis memiliki pintu bergaya sliding doors yang dapat memudahkan penumpangnya keluar-masuk mobil.

Gendhis pernah dipamerkan pada KTT APEC tahun 2013 dan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. Saat dipamerkan, Gendhis mendapat perhatian publik. Namun, mobil listrik ini hanya berakhir sebagai prototipe saja dan belum ada informasi terbaru terkait pengembangan Gendhis lebih lanjut.

6. Mobil Listrik Hevina

Berbeda dengan mobil listrik lainnya, Hevina hadir dengan konsep sedan yang minimalis. Hevina merupakan hasil pengembangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hevina pertama kali diperkenalkan bertepatan dengan hari ulang tahun LIPI pada tahun 2013. 

Hevina menggunakan kerangka dasar sasis Timor 97. Sedan listrik ini memiliki tenaga motor listrik sebesar 62 daya kuda dan torsinya mencapai 156 Nm. Selain itu, Hevina mampu melaju hingga kecepatan maksimum 140 km/jam.

7. Mobil Listrik Si Elang

Mobil listrik Indonesia selanjutnya bernama Si Elang buatan mahasiswa Jurusan D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar), Kota Magelang, Jawa Tengah. Nama Si Elang merupakan hasil singkatan dari Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline. Menariknya, Si Elang memiliki roda tiga dengan panjang 265 cm, tinggi 75 cm, dan berat 106 kg.

Si Elang terbuat dari bahan besi galvanis dimensi 3×6 dan tebal 1,4 milimeter. Untuk penggeraknya, Si Elang ditenagai motor listrik berkekuatan 350 watt. Dengan daya itu, Si Elang mampu melesat sejauh 40 km/jam dan bertahan selama tiga jam.

8. Hyundai Ioniq 5

Baru-baru ini Hyundai resmi merilis mobil listrik terbarunya yang bernama Hyundai Ioniq 5. Mobil listrik ini diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat dan menjadi mobil listrik murni atau battery electric vehicles (BEV) pertama buatan Indonesia. Saat ini, Hyundai Ioniq 5 sudah dapat dibeli di pasaran.

Hyundai Ioniq 5 mengusung konsep ramah lingkungan. Mobil ini difasilitasi fitur solar panel untuk memenuhi kebutuhan pasokan listriknya. Selain itu, material jok Hyundai Ioniq 5 juga terbuat dari bahan terbarukan yang terbuat dari botol PET daur ulang. 

Baca Juga: Serba-serbi Cara Beralih ke Siaran TV Digital

GoodMates, itulah tadi delapan mobil listrik buatan Indonesia. Hingga saat ini, inovasi teknologi di tanah air terus dikembangkan oleh anak bangsa. Bagaimana dengan GoodMates, siapkah kamu berkontribusi untuk kemajuan teknologi dalam negeri?

Referensi: edfenergy.com | Kompas.com [1], [2], [3] | oto.detik.com [1], [2], [3], [4] 

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini