i-Car, Mobil Listrik Tanpa Pengemudi Buatan ITS

i-Car, Mobil Listrik Tanpa Pengemudi Buatan ITS
info gambar utama

Indonesia tak akan pernah kehabisan orang-orang yang ahli dalam inovasi bidang teknologi terutama. Sumber daya manusia di Indonesia memang kerap diremehkan. Namun, semua itu dibalas dengan hadirnya i-Car.

Institut Teknologi September atau ITS menjadi tempat dibuatnya i-Car. i-Car merupakan nama dari sebuah mobil listrik yang di desain dapat berjalan tanpa adanya pengemudi.

Diluncurkan tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, i-Car selain hadir sebagai bentuk hasil inovasi baik yang mampu Indonesia buat ditengah kekhawatiran akan pandemi Covid-19 juga sebagai salah satu kado terbaik untuk Indonesia.

Dengan kombinasi dari teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), i-Car hadir dengan berbagai keunggulan, seperti meminimalisir risiko kecelakaan dengan dapat memperlihatkan potensi bahaya sehingga mencegah tabrakan, dan tenaga penggerak listrik yang optimal.

Hal yang tak kalah menarik dari i-Car ada pada sensor. Sensor tersebut, meliputi Global Positioning System (GSP) dan Light RADAR (LiDAR). Kedua sensor itu dikombinasikan bersama sebuah kamera dengan resolusi tinggi yang berguna untuk pengumpulan data.

Pengumpulan data digunakan sebagai bagian analisis big data yang kemudian diproses oleh computer dengan spesifikasi tinggi pada mobil. Keberhasilan i-Car berkat tangan-tangan kolaborasi total lebih dari 30 ahli, golongan professor, doktor, hingga master serta beberapa mahasiswa ITS yang ikut terlibat dalam pembuatan i-Car.

Terhitung proses pembuatan i-Car berlangsung selama enam bulan, termasuk ketika sudah terbentuk tim, siapa saja yang akan berkontribusi didalamnya. Kemudian, produksi i-Car mencapai tiga bulan. Cukup singkat, bukan?

Melansir dari ITS, i-Car akan dioperasikan sebagai mobil komuter dalam area kampus ITS yang dapat digunakan mahasiswa untuk pergi ke halte dengan menggunakan i-Car yang dapat dipanggil melalui aplikasi i-Car.

Ketika ingin memanggil i-Car pun tak hanya pada area halte, tetapi juga dapat dipanggil pada area-area yang menjadi titik jangkauan mobil pintar ini. Jangkauannya memang masih kecil karena i-Car dirancang untuk pergi menuju halte ke halte.

Para pengembang i-Car pun berharap operasional i-Car dapat menjangkau area yang lebih luas. Terlebih lagi, i-Car adalah mobil listrik, yang mana ini baik untuk menjaga lingkungan dari polusi, mengurangi emisi dan penggunaan bahan bakar, bensin.

Tak kalah membanggakan, i-Car bahkan tergolong ada pada level tiga dan empat berdasarkan United States National Highway Traffic Safety Administration dan Society of Automotive Engineers Autonomous Driving Grading Standard.

Hal tersebut diartikan bahwa pengoperasian mengemudi, pengenalan lingkungan dengan basis sistem, dan otomatisasi i-Car yang sudah berada pada level kondisional dan optimal. Kendali kemudi i-Car secara otomatis akan berpindah pada penumpang. Selain itu, ketika kamu dalam kondisi darurat, kemudi akan berubah menjadi manual.

Bertambahnya inovasi mobil listrik di Indonesia tentunya menjadi salah satu bukti akan kemampuan dan kehebatan orang-orang Indonesia dibalik pembuatan suatu mobil listrik. Terlebih lagi, i-Car melibatkan mahasiswa ITS di dalamnya untuk ikut menciptakan mobil pandai ini.

Kehadiran i-Car begitu bermanfaat dan menarik sekali, bukan? Dengan demikian, Indonesia dapat dikatakan mulai mampu untuk bersaing dalam bidang teknologi dikancah internasional melalui hadirnya inovasi-inovasi menarik ini.

Referensi: ITS | Kompas

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini