Indonesia Gunakan Mikroba untuk Genjot Produksi Kayu Termahal di Dunia yang Terancam Punah

Indonesia Gunakan Mikroba untuk Genjot Produksi Kayu Termahal di Dunia yang Terancam Punah
info gambar utama

Indonesia kini tengah berupaya untuk mengembangkan budidaya kayu gaharu. Caranya adalah dengan menggunakan mikroba.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset untuk mengoptimalkan produksi kayu gaharu. Caranya yaitu dengan membuat gaharu artifisial melalui bio-induksi berbasis mikroba.

Lewat riset ini, BRIN berupaya mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas risetnya menghasilkan produk berkualitas yang bernilai ekonomi. Diharapkan nanti produk tersebut bisa dikomersialisasikan oleh pihak swasta.

Bukan tanpa alasan BRIN menjalankan riset dan mengembangkan budidaya gaharu artifisial menggunakan mikroba. Kayu gaharu adalah benda bernilai ekonomi sangat tinggi, sehingga budidaya yang produktif pun akan mendatangkan keuntungan.

"Gaharu memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat besar sehingga harus dapat terus dikembangkan, dan harapannya dengan kerja sama, kita bisa mengisi area-area mana yang bisa secara riset dapat meningkatkan valuasi atau menyelesaikan masalah di industri,” ujar Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN Ahmad Fathoni seperti dilansir Antara.

Riset dan pengembangan seperti yang dilakukan BRIN menjadi semakin penting karena keberadaan pohon gaharu di alam semakin sedikit. Peneliti BRIN Asep Hidayat bahkan menyebut gaharu kini terancam punah.

"Nilai jualnya (gaharu) yang sangat tinggi dan permintaan dunia sangat tinggi, maka eksploitasi juga akan tinggi. Akibatnya keberadaan kayu gaharu di alam terus menurun menuju terancam punah," kata Asep.

Budidaya gaharu sendiri sejauh ini sudah dijalankan oleh perusahaan. Di sini, peran BRIN lewat risetnya dibutuhkan untuk membuatnya semakin optimal dan prodiktif.

Kemuzuran Wallace Singgah ke Lombok dalam Perjalanan Penemuan Teori Evolusi

Nilai Mahal Kayu Gaharu

Gaharu adalah tanaman yang banyak tumbuh di Asia Tenggara dan Selatan. Khusus di Indonesia, sebagian besar gaharu berjenis Di Indonesia pohon Gaharu lebih banyak berjenis Aquilaria Berccariana.

Kayu adalah bagian paling bernilai dari tanaman gaharu. Kayu gaharu yang menghasilkan wewangian biasa diolah menjadi parfum. Selain itu, kayu gaharu juga kerap digunakan sebagai ritual dalam upacara adat dan keagamaan. Ada pula catatan yang menyebutkan gaharu dapat digunakan sebagai obat.

Karena wanginya yang khas dan manfaatnya yang besar, gaharu menjadi komoditi yang berharga sangat mahal. Menurut catatan CNBC Indonesia, harga kayu gaharu bisa mencapai 100 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 1,5 miliar.

Kayu gaharu sudah lama dikenal sebagai komoditas dagang yang bernilai. Perdagangan kayu gaharu bahkan sudah ada sejak era Kerajaan Sriwijaya. Pada masa eksisnya antara eksis abad ketujuh hingga sembilan masehi, Kerajaan Sriwijaya mengekspor kayu gaharu hingga ke Arab.

Belajar Ketahanan Pangan dari Uma Lengge: Penyelamat dari Bencana Kelaparan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini