Tidak Sulit, Begini Cara Kurangi Sampah Makanan!

Tidak Sulit, Begini Cara Kurangi Sampah Makanan!
info gambar utama

Sampah jadi satu dari sekian banyak permasalahan yang kerap terjadi di hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Sering disepelekan, padahal dampak yang dihasilkan cukup mengerikan. Apalagi kalau jumlahnya capai hampir 50 ton.

Berdasarkan data BKP Kementan, total sampah makanan pada tiap tahunnya sebanyak 23 juta - 48 juta ton, ini setara dengan 115 - 184 kilogram per kapita. Kebanyakan sampah makanan datang dari kota-kota besar.

Sungguh miris, ya, Kawan, masyarakat masih belum bisa membedakan sampah-sampah yang ada. Mayoritas mengira sampah makanan tak begitu berarti dan dapat dibuang di mana saja. Padahal tak semudah itu.

Tentunya lingkungan pun makin muram karena sampah makanan dapat meningkatkan jumlah polusi udara dan memicu emisi gas rumah kaca yang besar serta 25 kali lebih berbahaya daripada karbon dioksida. Tentu Kawan tak asing bukan dengan efek gas rumah kaca?

Berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrem. Aktivis climate change pun perlu dikerahkan untuk ikut serta bantu atasi sampah makanan bersama. Daripada membuang makanan, Kawan harus lebih bijak memilahnya dengan baik. Berikut cara mengurangi sampah makanan.

  1. Habiskan Makanan yang Kawan Makan

Jika Kawan memiliki kebiasaan yang gemar menyisihkan makanan yang dimakan, maka jangan kembali Kawan ulangi, ya! Tanggung jawab terhadap makanan Kawan untuk menghabiskannya tanpa sisa.

Hal sederhana ini mudah, tetapi banyak yang abai. Sedikit apapun makanan yang disisihkan akan memiliki dampak tersendiri. Perhatikan kembali porsi makan masing-masing agar sesuai sehingga tak lagi bersisa.

  1. Simpan Saja Sisa Makanannya

Kemudian ketika Kawan sudah terlanjur mengambil makanannya maupun membeli dan sudah tak sanggup menghabiskannya, alangkah lebih baik untuk menyimpan makanan tersebut untuk kembali dikonsumsi esok hari. Jika makanan yang disantap dari restoran, maka minta saja untuk dibungkus. Jangan langsung dibuang maupun ditinggalkan.

  1. Pilih Makanan yang Disukai

Kalau Kawan hanya sekadar coba-coba dan sudah tahu jika tak akan menghabiskan makanan tersebut, maka lebih baik tak usah dibeli. Tindakan yang gemar mencoba-coba cenderung pada ketidaksukaan yang berujung tak menghabiskan makanan tersebut. Ketika Kawan membeli makanan yang disukai, sudah pasti lebih berpotensi tak menimbulkan sisa makanan.

  1. Melakukan Pengomposan

Kompos jadi salah satu cara baik yang dapat Kawan lakukan. Mengompos sisa-sisa makanan yang ada dapat diubah jadi pupuk yang bermanfaat pada kesuburan tanaman. Tak hanya dari sisa bahan makanan, sisa ampas kopi, misalnya pun dapat Kawan ubah jadi kompos.

  1. Perhatikan Tanggal Kadaluarsa

Terakhir dan tak kalah penting, kebanyakan orang lupa untuk selalu cek tanggal kadaluarsa produk makanan yang dibeli. Alhasil karena terlalu sering makan diluar, makan-makanan dirumah terlupakan hingga waktunya kadaluarsa. Ini jadi penyumbang sampah makanan terbanyak. Makanan yang terbuang sia-sia ini tentu sangat disayangkan, bukan? Rajin-rajin cek tanggal kadaluarsa, ya.

Itu dia cara-cara yang bisa Kawan lakukan untuk turut membantu mengurangi sampah makanan di Indonesia. Permasalahan sampah makanan tentu jadi permasalahan bersama. Dengan berkomitmen ingin menumpaskan limbah makanan.

Sama dengan Kawan membantu berikan dampak baik pada lingkungan. Selain itu, turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya zero hunger, responsible consumption and production, dan climate action.

Kawan hidup di dunia yang sama. Jangan sampai ada kesenjangan lingkungan sehat dan tak sehat. Semua ingin berada pada lingkungan yang sehat, bukan? Maka salah satu cara merealisasikannya tentu dengan bersama-sama atasi sampah makanan.

Referensi: Instagram @iris.co.id |Merdeka

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini