Mengenal Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Mengenal Sejarah Kerajaan Sriwijaya
info gambar utama

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim di Nusantara pada masanya. Kerajaan yang berpusat di pulau Sumatra ini memiliki corak Buddha yang khas, serta maritim sebagai sektor andalan.

Kerajaan Sriwijaya diperkirakan muncul pertama kali abad ke-7 masehi. Pernyataan ini didasari oleh catatan perjalanan seorang biksu bernama I Tsing. Pada catatan tersebut, sang biksu bercerita jika ia pernah singgah di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 selama 6 bulan.

Detail kisah pendirian Kerajaan Sriwijaya masih belum sepenuhnya terpecahkan oleh peneliti. Hal ini tidak lepas tidak adanya struktur genealogis yang tersusun rapi pada setiap peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Menurut beberapa sumber, nama Sriwijaya berasal dari dua kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu “Sri” dan “Wijaya”. Kata “Sri” memiliki arti “cahaya atau bercahaya”, sedangkan “Wijaya” memiliki arti “kejayaan atau kemenangan”. Jika digabungkan, kedua kata tersebut akan mempunyai arti “kemenangan yang gemilang” atau bisa juga diartikan “cahaya kemenangan”.

Letak Kerajaan Sriwijaya

Letak pasti Kerajaan Sriwijaya masih diperdebatkan sampai saat ini. Mayoritas masyarakat menduga jika kerajaan ini berpusat di Palembang, Sumatra Selatan.

Sementara itu, beberapa peneliti berpendapat bahwa identitas Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim membuat kerajaan ini sering berpindah tempat, sehingga para peneliti sulit menyimpulkan mana letak pasti kerajaan ini. Menurut para peneliti, Kerajaan Sriwijaya pernah berpusat di Kedah, Muara Takus, serta kota Jambi.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia pada 2013 silam, ditemukan sejumlah situs candi bercorak Buddha di daerah Muaro Jambi. Candi-candi tersebut diduga menjadi tempat para cendekiawan Buddha dan biksu. Pada masa Kerajaan Sriwijaya, cendekiawan Buddha dan biksu memang banyak ditampung oleh pihak kerajaan, serta sering ditempatkan pada sejumlah candi.

Raja-Raja yang Pernah Memimpin Kerajaan Sriwijaya

Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Janayasa atau yang dikenal dengan nama Sri Janayasa. Keterangan ini berasal dari salah satu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Bangka. Menurut Prasasti Kedukan Bukit, raja Sri Janayasa diyakini berasal dari Minanga Tamwan. Adapun lokasi persisnya masih diperdebatkan hingga sekarang.

Setelah raja Sri Jayanasa, raja dari Kerajaan Sriwijaya pun silih berganti. Adapun raja-raja tersebut adalah:

  • Indrawarman (702 M)
  • Rudra Wikrama (728-742 M)
  • Sanggramadhananjaya (775 M)
  • Dharanindra/Rakai Panangkaran (778 M)
  • Samaragrawira/Rakai Warak (782 M)
  • Dharmasetu (790 M)
  • Samaratungga/Rakai Garung (792 M)
  • Balaputradewa (856 M)
  • Sri Udayadityawarman (960 M)
  • Sri Wuja atau Sri Udayadityan (961 M)
  • Hsiae-she (980 M)
  • Sri Cudamani Warmadewa (988 M)
  • Malayagiri/Suwarnadwipa (990 M)
  • Sri Marawijayottunggawarman (1008 M)
  • Sumatrabhumi (1017 M)
  • Sri Sanggrama Wijayatunggawarman (1025 M)
  • Sri Dewa (1028 M)
  • Dharmawira (1064 M)
  • Sri Maharaja (1156 M)
  • Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1178 M)

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya didapat di masa kepemimpinan raja Balaputradewa (856 M). Saat itu, Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai jalur perdagangan strategis di sekitar Selat Malaka, Semenanjung Malaya, dan Selat Sunda.

Penguasaan terhadap jalur perdagangan maritim membuat Kerajaan Sriwijaya mendapatkan banyak pemasukan, terutama dari pajak kapal-kapal yang melewati jalur perdagangan mereka. Banyaknya pemasukan itu membuat rakyat di masa raja Balaputradewa begitu makmur.

Tidak hanya dari aspek maritim, kejayaan Kerajaan Sriwijaya juga mencakup aspek politik, ekonomi, dan agama. Khusus pada aspek politik, Kerajaan Sriwijaya berhasil menjalin mendapatkan wilayah kekuasaan yang luas, sehingga dianggap sebagai kerajaan nasional terbesar pertama di Nusantara. Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya pun terus berlanjut sampai masa kekuasaan raja Sri Marawijayottunggawarman (1008 M).

Faktor Pendukung Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Setidaknya ada tiga faktor pendukung kejayaan Kerajaan Sriwijaya, khususnya pada aspek kemaritiman. Ketiga faktor itu adalah:

1. Letak Kerajaan yang Strategis

Menurut beberapa sumber, Kerajaan Sriwijaya pernah berlokasi di dekat tepi Sungai Musi. Lokasi tersebut sangat strategis karena berada persis di wilayah perdagangan dan pelayaran internasional. Hal inilah yang membantu Kerajaan Sriwijaya meraih kejayaan pada aspek kemaritiman.

2. Memiliki Angkatan Laut yang Kuat

Memanfaatkan lokasi kerajaan yang strategis, Kerajaan Sriwijaya lantas membangun angkatan laut yang kuat. Adanya angkatan laut tersebut membuat Kerajaan Sriwijaya lebih aman dari gangguan di jalur pelayaran, serta lebih mudah mengontrol jalur perdagangan yang ada. Pada masa itu, angkatan laut Kerajaan Sriwijaya ditempatkan di berbagai pangkalan yang strategis.

3. Kemampuan dalam Menjalin Hubungan Luar Negeri

Tidak hanya berfokus menaklukan wilayah-wilayah di Indonesia, Kerajaan Sriwijaya juga rajin menjalin hubungan luar negeri dengan sejumlah negara. Misalnya Tiongkok, Arab, Filipina, Burma, Kamboja, Persia, dan India. Hubungan dengan sejumlah negara tersebut memiliki banyak manfaat terhadap Kerajaan Sriwijaya, salah satunya adalah menambah pemasukan kerajaan lewat cukai kapal dari negara-negara tersebut.

Selain tiga faktor di atas, masih ada beberapa faktor lain yang membuat Kerajaan Sriwijaya meraih kejayaan, yaitu:

  • Majunya kegiatan perdagangan antara India dan Tiongkok selama melintasi Selat Malaka, dimana hal tersebut secara tidak langsung memberi keuntungan bagi kerajaan Sriwijaya.
  • Beberapa hasil bumi dari kerajaan Sriwijaya merupakan komoditas perdagangan berharga bagi negara-negara lain.
  • Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam.

Peninggalan Penting Kerajaan Sriwijaya

Setiap kerajaan di Indonesia pasti memiliki peninggalannya masing-masing, termasuk Kerajaan Sriwijaya. Sebagian besar peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah candi dan prasasti. Adapun beberapa contohnya adalah:

  • Prasasti Talang Tuo
  • Prasasti Kedukan Bukit
  • Prasasti Kota Kapur
  • Prasasti Telaga Batu
  • Prasasti Karang Berahi
  • Candi Muara Takus
  • Candi Biaro Bahal IIIII

Faktor Penyebab Keruntuhan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mengalami masa keruntuhan pada abad ke-11. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, beberapa di antaranya adalah:

  • Adanya penyerangan dari Kerajaan Colamandala (India) secara berulang kali.
  • Banyaknya raja-raja taklukan Kerajaan Sriwijaya yang melepaskan diri.
  • Banyaknya bandar-bandar penting melepaskan diri dari Kerajaan Sriwijaya, sehingga menimbulkan kemunduran ekonomi dan perdagangan.
  • Adanya desakan dari Kerajaan Singasari dan Kerajaan Thailand.
  • Adanya serangan dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 yang membuat kerajaan Sriwijaya benar-benar runtuh.

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/pendiri-kerajaan-sriwijaya/

https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/30/204231679/kerajaan-sriwijaya-letak-raja-raja-masa-kejayaan-dan-peninggalan?page=all

https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/03/133543879/mengapa-kerajaan-sriwijaya-disebut-kerajaan-maritim?page=all

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito.

Terima kasih telah membaca sampai di sini