5 Fakta Menarik Kapal Djong Jawa, Kapal Penakluk Laut Asia

5 Fakta Menarik Kapal Djong Jawa, Kapal Penakluk Laut Asia
info gambar utama

Peninggalan masa sejarah masih menjadi salah satu keajaiban yang selalu diteliti keberadaannya. Indonesia merupakan negara dengan peninggalan sejarah yang beragam seperti prasasti, candi dan kitab, dan lainnya. Dikenal sebagai negara kepulauan, ternyata Indonesia memiliki peninggalan bahari dari masa lampau yaitu sebuah kapal laut yang sangat melegenda.

Seperti yang kamu ketahui, kapal pada zaman dahulu digunakan sebagai alat transportasi perdagangan antar pulau. Selain ukurannya yang mampu menampung banyak bawaan, kapal di kala itu juga digunakan sebagai sarana perang antar kerajaan. Kapal yang terkenal kala itu yaitu Kapal Djong yang berasal dari kepulauan Jawa.

Kapal Djong atau Jung atau “junk” merupakan kapal layar kuno yang berasal dari Jawa dan biasanya digunakan oleh pelaut Jawa dan Sunda. Kapal ini juga dikenal sebagai raksasa penguasa lautan nusantara. Karena keunikan dan sejarahnya yang sangat menarik, berikut Kawan GNFI rangkum 5 fakta unik dari Kapal Djong yang perlu kamu ketahui.

1. Dioperasikan oleh Kerajaan di Pulau Jawa

Kapal Djong Jawa, Kapal laut yang melegenda asal Indonesia

Sesuai dengan namanya, Kapal Djong Jawa dioperasikan untuk kerajaan-kerajaan yang terdapat di Pulau Jawa seperti Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Mataram, dan Kesultanan Kalinyamat.

Kapal ini kerajaan tersebut gunakan sebagai kapal angkut namun tidak jarang juga menggunakannya untuk kepentingan perang. Selain itu Kesultanan Mataram juga menggunakan Kapal Djong Jawa sebagai kapal dagang antar pulau ke pulau.

2. Bukti Kejayaan Maritim Masyarakat Jawa

Kapal Djong Jawa, Sebuah kapal laut yang melegenda asal Indonesia dibandingkan dengan Kapal Galleon

Perdagangan yang berpusat di pelabuhan Nusantara menjadi dorongan bagi masyarakat Jawa untuk terus mengembangkan taktik perdagangan mereka. Salah satunya adalah pengembangan kapal-kapal besar.

Kapal Djong Jawa ini merupakan salah satu bukti kejayaan maritim masyarakat Jawa saat itu. Kapal yang mulai dibuat sejak abad ke-8 ini dikenal sebagai kapal layar terbesar pada masanya. Nama "Djong Jawa" tersendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya Perahu Jawa dan dibuat berdasarkan kayu serta bahan-bahan setempat.

Baca Juga: Kisah Aliansi Pasukan Jawa Serang Portugis untuk Bebaskan Malaka

3. Rangka Kapal Tidak Menggunakan Paku

Kapal Djong Jawa, Sebuah kapal laut yang melegenda asal Indonesia berada pada relief Candi Borobudur

Bagian istimewa Kapal Djong Jawa ini adalah rangka kapalnya yang tidak menggunakan paku. Kapal ini terdiri dari empat tiang layar dan dinding, rangka kapal tersebut juga dibuat menggunakan gabungan dari empat lapis kayu. Lapisan tersebut mampu menahan dari tembakan-tembakan meriam kapal Portugis sebagaimana salah satu fungsinya juga kapal ini merupakan kapal perang.

Karena ukurannya yang besar membuat Kapal Djong Jawa ini tidak dapat menepi ke daratan seperti kapal layar lainnya. Untuk bongkar muat kapal ini perlu membutuhkan kapal kecil sebagai sarana pembantunya. Kabarnya, kapal Djong Jawa ini memiliki ukuran yang melebihi ukuran Kapal Flor de La Mar, kapal terbesar milik Portugis dengan ukuran 4 hingga 5 kali lipatnya.

4. Terukir di Relief Candi Borobudur

Kapal Djong Jawa, Kapal laut yang melegenda asal Indonesia berada pada relief Candi Borobudur

Kapal Djong Jawa ini dikabarkan sudah terekam di relief Candi Borobudur. Pada candi tersebut terukir gambaran sebuah kapal besar dengan banyaknya orang yang menaiki kapal tersebut. Kerangka kapalnya pun hampir menyerupai deskripsi Kapal Djong Jawa.

Pada relief Candi Borobudur tersebut menggambarkan kapal besar yang sedang menerjang gelombang besar ketika berlayar jauh dari wilayah asalnya. Kapal yang juga digunakan untuk berdagang rempah asal Nusantara ini berpetualang sampai ke penjuru Asia Tenggara yang meliputi Kamboja, Thailand, Aceh, Malaka, dan Makassar.

5. Peradabannya Kian Menghilang di Masa VOC

Kapal Djong Jawa, Sebuah kapal laut yang melegenda asal Indonesia mulai dilarang dan dihancurkan oleh VOC

Hilangnya peradaban Kapal Djong Jawa ini disebabkan oleh kegagalan pembaruan dari kekuasaan Mataram. Pemerintahan Mataram jatuh pada Amangkurat I yang terlanjur menjalin perjanjian dagang dengan Belanda melalui VOC. Dalam perjanjiannya, pihak VOC diizinkan untuk membuka pos dagang di wilayah Mataram begitupun pihak Mataram. Untuk mencegah pemberontakan dari banyak pihak karena perjanjiannya yang sepihak, Amangkurat I menutup pelabuhan sampai-sampai menghancurkan kapal-kapal di kota-kota pesisir.

Keadaan semakin buruk ketika VOC menguasai pelabuhan-pelabuhan pesisir pada abad ke 18. VOC melarang kapal dengan bobot angkut melebihi 50 ton dan menempatkan pengawas dari pihak internal mereka di masing-masing kota. Karena hal tersebut, peradaban kapal Djong Jawa pun kini tinggal cerita, tidak ada yang dapat dikenang kembali selain sejarah dan cerita perjuangannya mengarungi lautan Nusantara ke penjuru Asia.

Itulah beberapa fakta mengenai Kapal Djong Jawa, jika keberadaannya masih ada hingga kini ukuran kapal tersebut hampir sama dengan kapal niaga pada masa kini. Dan semoga kamu semakin mengenal sejarah Indonesia dan bangga menjadi orang Indonesia melalui artikel singkat ini ya!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini