Hari Wayang Nasional, Diperingati Sebagai Bentuk Apresiasi Budaya

Hari Wayang Nasional, Diperingati Sebagai Bentuk Apresiasi Budaya
info gambar utama

Pada hari ini (7/11/22) diperingati sebagai Hari Wayang Nasional. Tentu Kawan tahu, bukan apa itu wayang? Wayang jadi salah satu budaya Indonesia yang patut untuk terus dilestarikan dan diketahui generasi-generasi muda Indonesia.

Ki Manteb Soedharsono adalah salah satu dalang atau budayawan Indonesia yang sangat memperjuangkan Hari Wayang Nasional. Selain itu, peran dari usulan masyarakat dan komunitas pewayangan Indonesia pula yang turut mencanangkan adanya peringatan ini.

Hari Wayang Nasional diperingati tanggal 7 November, tak terlepas dari peristiwa penting, yaitu penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tepatnya pada kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Kilas Sejarah Wayang

Awalnya wayang hanya sekadar hasil khayalan atau gagasan yang terlukis pada daun tal kemudian dengan alas kain putih dan sorot lampu, lukisan tersebut dipertontonkan melalui bayangan. Makin hari makin ada inovasi dari masyarakat, wayang tak lagi dilukis pada daun melainkan kulit sapi.

Wayang yang mulanya tak punya bentuk sebagaimana mestinya kini jadi bisa dibentuk. Ketika pertunjukkan, wayang ditancapkan pada potongan pohon pisang kemudian digerakkan oleh sang dalang untuk menceritakan cerita sejarah, seperti Ramayana.

Dulu hanya Raja Hyang Taja saja yang bisa menonton wayang, namun kini masyarakat biasa bisa menikmatinya. Tak hanya sebagai pertunjukkan saja, wayang juga digunakan untuk memperingati upacara nenek moyang pada daerah tertentu.

Jenis dan Filosofi Wayang

Melansir dari Jendela Kemendikbud, ada 100 jenis wayang yang asli dari Indonesia. Semua jenis tersebar dari Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sumatera. Tiap-tiap daerah memiliki jenis dan cerita wayang berbeda-beda, sesuai dengan kekhasan daeran masing-masing.

Ketika menonton pertunjukkan wayang pasti Kawan merasa khas mendengar iringan gamelan.Selain itu, cerita atau kisah yang disampaikan dalang pada perwayangan cenderung mengangkat kisah dewa dewi Hindu.

Tokoh pandawa lima, Arjuna, Bima, Yudistira, Nakula dan Sadewa akan kerap Kawan temui. Meskipun cerita yang dimainkan berasal dari India dan bukannya Indonesia. Akan tetapi, kisah yang disampaikan diubah dan telah disisipkan nilai-nilai luhur Nusantara.

Gamelan pada wayang dimainkan oleh pemain yang disebut sebagai nayaga, sedangkan pesinden sebutan bagi yang menyanyikan tembang. Harmoni yang dikeluarkan pada pertunjukkan wayang memiliki makna kalau ada banyak hal yang harus Kawan tahu dalam kehidupan ini. Baik, buruk, benar maupun salah jadi pengalaman yang tiap manusia pasti hadapi.

Bagaimana? Apakah Kawan sudah pernah menonton pertunjukkan wayang? Dapat dikatakan peminat dari penonton wayang cenderung sedikit. Terutama pada generasi muda. Sudah seharusnya tiap generasi Indonesia terus melestarikan kesenian dan budaya wayang.

Hadirnya wayang sebagai satu dari warisan yang memiliki makna akan refleksi kehidupan. Dalam tiap tokoh atau karakter wayang pun terkandung watak, nilai, dan sifat yang berbeda-beda dan unik.

Adanya Hari Wayang Nasional jadi simbol baik untuk selalu mengapresiasi budaya yang ada dan mengingat akan budaya Indonesia yang begitu berkaitan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Referensi: Tempo | Medcom | The Asian Parent | IDN Times

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini