Keripik Kelakai - Camilan Khas Masyarakat Dayak Kapuas yang Bisa Bikin Awet Muda

Keripik Kelakai - Camilan Khas Masyarakat Dayak Kapuas yang Bisa Bikin Awet Muda
info gambar utama

Keripik kelakai adalah camilan khas daerah Kapuas, Kalimantan Tengah yang terbuat dari daun muda tanaman Kelakai.

Tanaman Kelakai sendiri adalah salah satu tanaman ganggang yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak sebab ia dipercaya memiliki beragam khasiat seperti mengobati diare, menambah darah, dan menjaga kulit awet muda.

Tak hanya itu, untuk menambah nilai guna, kini Kelakai juga diolah menjadi berbagai macam kudapan khas, salah satunya keripik.

Sekilas Tentang Tanaman Kelakai

Menyadur Jurnal Daun, Vol 3, 2016 bahwa Tanaman Kalakai merupakan salah satu jenis tumbuhan yang termasuk plasma nuftah di Kalimantan Tengah. Tanaman ini adalah tanaman paku-pakuan yang tumbuh di daerah rawa gambut yang secara umum disebut lahan basah.

Tanaman ini memiliki sistem perakaran serabut dan cara penyebarannya dengan tunas dan sulur serta spora. Di Kalimantan Tengah tanaman Kelakai cukup mudah berkembang dan bila dibiarkan akan menutupi area yang cukup luas.

Kandungan gizi pada Kalakai merah seperti protein (2,36 %), serat kasar (4,44 %), lemak (0,11 %), abu (1,19 %), air (89,09 %), vitamin, mineral serta fitokimia lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Kalakai mengandung senyawa atau zat yang termasuk pangan fungsional.

Tanaman Kelakai Kaya Akan Khasiat

Tanaman Kelakai dikenali memiliki banyak khasiat seperti anti diare. Selain itu dipercayai masyarakat Dayak sebagai obat pereda demam, mengobati sakit kulit, penambah darah serta dipercaya bisa menjadi obat awet muda.

Secara spesifik, Tanaman Kalakai yang digunakan oleh suku Dayak untuk mengobati anemia belum pernah diteliti, tetapi memberikan bukti yang nyata secara empiris (etnobotani).

Kelakai juga berkhasiat mencukupi Fe pada ibu menyusui dan balita, pereda demam, mengobati sakit kulit, dan juga sebagai pencuci perut.

Tidak lupa, pucuk muda kelakai merupakan bahan masakan yang cukup lezat, yang di kalangan penduduk asli Kalimantan merupakan salah satu makanan favorit, di antaranya oseng kelakai, juhu kelakai, bening kelakai, dan lain-lain

Peluang Usaha Keripik Kelakai Menjadi Camilan Khas

Kelakai yang memiliki nama latin Stenochlaena palustris ini tidak hanya dijadikan sayuran, tetapi juga diolah menjadi keripik kelakai yang lezat. Proses produksinya ini dengan memanfaatkan daun kelakai yang masih muda.

Cara membuat penganan ini juga sangat mudah. Daun kelakai muda yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam adonan tepung bumbu dengan kekentalan tertentu, kemudian digoreng di atas minyak yang penuh dan panas.

Sesudah digoreng dan kering, keripik Kelakai pun siap untuk disantap. Lidah kalian akan meresapi perpaduan antara rasa gurih dan tekstur yang renyah.

Kini tanaman Kelakai banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang umumnya dibanderol dengan harga 1 ribu - 2 ribu per ikat.

Jika kalian enggan membeli, Kelakai pun bisa ditemukan di daerah rawa yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah. Namun dibutuhkan kejelian dalam mencari kelakai, pasalnya tanaman ini tumbuh diantara tanaman-tanaman yang lain.

Keripik kelakai telah menjad camilan khas masyarakat Dayak Kapuas. Adapun harganya dipatok dengan harga 10 ribu – 20 ribu rupiah.

Keripik Kelakai umumnya bisa dijadikan teman yang asyik disaat santai bersama keluarga dan teman tercinta.

Apakah kalian pernah mencicipi keripik Kelakai ?.

Referensi: Asro Laelani Indrayanti, dkk. Jurnal Daun, Vol 6, Tahun 2016 | Daerahkita.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini