Melihat Kemajuan Inovasi Teknologi Indonesia Melalui Digital Transformation Expo

Melihat Kemajuan Inovasi Teknologi Indonesia Melalui Digital Transformation Expo
info gambar utama

Terlepas dari banyaknya momen-momen tak terlupakan dari perlehatan KTT G20 di Bali pekan lalu, satu hal yang tak kalah menarik adalah bagian dari side event G20. Digital Transformation Expo yang diselanggarakan 13-17 November lalu jadi side event yang paling memikat para delegasi.

Digital Transformation Expo adalah sebuah pameran bertajuk ajang kelas dunia yang menampilkan berbagai macam ragam kemajuan inovasi Indonesia dan bagaimana Indonesia dan negara G20 lainnya memanfaatkan teknologi digital.

Hasil kolaborasi pemerintah dan swasta ini begitu apik karena mencerminkan betul upaya Indonesia dalam mewujudkan satu dari tiga isu prioritas Indonesia, yaitu transformasi digital. Dengan upaya keras menjadikan transformasi digital lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. Patut dibanggakan, Digital Transformation Expo menjadi ajang pertama sepanjang sejarah G20

Konsep yang diusung Digital Transformation Expo tak hanya membuat delegasi menganga, masyarakat umum dan awak media turut terkesima atas instalasi dalam DTE. Berbekal teknologi kecerdasan buatan dan virtual reality, para pengunjung akan merasakan pengalaman menarik menelusuri enam zona yang menawan.

Menginjak pada pintu masuk Digital Transformation Expo, terpampang besarnya layar yang menunjukkan negara-negara G20 dalam usaha bersama mendorong transformasi digital. Bergeser ke zona kedua, lorong dengan atraksi visual dari cahaya akan memasuki mata Kawan.

Salah satu spot DTE | Foto: Media Indonesia
info gambar

Tunnel of Wonders yang menampilkan cantiknya alam Indonesia dan budaya yang begitu beragam. Terdapat pula transformasi digital dari delapan anggota G20, yaitu Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Australia, Brazil, Kanada, Argentina, dan Turki.

Salah satu spot DTE | Foto: Media Indonesia
info gambar

Pada zona Wall of Collaboration menampilkan pihak-pihak dibalik kemajuan transformasi digital guna mengapresiasi segala kerja keras dan kontribusi yang diberikan untuk negeri. Selain itu, zona The Metaverse Corner jadi zona menarik karena terdapat kolaborasi dari metaverse.

Salah satu spot DTE | Foto: Media Indonesia
info gambar

Kawan dapat memainkan dan merasakan alat-alat musik dan pakaian tradisional Indonesia. Ada pula penyediaan teknologi hologram untuk Kawan yang ingin membuat avatar. Hadirnya Digital Transformation Expo tak hanya Indonesia saja yang dapat memamerkan kemajuan digitalnya.

Namun, tiap negara anggota G20 pun dapat ikut menunjukkan transformasi digital negaranya. Peran penting DTE terlihat untuk menyampaikan bagaimana pencapaian digital tiap negara serta menunjukkan bagaimana praktik negara dalam menyiapkan diri untuk hadapi transformasi digital.

Di dalam Digital Transformation Expo, Kawan tak boleh melewatkan bagian penjelasan dari main area DTE, yaitu empat pilar transformasi digital.

  1. Ekonomi Digital

“Ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi dunia,” Ungkap Presiden RI, Joko Widodo. Ekonomi digital menjadi pilar ketahanan Indonesia dalam masa pandemi utamanya karena ekonomi digital menyumbang 15,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global Kemunculan perusahaan-perusahaan perintis menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia.

  1. Infrastruktur Digital

Indonesia berkomitmen dan berupaya untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur digital yang inklusif, contohnya seperti jaringan 5G dan fiber optic.

  1. Pemerintahan Digital

Dalam implementasi sehari-hari dilingkup pemerintahan, inovasi pemerintah ditegakkan untuk menggunakan teknologi dalam digitalisasi kartu pra kerja dan Online Single Submission (OSS), misalnya.

  1. Masyarakat Digital

Tak hanya dari sektor pemerintah saja yang harus makin melek teknologi, tetapi masyarakat Indonesia turut di dorong menjadi masyarakat digital agar mampu beradaptasi dengan menyesuaikan diri pada era yang makin digital.

Referensi:Indonesia | Detik

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini