Jurnalis, Kenanglah Keindahan Liputan G20 di Bali

Jurnalis, Kenanglah Keindahan Liputan G20 di Bali
info gambar utama

Sepekan sudah, lepas dari puncak perhelatan Presidensi G20 yang ditandai dengan diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Sebuah perhelatan terhormat bagi Indonesia, yang mungkin akan terselenggara lagi di sini, 20 tahun mendatang dari sekarang. Dan berikut adalah laporan penulis, yang mendapatkan kesempatan menjadi jurnalis KTT G20, mewakili media tempat penulis bekerja di Singapura.

Jika kita memasuki area Bali International Convention Center (BICC) di Westin, Nusa Dua, Bali, pada rentang tanggal 12-17 November 2022, maka tampak banyak sekali jurnalis dari berbagai belahan dunia, yang sedang berkutat dengan kesibukan mereka. Para jurnalis itu tak lain sedang mengolah laporan hasil peliputan, untuk liputan jelang maupun ketika acara puncak Presidensi G20, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Bisa dibilang, panitia Presidensi G20 telah menyulap Media Center KTT G20 di BICC Westin menjadi semacam 'kantor berita' bersama bagi para jurnalis. Di lantai satu, panitia membuat ruang utama BICC sebagai tempat kerja para jurnalis, agar mereka bisa mengetik berita, mengirim karya fotojurnalistik, dan bahkan melakukan siaran langsung. Sedangkan untuk para video jurnalis, panitia memberi satu ruangan khusus yang terletak di sebelah ruang utama convention center, yaitu ruang AV editing.

Jangan tanya lagi soal koneksi internet yang ada di BICC. Telkomsel telah melengkapi teknologi 5G bagi para jurnalis, untuk keperluan mereka melakukan siaran langsung secara satelite streaming, live streaming, maupun on location reportage. Sehingga tampak banyak jurnalis dari banyak negara -dengan berbagai bahasa tentunya, melakukan live report di dalam BICC. Suasana memang 'meriah informasi' selama 15-16 November, dan tentunya, rasa lelah para jurnalis perlu diobati sedikit supaya mereka terus bersemangat.

Supaya para jurnalis itu tidak merasa mudah penat, panitia Media Center KTT G20 mengundang berbagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar para jurnalis bisa cuci mata dengan berbagai produk UMKM yang menarik. Gerai-gerai UMKM itu terdapat di lobi Media Lounge, Ruang Nusantara lantai 2, BICC. Para jurnalis dari luar negeri menyebut area Media Lounge tersebut sebagai 'journalist lounge' atau tempat bersantai sejenak.

Di sana, para jurnalis bisa bersantai sejenak, ngopi atau sekedar minum sambil duduk-duduk santai, berkenalan dengan sesama awak media dari seluruh dunia. Di area Journalist Lounge juga ada beberapa stand -semacam mini bazaar, yang menyuguhkan beberapa cindera mata dengan harga yang bervariasi, dari yang murah hingga yang jutaan Rupiah. Bahkan juga ada tempat spa di area itu. Pokoknya panitia berupaya menciptakan suasana santai bagi para jurnalis.

Dokumentasi Pribadi KTT G20
info gambar

Tampak gerai-gerai yang menawarkan produk seperti perhiasan, provider telpon genggam, mebel, dan perlengkapan rumah tangga. Salah satu produk yang banyak didatangi jurnalis maupun para delegasi adalah perlengkapan rumah tangga dan asesoris yang terbuat dari kayu "Balisywood".

Mengutip dari press release yang dibagikan oleh pihak Media Center KTT G20 kepada para jurnalis, menurut Wikrama Putra -salah satu pemilik Balisywood, sejak hari pertama di gerainya telah banyak pengunjung yang membeli beberapa alat-alat makan dan hiasan dinding. Beberapa pengunjung dari Belgia, Jepang, dan Perancis bahkan menyatakan ingin berkunjung ke pabrik pembuatannya. "Saya bersyukur mendapat kesempatan berpartisipasi di pameran G20," kata Wikrama Putra

Memilih barang dari bahan dasar biomassa tropis kaya silicon dari sekam padi dan jerami, produk Balisynwood lahir dari rasa prihatin tentang polusi bagi bumi, akibat asap dari kebakaran hutan yang dilakukan oleh masyarakat.

Teknologi kayu sintetik ini menghasilkan aneka kerajinan kayu tradisional Bali seperti pintu berukir, ragam hiasan ukiran dan aneka kerajinan pop-arts seperti pahatan berbentuk binatang sebagai pajangan rumah. Kisaran harga untuk produk kayu alami itu dibanderol dari harga Rp 15 ribu untuk alat rumah tangga dan Rp 6 juta untuk mebel lengkap.

Produk UMKM yang tidak kalah diminati terutama oleh pengunjung perempuan adalah serum wajah yang berasal dari rumput laut. Sejak hari pertama KTT G20, produk ini sudah diserbu jurnalis dan tamu delegasi. Produk ini dibuat oleh dua orang sahabat, Putu Ayu Cempaka dan Made Dwi Kemala Sari. Dari hobi menjadi bisnis membuat kedua perempuan Bali ini percaya diri sehingga berani mendaftar untuk ikut kurasi sebagai syarat diterima produknya di KTT G20.

Mereka berdua sangat bangga selain lolos kurasi juga bisa berpartisipasi dalam KTT G20. "Kami bersahabat dari sekolah dasar. Kebetulan memiliki hobi berdandan, akhirnya kami sepakat membuat produk-produk alam yang berbeda dengan formula unik. Lahirlah serum dan produk perawatan tubuh dari Winka Beauty," jelas Cempaka, seperti dinukil dari press release Media Center BICC. Menurutnya, serum rumput laut yang dibrandol dengan harga Rp 180 ribu.

Gerai UMKM yang tak kalah ramai adalah aksesori dari perak yang berasal dari Singapadu, Gianyar. Adapun aksesori tersebut berupa anting, kalung, dan gelang. Desain elegan menjadi pilihan paling banyak yang dibeli oleh jurnalis terutama dari media asing. Ciri khas ukiran Bali dalam desain aksesori itu diharapkan menjadi kenang-kenangan bagi mereka, saat kembali ke tanah airnya masing-masing.

"Selamat kembali ketempat masing-masing para jurnalis dan terimakasih telah memberikan informasi mengenai kegiatan KTT G20," ungkap Wikrama saat diminta kesannya, selama beraktivitas mendukung kegiatan para jurnalis di area lounge tersebut. "Jangan lupa menceritakan keindahan Bali, Indonesia. Salam sehat dari masyarakat Indonesia," ungkap Cempaka dan Kemala Sari yang tak mau ketinggalan memberikan kesannya selama berjualan di sana.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini