Tertarik Teliti Humor secara Serius ? Kunjungi Perpustakaan Humor Pertama Indonesia

Tertarik Teliti Humor secara Serius ? Kunjungi Perpustakaan Humor Pertama Indonesia
info gambar utama

Di dalam buku berjudul The Act of Creation, Arthur Koestler membagi kreativitas manusia ke dalam tiga wilayah, yakni humor, pengetahuan, dan seni. Seni membuat orang takjub, ilmu pengetahuan membuat orang paham, dan humor membuat orang tertawa.

Ketiga dimensi tersebut ternyata ingin diwujudkan secara serius oleh satu lembaga bernama Institute Humor Indonesia Kini atau yang disingkat IHIK3.

Kalian bisa menyebut nama lembaga tersebut dengan Ihik Ihik Ihik. Lucu bukan?.

Kendati namanya lucu, IHIK3 ini ternyata ingin menjadi pusat kegiatan humor di Indonesia yang mengelola humor secara serius dan profesional berbasis pengalaman, ilmu pengetahuan dan riset yang komprehensif.

Maka untuk menunjang program tersebut, IHIK3 menghadirkan sebuah perpustakaan yang bernama The Library of Humor Studies.

Seperti apa isi perpustakaan tersebut? Apakah sama dengan perpustakaan pada umumnya ?. Simak uraian singkat berikut ini.

Sekilas tentang Profil The Library of Humor Studies

Perpustakaan Humor atau The Library of Humor Studies merupakan sebuah pusat kajian humor pertama di Indonesia yang dapat menjadi wadah untuk tempat berdiskusi sampai pelatihan humor.

The Library of Humor Studies ini punya lebih dari 2.000 buku tentang kajian humor dan komedi yang sebagian besar adalah koleksi pribadi tiga pendiri IHIK3, yakni Danny Septriadi, Seno Gumira Ajidarma, dan Darminto M. Sudarmo.

Darminto adalah mantan pemimpin redaksi majalah Humor dan pendiri Kelompok Kartunis Kaliwungu, sedangkan Seno dan Danny adalah akademisi dan peneliti kartun, humor, dan komedi di Indonesia.

Mengingat pentingnya humor untuk digarap secara serius, mereka melalui IHIK3 berkomitmen untuk memasyarakatkan humor dan menghumorkan masyarakat agar Indonesia menjadi lebih Jenaka.

Perpustakaan ini pertama kali didirikan pada 2016 di wilayah Cikini, namun saat ini sudah berpindah lokasi ke Menara DDTC Lantai 2, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Perpustakaan ini Mengoleksi Buku Humor yang Sulit Ditemui di Indonesia

Selain dari para pendirinya, sebagian buku-buku di The Library of Humor Studies juga merupakan hibah dari tokoh-tokoh humor dan komedi Indonesia, seperti Arwah Setiawan yang mendirikan Lembaga Humor Indonesia pada 1978.

Untuk buku-buku humor yang tidak diterbitkan di Indonesia, para pendiri membelinya di luar negeri.

Maka tak heran perpustakaan ini mengoleksi buku seputar humor yang cukup sulit untuk dicari di tempat lain.

Penerbit sekaliber The MIT Press, The Economist, Cambridge University Press, Oxford University Press, hingga Phaidon, Bloomsbury, dan Penguin, semuanya ada di sana.

Koleksi buku yang ditawarkan The Library of Humor Studies pun tidak main-main. Ada beragam koleksi buku tentang studi humor yang tentu saja tidak ditemukan di Indonesia.

Sebut saja beberapa di antaranya adalah A Smile in the Mind, The Psychology of Humor hingga dua edisi buku Encyclopedia of Humor Studies.

The Library of Humor Studies juga menawarkan buku-buku yang mengkaji humor dari berbagai multidisiplin ilmu. Beberapa di antaranya adalah buku-buku yang mengkaji humor dari perspektif psikologi, kesehatan, bisnis, antropologi, hingga desain grafis dan periklanan.

Kegiatan Apa Saja yang Ada di IHIK3 ?

Kalau kita menengok laman website dari IHIK3, ternyata lembaga ini sangat aktif mengadakan kegiatan-kegiata produktif bagi masyarakat, seperti bedah buku, seminar hingga pelatihan.

Tidak tanggung-tanggung, setiap kegiatannya akan menghadirkan para profesional lintas disiplin ilmu dan profesi yang sesuai dengan tema kegiatan tersebut.

Misalnya seminar terapi humor. IHIK3 mengundang psikiater dan dosen psikologi untuk berbicara di seminar terapi humor.

IHIK3 juga berkunjung ke sekolah dan universitas untuk memberikan pelatihan humor kepada guru dan dosen karena kekuatan terapi humor juga bermanfaat dalam proses belajar mengajar.

Jadwal Kunjungan ke The Library of Humor Studies

Dalam sebuah wawancara dengan Republika, Danny Septriadi selaku salah satu pendiri The Library of Humor Studies mengatakan bahwa perpustakaan ini tidak menerapkan sistem keanggotaan.

Ia menekankan bahwa perpustakaan dan pusat studi humor ini tidak eksklusif untuk profesi tertentu saja. Siapapun yang memiliki ketertarikan terhadap humor bisa langsung datang berkunjung ke The Library of Humor Studies.

Bahkan para pengujung boleh meminjam buku dengan membawa pulang ke rumahnya.

Adapun jam operasional dari The Library of Humor Studies adalah Senin-Jumat pada pukul 09.00-17.00 WIB.

Namun bagi kalian yang ingin datang di akhir pekan atau hari libur bisa membuat perjanjian terlebih dahulu dengan menghubungi nomor 081574914554 sebagaimana tercantum pada laman IHIK3 ini.

Referensi: ihik3.com | dw.com | republika.com

Baca juga : Sejarah perjalanan humor di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini