Kabar Baik dari Lombok, Si Kecil Cabe Rawit

Kabar Baik dari Lombok, Si Kecil Cabe Rawit
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Pulau Lombok, salah satu jajaran pulau yang tergabung dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan pulau yang “kecil-kecil cabe rawit”. Bukan karena apa, Pulau Lombok telah berhasil melalui serangkaian kejadian meresahkan seperti serangkaian gempa bumi yang melumpuhkan sektor pariwisata pada tahun 2018 serta masuknya pandemi Covid-19 di tahun-tahun berikutnya. Peristiwa negatif yang datang secara silih-berganti tersebut seakan-akan menyelimuti Pulau Lombok dengan keterpurukan; perekonomian menurun dan keresahan menyeruak di kalangan masyarakat. Akan tetapi, negativitas tersebut tidak berlangsung lama. Pulau Lombok akhirnya bangkit bersamaan dengan pagelaran MotoGP 2022 yang diadakan di sirkuit Mandalika, sirkuit balap yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Bersamaan dengan ajang kejuaraan balap sepeda motor tersebut, Pulau Lombok mulai memasuki mata dunia sebagai salah satu atraksi yang menarik di Indonesia.

Berbicara mengenai pariwisata, Pulau Lombok terkenal akan serangkaian pulau kecil yang berada di sekitarnya bernama Pulau Gili. Pulau Gili, yang terdiri atas Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, merupakan daya tarik utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara karena pemandangan bawah air yang indah disertai dengan panorama pantai yang eksotis. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sebenarnya, selain Pulau Gili, Pulau Lombok juga memiliki daya tarik wisata lainnya yang tersebar dalam 4 kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Masing-masing dari tempat wisata tersebut memiliki ciri khas dan kepercayaan lokal yang menyertainya, seperti wisata Otak Kokok, Pantai Pink, dan Taman Narmada.

Otak Kokok

Otak Kokok merupakan sebutan dari air terjun mini yang terletak di Joben, Kabupaten Lombok Timur. Dalam bahasa Sasak, Otak diartikan sebagai ‘kepala/hulu’ sedangkan Kokok diartikan sebagai ‘sungai’, sehingga nama Otak Kokok dapat diartikan sebagai kepala atau hulu sungai. Sebutan ini muncul karena air terjun Otak Kokok dialiri secara langsung oleh sebuah mata air yang keluar dari sela-sela akar pohon Banjur yang konon sudah berusia ratusan tahun. Selain dari akar, terdapat pula lubang besar di dalam pohon tersebut yang bisa dimasuki oleh orang dewasa untuk menikmati guyuran air tersebut. Air terjun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar mampu menyembuhkan penyakit – apabila air yang menerpa tubuh berubah warna menjadi putih susu, maka terdapat penyakit yang dapat disembuhkan dengan guyuran air terjun secara terus-menerus. Kepercayaan inilah yang menjadi salah satu poin menarik dari wisata Otak Kokok di Pulau Lombok.

Pantai Pink

Pemandangan Pantai Pink di Kabupaten Lombok Timur
info gambar

Pantai Pink adalah salah satu pantai wisata yang ada di Pulau Lombok, tepatnya di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pantai ini memiliki pasir bewarna pink yang dikatakan berasal dari terumbu karang merah yang sudah mati dan terkikis oleh air laut. Serpihan terumbu karang merah ini kemudian menyatu dengan hamparan pasir di pinggir pantai sehingga mengubah warna pasir menjadi kemerahan; pantulan dari sinar matahari juga membuat warna pink di pasir semakin merata. Tidak hanya menyuguhkan panorama yang apik, pantai ini juga dekat dengan goa peninggalan Jepang di masa penjajahan. Goa tersebut dulu digunakan oleh pasukan Jepang sebagai tempat persembunyian dan tempat untuk mengintai musuh karena lokasinya yang strategis. Hal ini tentu menjadikan wisata Pantai Pink semakin istimewa karena di balik keindahannya, terdapat suatu peninggalan bersejarah yang mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh para pendahulu kita.

Taman Narmada

Setelah membahas tentang dua tempat wisata di Kabupaten Lombok Timur, kini saatnya kita beralih pada tempat wisata bersejarah yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Tempat wisata tersebut adalah Taman Narmada – taman yang konon dulu menjadi tempat peristirahatan para Raja. Taman ini diestimasikan dibangun pada tahun 1727 oleh Anak Agung Ngurah Karangasem. Penamaan taman ini berasal dari anak Sungai Gangga di India yang dianggap suci, yaitu Narmadanadi. Taman ini memiliki tiga mata air yang dialiri langsung oleh air dari Gunung Rinjani. Titik pertemuan tiga mata air dengan nama Narmada, Suranadi, dan Lingsar ini dinamakan Bale Pertirtaan, yang konon apabila diminum akan membuat awet muda. Oleh karena itu, Taman Narmada juga dikenal sebagai Taman Air Awet Muda.

Selain tempat wisata yang indah dan memiliki nilai sejarah di dalamnya, Pulau Lombok juga menyuguhkan berbagai macam kuliner yang khas dan menggiurkan. Beberapa di antaranya adalah plecing kangkung, beberuk dan sate bulayak. Plecing kangkung khas Pulau Lombok sedikit berbeda dengan di daerah lain karena jenis kangkung yang digunakan memiliki rongga yang lebih besar, batang yang lebih panjang, dan bertekstur renyah. Beberuk adalah sambal khas Pulau Lombok yang terdiri atas potongan terong, kacang panjang, dan tomat. Sambal ini biasa dijadikan pelengkap dari ayam taliwang, salah satu sajian ayam yang terkenal di Pulau Lombok. Sedangkan sate bulayak adalah sate yang terbuat dari daging sapi atau jeroan yang dimasak dengan bumbu dasar santan. Kata “bulayak” merujuk pada lontong yang disajikan bersama dengan sate. Lontong tersebut dililit secara memutar dengan daun aren atau enau, sehingga untuk memakannya, kita harus memutar ujung daun terlebih dahulu sampai akhir.

Dulu, Pulau Lombok cenderung tidak dikenal oleh masyarakat domestik maupun mancanegara. Para wisatawan lebih mengenal dan menyukai suguhan pemandangan Pulau Gili yang berada di sisi Pulau Lombok; hanya segelintir orang yang memerhatikan keberadaan Pulau Seribu Masjid tersebut sebelum akhirnya pembangunan sirkuit Mandalika dilakukan dalam rangka mempersiapkan MotoGP 2022. Pembangunan sirkuit balap tersebut membuat masyarakat luas menaruh perhatian pada Pulau Lombok. Perhatian ini menjadi kabar baik bagi pulau tersebut setelah dilanda bencana gempa bumi pada tahun 2018 dan pandemi Covid pada tahun 2019. Harapannya perhatian ini bukanlah perhatian untuk sesaat saja, tetapi perhatian yang menimbulkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait keindahan dan kenikmatan yang ada di Pulau Lombok.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini