Malioboro Hidup Kembali Setelah Pandemi Usai

Malioboro Hidup Kembali Setelah Pandemi Usai
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Banyak yang bilang, kota Yogyakarta merupakan kota yang memiliki banyak kenangan. Indahnya kota jogja dapat menyihir setiap mata yang melihatnya, dari namanya saja sudah istimewa. Kota yang memiliki tempat wisata yang indah, makanan yang enak-enak, orang-orang yang ramah, serta budaya yang sangat kental. Tempat wisata yang banyak didatangi oleh masyarakat ketika berkunjung ke Jogja yaitu jalan malioboro, ini menjadi destinasi wajib ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengatakan bahwa, kata “Malioboro” sendiri diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki arti karangan bunga, hal ini berhubungan dengan tradisi Kraton ketika sedang mengadakan acara besar. Dimana sepanjang jalan Malioboro akan dihiasi oleh bunga.

Di malioboro bukan hanya tempat untuk berfoto-foto saja, banyak tempat-tempat di sekitar Malioboro yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan seperti Titik Nol Kilometer, Pasar Beringharjo, Museum Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Monumen Tugu Jogja, Museum Sonobudoyo, Alun-Alun Utara, Kraton Yogyakarta dan masih banyak lagi. Jadi ketika mengunjungi Malioboro dapat berbelanja, serta mencicipi makanan khas Yogyakarta, yaitu salah satunya gudeg.

Malioboro | Foto: My Jogja
info gambar

Banyak masyarakat dari luar Yogyakarta yang mengunjungi Malioboro. Malioboro menjadi pusat untuk belanja oleh masyarakat. Ketika pandemi, Malioboro sempat ditutup. Hal ini berdampak pada masyarakat yang berjualan di Malioboro, karena kehilangan mata pencaharian mereka. Dengan adanya pandemi ini, dilihat dari segi ekonomi masyarakat banyak yang kekurangan, dengan tidak adanya penghasilan membuat masyarakat kekurangan pangan. Akan tetapi setelah pemerintah menetapkan new normal, Malioboro kembali dibuka. Dibukanya Malioboro dapat memperbaiki ekonomi masyarakat dan mengatasi masalah kekurangan pangan.

Sekarang ini Malioboro sudah ramai kembali, banyak wisatawan dari luar pulau jawa, maupun wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Malioboro. Hal ini membuat perekonomian masyarakat mulai berangsur-angsur membaik. Dengan memulihnya bumi dari persebaran Covid-19. Masyarakat sudah bisa melakukan aktivitas keseharian di luar ruangan. Dengan melakukan aktivitas di luar ruangan masyarakat tidak merasakan bosan dan juga stres. Hal ini baik untuk kesehatan psikologis manusia, karena manusia merasa senang untuk bersosialisasi, mengunjungi tempat wisata untuk menghilangkan penat mereka, serta tidak merasa terkurung lagi.

Jika dilihat dari nilai etika, dengan adanya pandemi ini menjadikan manusia lebih menghargai kesehatan mereka, menghargai waktu kebersamaan dengan orang-orang terkasih, menghargai makanan yang mereka makan, serta menghargai semua yang telah diberikan oleh Tuhan.

Tuhan memberikan ujian kepada umat manusia, agar manusia kembali berserah kepadanya, kemudian Tuhan ingin manusia banyak bersyukur, serta Tuhan juga ingin manusia menyayangi diri mereka dan orang di sekitar mereka yang sedang membutuhkan pertolongan, dan Tuhan menginginkan manusia untuk lebih menyayangi, merawat, dan melestarikan bumi.

Dengan pulihnya keadaan, pulih juga perekonomian di Indonesia. Hal ini berdampak pada masyarakat. Serta berdampak juga pada tempat wisata, karena tempat wisata menjadi ramai banyak masyarakat yang berkunjung bersama keluarga, rekan ataupun teman mereka. Wisata di Jogja, khususnya di Malioboro dapat memanjakan mata para pengunjungnya, apalagi ketika malam hari. Dikarenakan banyak lampu-lampu jalanan yang menyala hal ini menambah poin plus untuk Malioboro, kemudian pengunjungnya juga bisa berkeliling Malioboro dengan menggunakan becak atau delman.

Selain itu pengunjung juga dapat foto-foto di sekitar Malioboro, banyak spot foto yang bagus, dan estetik. Apalagi ada bangunan di Malioboro yang didirikan ketika jaman Belanda, jadi menambah kesan klasik juga. Kemudian bisa juga mengunjungi museum untuk melihat berbagai barang antik berprasejarah dan menambah pengetahuan dan memperdalam keingintahuan mengenai Kota Yogyakarta yang memiliki banyak cerita menarik di setiap tempatnya.

Referensi:

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, 2019, Malioboro Yogyakarta. https://pariwisata.jogjakota.go.id/detail/index/354, diakses pada tanggal 10 Desember 2022.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KP
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini