Permen Jahe Jadul SIN A, Si Manis Hangat Asal Jawa Timur yang Mendunia

Permen Jahe Jadul SIN A, Si Manis Hangat Asal Jawa Timur yang Mendunia
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Saat masih kecil dulu, Kawan pasti tidak asing dengan salah satu dari beragam jenis permen asli Indonesia ini. Warnanya coklat cerah, kenyal, bertabur gula halus, dan dibungkus dengan kertas. Rasanya manis dan seakan-akan meleleh di mulut karena teksturnya yang lembut dan kenyal.

Tak hanya manis saja, permen atau biasa disebut dengan ting-ting jahe ini juga menghangatkan tenggorokan. Nuansa antik dari permen dengan bungkus kertas ini membuat Kawan merasa melakukan perjalanan lintas waktu. Tidak banyak permen masa sekarang ini yang menggunakan bungkus kertas dengan desain yang sederhana seperti permen jahe SIN A.

Sejarah Singkat Permen Jahe SIN A

Mungkin belum banyak Kawan yang tahu kalau permen ini sudah "menghangatkan" banyak orang sejak sekitar 1935 dan berasal dari kota Pasuruan, Jawa Timur. Sudah puluhan tahun berlalu, namun manis dan hangatnya tak lekang oleh zaman dan dinikmati oleh berbagai generasi.

Sejarah permen ini bermula dari kedatangan seorang imigran asal Tiongkok bernama Njoo Tjhay Kwee ke kota Pasuruan. Dilansir dan diterjemahkan dari situs Global Sinaginger Njoo Tjhay Kwee bermigrasi dari Nan An, Provinsi Fujian, Tiongkok ke Kota Pasuruan dan memulai usahanya sebagai pedagang minuman di pinggir jalan.

Pada 15 Juni 1935, ia mendirikan pabrik kecil SIN A yang memproduksi permen jahe. Nama SIN A sendiri dalam bahasa Mandarin memiliki arti Asia Baru. Tak hanya itu, nama tersebut juga merupakan singkatan dari Sindu Amritha yang berasal dari bahasa Sanskerta yang didefinisikan sebagai sungai kehidupan.

Pemberian nama tersebut, menggambarkan kepercayaan sang pendiri mengenai manfaat kesehatan dari permen jahe serta harapan- harapan untuk tanah airnya. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang disadur dari situs PT. SIN A nama Sindu Amritha baru digunakan pada awal 1957 saat perusahaan mengalami perombakan menjadi perseroan terbatas.

Kawan patut berbangga dengan salah satu produk asli Indonesia ini, karena ketenaran permen ini tidak terbatas hanya di pasar domestik saja, akan tetapi sudah masuk kancah internasional. Kehangatan dari ting-ting jahe ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Hong Kong, Australia, Jerman dan Inggris.

Kawan juga bisa melihat betapa berharganya permen ini di salah situs belanja daring internasional, Amazon. Pada saat artikel ini dibuat, satu kemasan permen berukuran 125 gram dibanderol dengan harga 5.46 dolar AS atau setara dengan 85 ribu rupiah di situs jual beli daring tersebut. Harganya juga bersifat fluktuatif, bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Cukup mengejutkan ya Kawan, harga untuk seplastik permen jahe bisa setinggi itu di pasar internasional.

Namun ada harga ada kualitas, Kawan harus tahu bahwa berdasarkan informasi yang dilansir dari Kementerian Pertanian jahe merupakan salah satu dari beragam jenis rempah Nusantara yang paling dicari oleh bangsa Eropa pada sekitar abad ke-15. Oleh karena itu Kawan harus bangga memakai produk Indonesia ya, dan bisa dimulai dari produk kecil seperti ting ting jahe ini salah satunya.

Sekilas Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Kesehatan

Ilustrasi Jahe | Foto: Detik Food
info gambar

Sebagai salah satu jenis herba Nusantara yang populer di dalam dan luar negeri, jahe banyak diolah menjadi berbagai macam produk seperti minuman, kue, permen, dan lain sebagainya.

Kepopuleran jahe dilatarbelakangi oleh banyaknya manfaat kesehatan dari konsumsi herba ini. Dilansir dari Halodoc, apabila dikonsumsi secara wajar, jahe memilik beragam manfaat seperti; mengatasi masalah pencernaan, mengurangi rasa mual, hingga menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Walaupun menyehatkan, jahe tetap memiliki efek samping, apalagi kalau dikonsumsi secara berlebihan.

Laman SehatQ mengungkapkan bahwa konsumsi maksimal jahe per hari adalah 5 gram, apabila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung hingga iritasi rongga tenggorkan.

Tak hanya itu, konsumsi berlebih dapat menyebabkan meningkatkan risiko perdarahan, bahkan bagi Kawan yang sedang menjalani pengobatan diabetes dan darah tinggi, konsumsi jahe bersamaan dengan obat untuk penyakit tersebut dapat menurunkan efektivitas obat tersebut.

Kawan harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Baik segar maupun sudah diolah menjadi produk lain, jahe memang menyehatkan. Akan tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan justru malah menimbulkan masalah kesehatan. Itulah sekilas manfaat dan efek samping jahe. Walaupun sudah diolah menjadi berbagai macam produk, efek samping tetaplah ada, apalagi kalau dikonsumsi secara berlebihan. Tetap bijak dalam mengonsumsi jahe ya, Kawan!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AL
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini