Wisata? Banyumas Aja!

Wisata? Banyumas Aja!
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI

#CeritadariKawan

#NegeriKolaborasi

#MakinTahuIndonesia

Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Banyumas dikenal dengan banyak julukan, ada Kota Satria, Kota Keripik, Kota Pendidikan, Kota Transit, dan Kota Wisata. Sebagai Kota Wisata, Banyumas menyimpan segudang wilayah yang berpotensi untuk dijadikan tempat wisata. Bukan hanya itu, Banyumas juga telah berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah lain di Indonesia bahkan hingga wisatawan mancanegara. Hingga saat itu, wisata menjadi salah satu penunjang kestabilan perekonomian di Kabupaten Banyumas yang masih terus digali dan dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

Berbicara tentang daerah wisata, Gunung Slamet sebagai peraih kategori gunung tertinggi se Jawa Tengah, menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi terutama bagi para pendaki dan pecinta alam. Puncak gunung yang tidak terlalu tinggi bagi pendaki ulung menjadikannya tempat yang cocok untuk mengembangkan hobi sambil melepas penat dengan menikmati perjalanan yang santai. Tidak hanya itu, keindahan pemandangan di puncak gunung dan juga sepanjang perjalanan menuju puncak juga menjadi alasan bagi sebagian besar anak muda, bahkan pemula yang belum memiliki pengalaman, untuk rela mengeluarkan tenaga untuk mendaki Gunung Slamet.

Salah satu daerah lain yang menjadi sumber daya wisata di Kabupaten Banyumas adalah Baturaden. Baturaden terletak di bagian utara Kabupaten Banyumas tepatnya di Lereng Selatan Gunung Slamet. Baturaden menyimpan beragam spot wisata dari wisata alam, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata konservasi, dan banyak wisata olahan tangan masyarakat lainnya. Bila kita berbicara tentang wisata edukasi, Small World menjadi tempat tepat yang paling diminati para orang tua yang ingin mengenalkan tempat-tempat unik di Indonesia dan di dunia kepada anaknya.

Baturraden | Foto: Wikipedia
info gambar

Harga tiket masuk yang terjangkau dan fasilitas yang memadai menjadikan tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Small World berisi miniatur bangunan-bangunan dan objek-objek wisata ikonik yang terkenal di dunia seperti Menara Eiffel, Menara Pisa, kincir angin Belanda, Big Ben, patung Merlion, patung Liberty, dan masih banyak lagi. Tidak hanya ikon dunia, Small World juga berisi rumah-rumah adat daerah Indonesia seperti rumah Joglo, rumah Panggung, rumah Gadang, rumah Honai, rumah Kebaya, rumah Limas, dan masih banyak lagi. Fasilitas baju adat yang dapat dikenakan selama mengunjungi tempat wisata ini juga merupakan poin tambahan dari Small World.

Tempat wisata alam lain yang menjadi ikon Banyumas yang terletak di Baturaden adalah curug. Bila kata ‘curug’ terdengar asing bagi masyarakat luar Jawa, ‘air terjun’ akan terdengar lebih familiar di kalangan masyarakat. Ada beragam wisata air terjun yang ada di Baturaden antara lain Telaga Sunyi, Curug Bayan, Curug Jenggala, Curug Sendang Bidadari, Curug Kembar, Pancuran Pitu, dan masih banyak lagi. Walaupun harus menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, curug-curug tersebut tetap diminati karena mata airnya yang sejuk dan jernih sehingga sangat cocok untuk menyegarkan pikiran dan melepas segala penat aktivitas sehari-hari.

Kita beralih ke wisata wahana yang ada di Baturaden. Limpakuwus merupakan tempat wisata yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. Sebagian besar pengunjung dari tempat wisata ini adalah pelajar, mahasiwa, dan keluarga. Pelajar dan mahasiswa biasanya mencari spot foto karena tata letak bangunan yang instagramable dan banyak ruang untuk mengeskpesikan diri. Sementara itu, banyak keluarga memilih Limpakuwus sebagai tempat berlibur karena wahananya seru dan tempatnya yang cocok untuk membangun ikatan antar anggota keluarga. Selain itu, Limpakuwus juga menawarkan kuliner yang khas dan terjangkau.

Referensi:Native Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RP
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini