Nikmatnya Buah Pinang dari Jambi Bakal Sampai ke Bangladesh

Nikmatnya Buah Pinang dari Jambi Bakal Sampai ke Bangladesh
info gambar utama

Buah pinang Indonesia bukan cuma digemari di dalam negeri, namun juga sudah mencapai mancanegara, salah satunya Bangladesh.

Buah pinang adalah buah yang bisa ditemukan di berbagai penjuru Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, kita bisa mendapatkan buah pinang.

Laman Kementerian Pertanian mencatat, pinang yang bernama latin Areca catechu juga dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree dalam Bahasa Inggris. Biasanya, pinang ditanam untuk dimanfaatkan biji dan batangnya.

Pinang punya sensasi rasa pahit saat dikonsumsi. Di samping itu, ada pula beragam manfaat pinang utamanya sebagai tanaman obat. Pinang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari penyakit luar hingga dalam.

Pemanfaatan pinang sebagai obat misalnya untuk mengobati luka di kulit. Daging buah pinang muda ditumbuk kemudian ditempelkan pada luka. Selain itu, air rebusan pinang bisa dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan mulai dari mengecilkan rahim setelah melahirkan hingga mengatasi cacingan.

Pinang juga merupakan tanaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat di berbagai daerah mengenal tradisi mengunyah pinang yang dicampur dengan sirih.

Di Pulau Jawa, Sumatera, dan daerah lain, tradisi mengunyah pinang memanfaatkan pinang kering atau biji pinangnya saja. Sementara itu di Papua, tradisinya sedikit berbeda. Masyarakat di sana biasa mengunyah pinang yang masih mentah.

Menjelajah Klaten sebagai Surganya Kuliner Soto yang Abadi

Menuju Bangladesh

Hasil produksi pinang Indonesia tak hanya dinikmati di dalam negeri. Pinang juga go international dengan diekspor.

Baru-baru ini, Jambi sedang bersiap melakukan ekspor perdana buah pinang. Adapun negara yang disasar sebagai tujuan pemasarannya adalah Bangladesh.

Proses ekspor itu tengah diurus oleh Bea Cukai Jambi. Mereka memfasilitasi dokumen ekspor pinang sebanyak empat kontainer atau seberat 72 ton yang rencananya diberangkatkan dari pelabuhan Talangduku Kabupaten Muaro Jambi menuju Chitagong, Bangladesh.

"Pinang tersebut merupakan hasil kebun masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat , dikumpulkan lalu di ekspor melalui PT Batanghari Nusantara Indonesia yang difasilitasi pembuatan dokumennya oleh Bea Cukai," kata Kasubag Umum Kantor Bea Cukai Jambi Esther Ewita Ria Simanjuntak seperti dilansir Antara.

Di samping memfasilitasi dokumen Bea Cukai juga membantu mengembangkan binsnis pinang di Jambi lewat cara lain, seperti menjalankan peran asistensi edukasi serta fasilitator serta asistensi kepada pelaku usaha.

Di Jambi, pinang biasa ditanam di wilayah pesisir. Nilai ekonominya pun tidak main-main. Hingga Oktober 2022, nilai ekspornya mencapai 67,98 juta dolar AS.

Susuk Wangan, Upacara Menghormati Air bagi Warga Desa Setren Wonogiri



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini