Krong Bade, Rumah Adat Panggung Masyarakat Aceh

Krong Bade, Rumah Adat Panggung Masyarakat Aceh
info gambar utama

Provinsi Aceh yang dikenal dengan Serambi Makkah ini menjadikan masyarakatnya menerapkan norma serta aturan hidup sesuai dengan syariat Islam. Tidak hanya itu, masyarakat Aceh pun tidak luput menjaga kelestarian adat dan budayanya. Hal ini ditunjukan dari rumah adatnya yang bernama Krong Bade yang memiliki filosofi yang kental akan nilai agamanya.

Rumah sebagai Jembatan Syukur terhadap Tuhan

Rumah Krong Bade merupakan rumah tradisional atau biasa disebut Rumah Adat Aceh atau Rumoh Aceh. Bangunan ini dibangun dengan bentuk panggung dan memiliki atap yang tinggi. Bentuk tersebut ditujukan untuk menghindari binatang buas dan sewaktu ada banjir air tidak masuk ke dalam rumah.

Selain itu, bangunan yang dibangun dengan bentuk panggung dan atap yang tinggi juga bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan panas dari dalam rumah serta dapat menjaga keawetan bahan pangan yang disimpan di dalam rumah.

Masyarakat Aceh percaya bahwa rumah bukan hanya sekedar tempat berteduh tetapi juga merupakan ekspresi keyakinan akan Tuhan, maka dari itu masyarakt selalu memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam.

Contohnya kayu-kayu yang digunakan untuk membuat tiang, papan dinding, dan atap berasal dari daun rumbia. Rumah ini juga tidak disatukan dengan paku untuk menyambung setiap tiangnya, melainkan diikat dengan rotan atau pasak.

Memiliki Tiga Bagian Serambi

Rumah Krong Bade atau Rumoh Aceh merupakan rumah adat yang berasal dari Aceh. Rumah ini memiliki ciri khas berbentuk panggung dan atapnya yang tinggi.

Rumah adat krong bade dibagi menjadi tiga bagian atau biasanya masyarakat Aceh menyebutnya dengan "Seuramoe" atau serambi yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

1. Seuramoe Keue atau Serambi Depan

Bagian ini difungsikan untuk tempat menerima tamu dan biasa digunakan untuk tempat bersantai dan bercengkerama.

2. Seuramoe Tengah atau Serambi Tengah

Bagian ini terdiri dari kamar-kamar tidur yang digunakan sebagai tempat berkumpul seluruh penghuni rumah. Selain itu tempat ini juga menyediakan tempat untuk memandikan mayat apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Ruangan ini merupakan ruangan privat keluarga sehingga untuk tamu yang hendak memasuki ruangan ini harus meminta izin kepada pemilik rumah. Nah, untuk membedakannya adalah pada lantai serambi tengah biasanya lebih tinggi daripada serambi depan dan belakang.

3. Seuramoe Likot atau Serambi Belakang

Bagian ini biasanya berisi dapur, ruang makan dan tempat bersantai. Berbeda dengan serambi tengah, ruangan ini tidak memiliki kamar-kamar dan lantainya juga dibuat lebih rendah daripada serambi tengah.

Penuh dengan Ornamen Indah pada Dindingnya

Rumah Krong Bade atau Rumoh Aceh merupakan rumah adat yang berasal dari Aceh memiliki ornamen serta ukiran yang indah

Rumah Krong Bade memiliki ukiran atau ornamen yang menghiasi dinding dan pintu masuk rumah ini. Ukiran dan ornamen tersebut merupakan simbol status sosial dan kedudukan dari pemilik rumah.

Semakin rumit dan banyak ukiran atau ornamen tersebut berarti menandakan bahwa pemilik rumah memiliki keadaan ekonomi yang cukup berada. Jika rumah tersebut dibangun tanpa ukiran atau ornamen menandakan bahwa pemilik rumah dari kalangan orang biasa atau kurang berada. Ukiran tersebut terletak pada bagian dinding, pintu, jendela, dan bagian rumah lainnya.

Selain itu ukiran ini juga dicat dengan warna yang kontras yang umumnya menggunakan warna kuning keemasan dan dipadukan dengan garis tipis berwarna merah terang sebagai pembatasnya yang melambangkan kesejahteraan hidup serta martabat seseorang.

Filosofi Rumah Krong Bade

Rumah ini sengaja dirancang memanjang dari timur ke barat sehingga memiliki bentuk persegi panjang dan dimaksudkan untuk memudahkan dalam menentukan arah kiblat sholat.

Dikenal dengan masyarakatnya yang memegang nilai agama yang tinggi, setiap rumahnya juga memiliki jumlah anak tangga yang ganjil, sesuai dengan kepercayaan umat Islam.

Umumnya, di bagian depan rumah Aceh ini memiliki gentong air yang digunakan untuk tempat membersihkan kaki sebelum masuk ke rumah yang menandakan bahwa setiap tamu yang berkunjung harus memiliki niat baik.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini