Mengapa Kering Kentang Namanya "Mustofa"?

Mengapa Kering Kentang Namanya "Mustofa"?
info gambar utama

Kering kentang barangkali sudah tak asing bagi banyak orang. Makanan yang terbuat dari kentang yang dipotong kecil-kecil menyerupai stik ini sudah kerap muncul di meja makan banyak orang.

Mungkin, pembaca juga ada yang menjadikan makanan ini sebagai fsalah satu makanan favorit. Selain sebagai lauk, kering kentang juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai camilan.

Tak cuma itu, kering kentang ini juga cocok untuk dijadikan sebagai stok makanan untuk jangka panjang karena bisa awet sampai berbulan bulan.

Selain populer dikenal sebagai kering kentang, makanan ini juga kerap disebut sebagai kentang "mustofa". Mungkin sebagian dari kita pernah bingung bila ada yang menyebutnya kentang mustofa sebelum mengetahui bahwa yang dimaksud adalah kering kentang.

Sempat terbesit kah di pikiran mengapa olahan kentang ini disebut Mustofa? Mari kita ketahui asal-usulnya.

Menggali Makna Penamaan Makanan Khas Indonesia

Presiden Soekarno dan Opo Mustofa

thegluttonlife (Flickr)
info gambar

Makanan yang satu ini mulanya populer di pulau Jawa, hingga akhirnya berbagai daerah pun sudah mengenal makanan ini. Penyebutan mustofa sendiri memang banyak ditemui di Jawa, misalnya ketika di warteg, penjualnya kerap menyebutnya sebagai mustafa atau mustopo, sesuai dialek lokalnya.

Mengenai hal ini, taukah ternyata kentang mustofa ini ada kaitannya dengan presiden pertama kita, yaitu Ir. Soekarno.

Jadi, sebagai seorang presiden, tentunya Soekarno memiliki chef pribadi yang melayani segala kebutuhan pangannya, khususnya untuk makanan berat.

Dari salah satu pengolah menu untuk sang presiden tersebut, ada seseorang yang bernama Opo Mustofa atau yang kerap disapa sebagai Mustofa. Ia kerap kali melayani presiden beserta dengan keluarga dan tamunya bila mereka sedang berada di Istana Cipanas.

Opo Mustofa ini adalah seorang koki yang kerap mengolah menu-menu makanan sisa hasil olahan. Suatu ketika saat di istana, ia mencoba mengkreasikan hasil kentang yang tersisa setelah ia menjadikannya bahan untuk makanan sang presiden.

Daripada terbuang sia-sia, sementara kentang tersebut masih sangat layak untuk dikonsumsi, akhirnya terlintas ide di pikirannya untuk memotong kentang sisa tersebut menjadi kecil-kecil layaknya korek api.

Dari situ, terciptalah sebuah stik kentang kecil nan tipis dengan tekstur yang renyah. Ketika Soekarno hendak makan, ia mencoba menyuguhkan hidangan tersebut. Ternyata, Soekarno pun menyukai kering kentang dari koki Mustofa ini dan selanjutnya makanan tersebut tak ketinggalan untuk mengisi meja makannya.

Pada saat jam makan di waktu lain, Soekarno merasa ada yang berbeda dari suguhan yang diberikan. Sebab, di atas meja tidak tersaji kentang favoritnya. Akhirnya sang proklamator pun bertanya.

"Kentang mustofa mana?"

Dari makanan yang sebelumnya tidak memiliki nama tersendiri, sejak saat itu olahan kering kentang ini dijuluki sebagai "kentang Mustofa". Perlahan, metode pengolahan kentang ini juga berkembang ke luar istana hingga menjadi salah satu pilihan makanan untuk masyarakat.

Pempek, Dijajakan oleh Orang Tionghoa Hingga Menjadi Makanan Rakyat Palembang

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini