‘Lomba’ Terima Duit Terbanyak, Dua Startup Indonesia Masuk Daftar Penerima Teratas di Asia

‘Lomba’ Terima Duit Terbanyak, Dua Startup Indonesia Masuk Daftar Penerima Teratas di Asia
info gambar utama

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi pada 2022, memang jadi bahasan yang paling hangat. Belum lagi ancaman resesi atau kegelapan ekonomi Indonesia di tahun 2023 juga sempat mencuat.

Meski begitu, perusahaan rintisan atau startup Indonesia ternyata nampaknya masih dilirik oleh investor dunia. Kemajuan teknologi dan pasar yang sangat besar membuat startup Indonesia punya potensi untuk bersaing, tidak hanya dilingkup region Asia Tenggara, bahkan di Asia.

CB Insight, sebuah perusahaan riset ekosistem startup global pada Desember 2022 lalu merilis data terbaru yang menarik untuk dilirik dan diperhatikan. Pasalnya dalam hasil riset daftar investasi startup terbesar di Asia, ada dua nama startup Indonesia yang terselip di sana.

Dalam laporan CB Insight berjudul State of Venture Q3 2022, mengungkap rangkuman seluruh kesepakatan pendanaan yang terjadi selama Juli-September 2022. Salah satu kategori dimana dua nama startup Indonesia terselip ditampilkan dalam daftar investasi terbesar di wilayah Asia.

Dijelaskan dalam laporan tersebut, investor di dunia telah menyalurkan dana hingga US$74,5 miliar, dengan jumlah kesepakatan mencapai 7.936 untuk pendanaan startup. Mayoritas kesepakatan tersebut adalah penanaman modal untuk daftar startup di Amerika Serikat dan Asia.

Dalam kesepakatan tersebut nantinya penanaman modal ke startup di dua benua tersebut diberikan kontribusi masing-masing sebesar 36% dari nilai pendanaan.

Untuk diketahui, dua kontingen benua ini memang jadi pusat startup dunia. Amerika Serikat terkenal dengan Silicon Valleynya. Sedangkan di Asia pusat startup masih sangat luas di daerah China, Korea Selatan, dan tak terkecuali Indonesia yang unggul di Asia Tenggara.

Setelah badai pandemi, jumlah pendanaan tersebut ternyata mencatatkan yang paling rendah dalam dua tahun terakhir jika dibandingkan dengan periode Q2 2020. Dengan nilai total pendanaannya yang paling rendah, maka rata-rata nilai pendanaan yang diterima startup juga turun drastis.

Dari yang tadinya bisa mendapatkan sampai US$25 juta pada 2021 lalu, kini hanya mendapatkan US$18 juta sepanjang tahun ini. Khusus untuk Asia, median dari nilai pendanaan menurut tipis dari US$6 juta menjadi US$5 juta.

Meski mengindikasikan penurunan minat investor untuk pendanaan startup yang terlalu masif, namun CB Insight masih melihat bahwa para investor tetap aktif di kesepakatan tahap awal.

Total pendanaan yang diterima oleh startup di Asia sepanjang Q3 2022 adalah US$20,1 miliar atau setara dengan Rp309 triliun dalam 2,890 kesepakatan. Dari 10 nilai pendanaan terbesar sepanjang periode tersebut, dua startup asal Indonesia masih kebagian dana.

Dua startup itu adalah DANA dan Traveloka dengan masing-masing pendanaan yang didapat adalah US$555 juta (Rp8,7 triliun) dan US$300 juta (Rp4,5 triliun).

Suntikan modal yang diterima DANA otomatis memberikan status unicorn dengan valuasi sekitar US$1,12 miliar. Diketahui modal tersebut berasal dari putaran pendanaan seri A dari sekelompok investor termasuk Lazada dan Grup Sinar Mas.

Sedangkan Traveloka mendapatkan investor baru dari Thailand. Tandatangan kesepakatan itu dilakukan dengan PTT Oil and Retail Business Public Company (OR). OR yang merupakan ritel BUMN Migas itu berinvestasi lewat PTTOR International Holdings (Singapore) Pte. Ltd.

Pendanaan lainnya berasal dari Indonesia Investment Authority (INA), BlackRock, Allianz Global Investors, Orion Capital Asia, dan lembaga keuangan global terkemuka lainnya.

Uniknya pengumuman pendanaan besar ini juga bersamaan dengan pengumuman bahwa startup agen perjalanan daring itu akan menutup tiga layanannya dalam waktu yang berdekatan.

Layanan yang akan ditutup itu adalah Eats, Send, dan Mart. Tidak dijelaskan kapan penutupan layanan tersebut efektif diterapkan. Penutupan beberapa layanan ini juga menyusul penutupan layanan e-grocery Traveloka Mart yang hanya enam bulan beroperasi sejak peluncuran pertamanya pada Maret 2022 silam.

Untuk diketahui, daftar 10 startup penerima modal terbanyak lainnya di Asia lainnya antara lain:

  1. DANA, Indonesia, US$555 juta
  2. Black Sesame Technologies, China, US$500 juta
  3. Dami & Xiaomi, China, US$420 juta
  4. Toss, Korea Selatan, US$371 juta
  5. Megazone, Korea Selatan, US$343 juta
  6. Traveloka, Indonesia, US$300 juta
  7. Deer Technology, China, US$292 juta
  8. Xinin Semiconductor, China, US$267 juta
  9. Line Man Wongnai, Thailand, US$265 juta
  10. DriveNets, Israel, US$262 juta

Sumber: Kompilasi berita CNBC Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dini Nurhadi Yasyi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dini Nurhadi Yasyi.

DY
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini