Mengenal Sistem Roket Peluncuran Berganda (MLRS) Milik Indonesia

Mengenal Sistem Roket Peluncuran Berganda (MLRS) Milik Indonesia
info gambar utama

Perang antara Rusia melawan Ukraina masih berlangsung hingga saat ini. Saat tulisan ini dimuat, tentara Rusia baru saja menguasai kota pertambangan garam terbesar di Eropa, yakni Soledar, setelah mengatasi perlawanan sengit tentara Ukraina. Banyak ahli sepakat bahwa perang ini akan berlangsung lama, dan perdamaian permanen antar kedua negara yang berseteru masih belum terlihat.

Di luar peperangannya sendiri, ada hal menarik yang banyak dibicarakan orang, yakni mengenai beberapa senjata canggih yang dimiliki kedua kubu. Mulai dari drone tempur Bayraktar milik Ukraina yang dibuat oleh Turki, drone kamikaze Shaheed-136 milik Rusia yang dibuat Iran, tank Challenger 2 yang akan segera dikirim Inggris ke Ukraina, rudal Iskander milik Rusia, dan lain-lain. Yang tak ketinggalan adalah Multiple-Launch Rocket System (MLRS) atau Sistem Roket Peluncur Berganda M142 HIMARS milik Ukraina yang dikirim langsung dari AS. Roket memiliki kemampuan yang berbeda beda dari artileri, seperti jangkauan yang lebih jauh, dan muatan yang berbeda, misalnya hulu ledak yang jauh lebih besar, atau beberapa hulu ledak. Namun artileri roket terarah ini sangat tidak akurat dan lambat untuk reload, dibandingkan dengan artileri. Untuk mengatasi hal ini, beberapa roket digabungkan dalam sistem yang dapat meluncurkan roket secara bersamaan, jadilah MLRS yang kita kenal.

MLRS HIMARS buatan AS yang dioperasikan AD Inggris | Foto oleh Kārlis Dambrāns flickr CC BY-NC 2.0
info gambar

Banyak yang menganggap bahwa HIMARS akan membuat jalan peperangan berubah, dan diyakini Ukraina akan mampu mengusir Rusia dengannya. Yang mungkin belum diketahui banyak orang, Rusia pun punya MLRS yang tak kalah canggih dari HIMARS, salah satunya adalah Tornado-S 9K515. MLRS milik Rusia ini diklaim mempunyai daya jangkau lebih jauh dari HIMARS, yakni 120 km (sedangkan HIMARS 80 km), dan setiap roketnya bisa mencari sasaran-sasaran yang berbeda-beda bahkan saat sudah diluncurkan.

Pada dasarnya, hampir separuh dari seluruh negara-negara di dunia mempunyai MLRS ini, termasuk Indonesia. TNI setidaknya memiliki dua jenis MLRS terbaru yang siap dikerahkan untuk pertahanan negara, yakni Avibras ASTROS-II Mk6 AV-LMU yang dioperasikan TNI AD, dan RM-70 Vampire yang dioperasikan oleh TNI AL. Di sisi lain, Indonesia sedang mengembangkan MLRS buatan dalam negeri bernama R-HAN 122B . MLRS ini dikembangkan secara bersama oleh gabungan beberapa BUMN alutsista, yakni PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero) serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN).

1. Avibras ASTROS-II Mk6 AV-LMU

MLRS buatan Brazil ini sudah menjadi keluarga TNI AD sejak tahun 2012. ASTROS merupakan lompatan penting dalam hal adopsi teknologi baru, di mana dia mampu menembakkan roket multi laras dengan kaliber 127mm hingga 300 mm.

Avibras ASTROS-II Mk6 AV-LMU | Wikimedia Commons
info gambar

Terdiri dari komponen kendaraan peluncur, disebut sebagai AV-LMU (Universal Multiple Launcher), kemudian ditunjang dengan kendaraan pembawa/re-supply amunisi (AV-RMD), dimana AV-RMD mempunyai kapasitas angkut sebanyak dua kali untuk pengisian tiap AV-LMU.

Sedangkan untuk elemen pengendali tembakkan, dipercayakan kepada varian ranpur komando AV-VCC yang dilengkapi peralatan komunikasi untuk mengkoordinasikan sampai tiga baterai ASTROS II.
Paketnya makin lengkap lagi jika unit kendali penembakan AV-UCF juga diturunkan. Dilengkapi radar dan komputer penembakan, AV-UCF berperan sebagai FDC (Fire Direction Center) bagi unit AV-LMU. Kehadiran AV-UCF dapat meningkatkan persentase perkenaan secara signifikan dan memperpendek waktu serangan. Tapi bila kepepet, menurunkan AV-LMU tanpa unit lainnya pun tak masalah, dengan konsekuensi regu artileri harus menurunkan satu forward observer untuk mengoreksi arah jatuhnya roket.

2. RM-70 Grad / Vampire

MLRS buatan Rep. Ceko ini adalah keluarga baru Korps Marinir TNI AL sejak 2016. RM-70 Vampire adalah varian baru dari RM-70 Grad MLRS yang terlebih dulu melengkapi kekuatan TNI AL. Jumlah RM70 Vampire yang didatangkan ke Indonesia terdiri dua baterai, dalam perspektif artileri, baterai bisa disamakan dengan satuan setingkat kompi. Dan satu baterai RM70 Grad/Vampire Marinir terdiri dari empat unit peluncur roket. Oleh pembuatnya (Exalibur Army Ltd), RM70 Vampire juga disebut sebagai next-generation rocket artillery system, yang dimaksudkan untuk menggantikan peran RM70 Grad yang sudah diluncurkan sejak era Perang Dingin.

RM-70 Vampire | Wikimedia Commons
info gambar

Panjang roket RM70 Vampire hampir sama dengan panjang tabung peluncur. Agar gerakan stabil, setiap roket punya empat sirip ekor. Paduan sirip dan gerak putar pelan membuat tingkat akurasi pada target cukup tinggi. Ada 3 jenis roket amunisi RM70, masih dalam koridor kaliber 122mm, ada yang berhulu ledak HE (high explosive)-fragmentation, ada roket Agat berhulu ledak kargo dengan memuat bom mini, kemudian ada roket Krizna, yakni berhulu ledak kargo yang isinya ranjau anti tank.

Setiap roket punya bobot 66 kg. Komponennya terdiri dari hulu ledak seberat 18,3 kg, lalu ada motor roket dengan double base solid propellant seberat 20,5 kg. Sisanya adalah cangkang roket. Dimensi panjang roket keseluruhan adalah 2,88 meter dan lebar rantang sirip 0,226 meter. Dengan kecepatan jelajah 2.516 meter per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 km. Saat terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter.

Mau tahu seberapa besar area kehancuran dari RM70? Jika diopersikan secara tepat, dipastikan area seluas 3 hektar akan luluh lantak akibat dampak dari roket multi laras ini.

3. R-HAN 122B

R-Han 122B merupakan MLRS karya anak bangsa yang dibuat oleh gabungan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kelebihan kendaraan peluncur roket R-Han 122B yakni pada mekanisme pengisian roket ke peluncur yang didesain dapat dicapai dalam waktu operasi yang singkat. MLRS ini dilengkapi dengan tabung launcher tabung launcher bertipe PL R-HAN 122B dengan kaliber 122 milimeter (mm) dan mampu memuat sebanyak 40 laras. Peluncurannya sendiri bisa dilakukan secara otomastis maupun secara manual.

R-HAN 122B | WIkimedia commons
info gambar
R-HAN 122B | Wikimedia Commons
info gambar

Sedangkan kendaraanR-Han 122B mempunyai senjata dengan jarak tembak 30 kilometer, kecepatan 1,8 mach, elevasi maksimal 55 derajat, dan azimuth 360 derajat. Senjata tersebut dilengkapi kalkulator balistik, dan system otomatisasi loading roket, mengubah elevasi, azimuth, dan firing. peluncur roket ini menggunakan truk yang digerakkan oleh mesin 6HK1-TCS dengan tenaga maksimum 285 PS pada putaran 2.400 rpm (revolution per minute).

--

Sumber Tempo | Kompas | Indomiliter

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini