Bandara Dhoho Kediri, Bandara Pertama dan Satu-satunya di Indonesia yang Dibangun Swasta

Bandara Dhoho Kediri, Bandara Pertama dan Satu-satunya di Indonesia yang Dibangun Swasta
info gambar utama

Bandara Dhoho Kediri tengah dibangun. Bukan pemerintah, pihak yang membangunnya adalah perusahaan swasta.

Bandara Dhoho terletak di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Jika dilihat di peta, lokasinya berada di sebelah barat laut Kota Kediri.

Berdasarkan desain, Bandara Dhoho bakal punya runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 60 meter, apron komersial berukuran 548 x 141 meter, apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan tempat parkir dengan luas 37.108 meter persegi.

Sementara itu, Bandara Dhoho juga akan punya terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi. Terminal tersebut nantinya bisa menampung 1,5 juta penumpang per tahun.

Bandara Dhoho punya keunikan yang tidak dimiliki bandara lain di Indonesia, yakni pembangunannya yang dilakukan oleh pihak swasta. Ini berbeda dengan bandara lain yang dibangun oleh pemerintah. Dengan demikian, Bandara Dhoho adalah satu-satunya bandara di Indonesia yang dibangun oleh swasta.

Perusahaan yang membangun Bandara Dhoho adalah Gudang Garam melalui anak perusahaannya, PT Surya Dhoho Investama. Nama perusahaan tersebut tentunya sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Gudang Garam dikenal sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Tanah Air.

Total investasi yang digelontorkan Gudang Gara untuk Bandara Dhoho mencapai Rp10,8 triliun. Kendati dibangun swasta, bukan berarti sama sekali tidak ada peran pemerintah. Adapun pemerintah tetap hadir karena bandara ini dibangun lewat skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah pun memasukkan Bandara Dhoho sebagai proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Permenko Nomor 21 Tahun 2022.

“Proyek pembangunan Bandara Dhoho di Kediri bisa menjadi contoh bagi swasta yang lain. Mari kita bangun bersama konektivitas di darat, laut, udara dan kereta api. Kami menyambut baik peran swasta untuk berpartisipasi dan kami akan memberikan regulasi sebaik-baiknya,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, seperti dilansir laman resmi Kemenhub.

“Kita harapkan kehadiran bandara ini dapat memberikan suatu kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Kediri,” pungkas Menhub.

Bandara Dhoho nantinya diharapkan bisa mempermudah mobilitas dan melancarkan ekonomi. Bandara tersebut akan melayani distribusi barang sekaligus pengangkutan penumpang, termasuk para jamaah Umrah yang menuju Tanah Suci.

"Produk dari sini yang tadinya sulit distribusi nya nantinya akan lebih mudah menyebar baik secara domestik maupun internasional," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko seperti diwartakan Antara.

Bagi pemerintah, Bandara Dhoho adalah penggenjot pembangunan. Oleh karena itu pemerintah pun memberi sokongan dengan menyiapkan infastuktur pendukung seperti jalan utama dan jalan tol.

"KSP siap mendukung pembangunan Bandara ini. Silakan dikomunikasikan saja jika nanti ada sumbatan dan butuh debottlenecking. Itu tugas KSP," jelas Moeldoko.





Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini