16 Perasaan Ganjil Sejenis Deja Vu, Mungkin Pernah Kita Alami!

16 Perasaan Ganjil Sejenis Deja Vu, Mungkin Pernah Kita Alami!
info gambar utama

Sekali dua kali kita, kita pasti pernah menghentikan aktivitas karena mendapatkan ‘bentrokan memori’ secara tiba-tiba. Kita merespons dengan kerutan kening, lalu berusaha mengingat-ingat sekaligus heran. Apa itu barusan?

Mengapa momen yang sedang terjadi di masa sekarang bisa terasa begitu familier? Bagian yang paling mengusik adalah saat kita tidak berhasil menemukan jawaban apapun.

Ah, mungkin karena situasi ini memang sudah pernah terjadi. Nanti juga ingat lagi. Kita ingin percaya pikiran tersebut, tapi di sisi lain, kita semua tahu, ini bukan lupa biasa. Nah, inilahh déjà vu.

Awal yang bagus. Meskipun masih menjadi enigma hingga saat ini, paling tidak, kita sudah tahu namanya.

Sekarang, waktunya tarik nafas, karena kita juga akan segera tahu kalau fenomena ini ternyata punya banyak sepupu—yang tak kalah misteriusnya.

Apa Itu Déjà Vu?

Ilustrasi deja vu | Leyre/unsplash.com
info gambar

Déjà vu adalah perasaan yang dialami seseorang ketika ia merasa seolah-olah pernah mengalami atau melihat sesuatu sebelumnya, padahal ia yakin bahwa ini adalah kali pertama ia mengalami atau melihat sesuatu tersebut.

Istilah "déjà vu" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "sudah pernah" atau "sudah melihat sebelumnya". Perasaan ini dapat muncul secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas.

Beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu déjà vu antara lain kelelahan, stres, konsumsi obat-obatan tertentu (seperti psikotropika atau obat-obatan yang mengubah kimia otak), kondisi medis tertentu (seperti epilepsi atau migrain), perubahan suasana hati yang cepat, serta lingkungan yang mirip dengan yang pernah dikunjungi sebelumnya.

16 Perasaan Sejenis Déjà Vu

Ilustrasi perasaan sejenis deja vu | Viktor Talashuk/unsplash.com
info gambar

Berikut adalah 16 jenis perasaan yang mirip seperti fenomena déjà vu.

1. Jamais Vu

Jamais vu merupakan perasaan yang sebaliknya dari déjà vu, yaitu perasaan seolah-olah sesuatu yang seharusnya familier justru tidak dikenal sama sekali.

2. Presque vu

Presque vu adalah perasaan seolah-olah ingin mengingat sesuatu, tapi tidak bisa. Mirip seperti saat kita berusaha mengingat sebuah kata yang terasa di ujung lidah. Pada kasus presque vu, hal yang sedang kita ingat-ingat ini bisa saja belum pernah terjadi.

3. Jamais vécu

Jamais vécu bisa dijelaskan sebagai perasaan seolah-olah tidak pernah mengalami sesuatu, meskipun sebenarnya pernah.

4. Déjà rêvé

Déjà rêvé merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan seolah-olah pernah bermimpi sesuatu, padahal itu adalah kenyataan.

5. Déjà entendu

Déjà entendu didefinisikan sebagai perasaan seolah-olah pernah mendengar sesuatu, padahal bisa saja itu adalah kali pertama. Berasal dari bahasa Perancis yang berarti sudah pernah dengar.

6. Déjà pensé

Déjà pensé adalah perasaan saat kita seolah-olah pernah memikirkan sesuatu, padahal itu yang pertama kalinya.

7. Déjà visité

Déjà visité bisa diartikan sebagai perasaan seolah-olah pernah mengunjungi suatu tempat, meskipun itu adalah kunjungan pertama. Terjemahannya dalam bahasa Inggris adalah already visited, atau sudah pernah berkunjung.

8. Déjà vécu complex

Déjà vécu complex merupakan perasaan seolah-olah mengalami seluruh situasi atau peristiwa sebelumnya, bukan hanya sebagian dari itu.

9. Déjà vécu dissociatif

Déjà vécu dissociatif ialah perasaan seolah-olah mengalami situasi atau peristiwa yang tidak sesuai dengan realitas, yang dapat menyebabkan disosiasi dari realitas saat ini.

10. Déjà vécu intrusive

Déjà vécu intrusive adalah perasaan seolah-olah mengalami situasi maupun peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak diharapkan, yang dapat menyebabkan kecemasan.

11. Déjà vécu hallucinatoire

Déjà vécu hallucinatoire dapat didefinisikan sebagai suatu perasaan seolah-olah mengalami situasi atau peristiwa yang dihasilkan dari halusinasi atau ilusi.

12. Déjà vécu automatique

Déjà vécu automatique berarti perasaan seolah-olah melakukan sesuatu secara otomatis tanpa sadar, dan tanpa melibatkan pemikiran atau kontrol.

13. Déjà vécu sensoriel

Déjà vécu sensoriel merupakan perasaan seolah-olah pernah merasakan sesuatu, seperti bau, rasa, suara, atau sentuhan, meskipun ini adalah pertama kalinya.

14. Déjà vécu temporel

Déjà vécu temporel bisa dimaknai perasaan seolah-olah peristiwa atau situasi saat ini terjadi di masa lalu atau masa depan.

15. Déjà vécu énigmatique

Déjà vécu énigmatique ialah perasaan seolah-olah mengalami sesuatu yang tidak dapat dijelaskan atau tidak dapat diidentifikasi.

16. Déjà vécu transcendant

Terakhir, déjà vécu transcendant bisa dijelaskan sebagai perasaan seolah-olah mengalami sesuatu yang melebihi pengalaman manusia biasa, atau menyentuh dimensi spiritual atau metafisik.

Ilustrasi gambar bangunan | Rens Greveling/unsplash.com
info gambar

Déjà vu sering dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus menakjubkan. Namun, dalam beberapa kasus, fenomena ini dapat menyebabkan rasa cemas atau tegang.

Beberapa orang merasa khawatir jika perasaan ini menandakan masalah kesehatan mental atau neurologis yang serius.

Meskipun masih banyak teori yang berbeda tentang déjà vu, para ahli sepakat bahwa déjà vu merupakan fenomena yang unik dan masih belum dapat dijelaskan dengan pasti.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tentang mekanisme yang mendasar di balik perasaan ini, serta bagaimana déjà vu terkait dengan proses ingatan dan persepsi waktu.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

A
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini