Kita Kita Tahu, Titik-titik Terdalam di Lima Samudera Dunia

Kita Kita Tahu, Titik-titik Terdalam di Lima Samudera Dunia
info gambar utama

Beberapa waktu lalu, para ilmuwan mengadakan ekspedisi ekspedisi laut yang begitu penting, dan dari ekspedisi tersebut, diketahui titik-titik terdalam di masing-masing dari lima samudra utama dunia secara lebih akurat.

Data dari Five Deeps Expedition (FDE), yang melakukan penyelaman selama 10 bulan dari 2018 hingga 2019, untuk pertama kalinya mengonfirmasi lokasi titik terdalam Samudera Hindia dan Samudera Selatan.

Titik terdalam Samudera Hindia adalah 7.187 meter, di Palung Jawa, tepat di lepas pantai Indonesia. Dari data FDE juga terungkap, bahwa titik terdalam Samudera Selatan memiliki kedalaman 7.432 meter, di Palung Sandwich Selatan di Samudera Selatan (kutub selatan).

Sebelum adanya ekspedisi FDE, bagian terdalam dari beberapa samudera relatif terkenal, yakni Challenger Deep, di dalam Palung Mariana di Samudera Pasifik. Pada kedalaman 10.924 meter, Challenger Deep masih memegang rekor titik terdalam di Bumi, demikian konfirmasi dari data hasil ekspedisi FDE.

Sedangkan titik terdalam di Samudera Atlantik disebut Brownson Deep di Palung Puerto Rico, sedalam 8.378 meter.

FDE adalah misi 10 bulan yang sukses untuk melakukan perjalanan ke titik terdalam di masing-masing lima samudra utama dunia – Atlantik, Selatan, India, Pasifik, dan Arktik.

Sumber Seasia.co
info gambar

Ekspedisi ini menjelajahi 47.000 mil laut, menyelesaikan 39 penyelaman menggunakan Limiting Factor (LV) – kapal selam dua orang yang dibangun oleh perusahaan Triton Submarines yang berbasis di Florida.

LV membawa generasi terbaru, full-ocean depth multibeam echosounder – yang memancarkan serangkaian pulsa suara – untuk memetakan setiap bagian dasar laut.

Kapal selam LV | Boat International
info gambar

Tim peneliti, termasuk para ahli dari British Geological Survey, telah menulis sebuah studi baru tentang temuan misi tersebut, yang dipublikasikan di Geoscience Data Journal. Studi ini dipimpin oleh kepala surveyor hidrografi Cassandra Bongiovanni untuk FDE.

"Ekspedisi ini memberi kita kesempatan unik untuk secara akurat memetakan beberapa tempat paling terpencil dan terdalam di dunia," katanya.

'"Teknologi kedalaman laut yang makin canggih memungkinkan kami untuk memetakan area yang setara dengan benua Prancis hanya dalam 10 bulan. Sekitar 61 persen tempat yang kami kunjungi belum pernah dipetakan menggunakan teknologi modern," tambahnya.

Sebelum FDE, ada beberapa keraguan dan ketidakpastian mengenai titik terdalam di Samudera Hindia dan Samudera Selatan.

Sebagai contoh, dua kemungkinan lokasi untuk titik terdalam di Samudera Hindia sebelumnya telah diidentifikasi, yakni Palung Jawa dan Zona Fraktur Diamantina (DFZ).

Dari data FDE, telah dibuktikan secara akurat bahwa Palung Jawa adalah titik terdalam di Samudera Hindia, yakni sedalam 7.187 meter, atau lebih dalam dari DFC yang 7.019 meter.

Adapun Samudra Selatan, Palung Sandwich Selatan, yang terletak tepat di utara benua Antartika, belum dieksplorasi secara menyeluruh sebelum FDE.

Palung Sandwich Selatan adalah satu-satunya zona hadal sub-nol (lebih dalam dari 6.000 meter, atau 20.000 kaki) di dunia. Factorian Deep, namanya, terletak di ujung selatan palung, dengan kedalaman 7.432 meter.

Kunci dari temuan ini adalah Triton DSV Limiting Factor senilai $35 juta – satu-satunya kapal selam di dunia yang mampu menyelam hingga kedalaman laut terdalam (11.000 meter).

Limiting Factor adalah kendaraan pertama dalam sejarah yang berkali-kali pergi ke titik terdalam di lautan.

Pada kedalaman seperti itu, ada tekanan luar biasa, kegelapan ekstrem, dan suhu hampir beku, hanya mikroorganisme khusus yang dapat bertahan hidup.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini