Pembangunan Tol Akses Patimban Dimulai, Target Selesai 2024

Pembangunan Tol Akses Patimban Dimulai, Target Selesai 2024
info gambar utama

Per tanggal 24 Januari 2023, perjanjian terkait pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di daerah Subang, Jawa Barat telah ditandatangani. Hal ini menjadi awal dari dimulainya pembangunan jalan tol yang menghubungkan akses ke Pelabuhan Patimban.

Penggarapan tol ini dilakukan oleh konsorsium PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Yang mana dalam konsorsium ini PT Jasa Marga adalah pemegang saham mayoritas.

Bersumber dari media sosial PUPR, pembangunan tol yang dilakukan oleh BUJT ini akan dilakukan pada semester kedua tahun 2023 ini. Sehingga operasionalnya diharapkan bisa berjalan pada akhir 2024 mendatang.

Mengenal Jalan Tol Pertama yang Beroperasi di 5 Pulau di Indonesia

Terkoneksi dengan Tol Cipali dan Memiliki 5 Seksi

Jalan tol ini terbagi atas 5 seksi, yaitu Seksi 1 Junction Cipeundeuy-SS Cipeundeuy (2,65 Km), Seksi 2 SS Cipeundeuy-SS Pasir Bungur (10,06 Km), Seksi 3 SS Pasir Bungur-SS Tambak Dahan (16,10 km), Seksi 4 SS Tambak Dahan-SS Pusakanegara (7,11 Km), dan terakhir adalah Seksi 5 SS Pusakanegara – Patimban (1,13 Km).

Dari kelima seksi tersebut, bila ditotal maka Jalan Tol Akses Patimban ini punya jarak sepanjang 37,05 km. Nantinya sebagian jalan akan dibangun BUJT dan sebagiannya lagi dibangun oleh Pemerintah.

Lebih lanjut, dari jarak tersebut yang akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) memiliki panjang 22,94 km, sementara untuk yang dibangun oleh BUJT sepanjang 14,11 km. Tol ini juga akan terhubung dengan Jalan Tol Cikampek - Palimanan

Diharapkan setelah terbukanya akses ke salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia ini, tentunya bisa memudahkan konektivitas jalan di kawasan pantai utara baik itu jalan nasional maupun jalan tol.

Keberadaan tol ini juga diharapkan agar bisa membantu memperlancar arus logistik serta perkembangan kawasan industri, perdagangan, maupun pusat jasa di daerah Jawa Barat

Terlebih lagi di daerah sekitar seperti Karawang dan Subang menjadi salah satu daerah yang memiliki pusat industri besar.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berpesan supaya pemerintah pusat, pemda, maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mesti mengoptimalkan pekerjaannya dengan lebih cepat supaya operasionalnya pada September 2024 bisa tercapai.

“Selain itu, perhatikan kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan, termasuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Harus menggunakan produk dalam negeri, jangan impor,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di media sosial PUPR.

Sumsel Memiliki Potensi Energi Panas Bumi Dengan Pembangunan PLTP Supreme Energy

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini