Kopi Bulan Madu ? Seperti Apa sih Rasanya ?

Kopi Bulan Madu  ? Seperti Apa sih Rasanya ?

Kopi Bulan Madu ? Seperti Apa sih Rasanya ?

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sudah pernah dengar Kopi Bulan Madu khas Bondowoso ? Sudah pernah cicipi juga ? Kalau kalian yang yang masih asing dengan kopi satu ini, begini nih rupa kopi unik tersebut.

Kopi Bulan Madu khas Bondowoso (travel.kompas.com)
Kopi Bulan Madu khas Bondowoso (travel.kompas.com)

Kabupaten Bondowoso tak hanya dikenal dengan tape manisnya saja, namun juga sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia. Pun Bupati Bondowoso, Amin Said Husni, telah mendeklarasikan Kabupaten Bondowoso sebagai "Republik Kopi". Kopi unik khas Bondowoso yakni kopi Arabica Java Ijen Raung, dan dinamai Kopi Bulan Madu. Berbeda dengan kopi pada umumnya, Kopi Bulan Madu aman bagi lambung, lho. Selain itu, tanaman kopi ini tumbuh pada lahan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan kontur dan kandungan tanah yang berbeda, terdapat unsur belerang yang membuat cita rasa kopi berbeda dari yang lain.

Rasa dari kopi ini terbilang unik. Pasalnya selain pahit, ada juga rasa asam sekaligus manis seperti rasa cokelat. Kebayang rasanya ?

“Rasanya nano-nano banget, sangat khas, ada kecut atau asem begitu, unik banget, tidak seperti kopi biasa,” ujar Halimah, salah satu warga, Sabtu (8/10/2016) seperti yang dilansir oleh Kompas.com

Kopi Arabica Java Ijen Raung diproses secara organik dengan mengunakan pola tanam dan perawatan sesuai standar Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia. Karena kopi ini memiliki khasiat menambah stamina, Pemilik UMKM Kilang Mulia, Muhlis, sengaja memberi nama 'Bulan Madu'.

“Kopi ini memiliki khasiat untuk menambah stamina dan vitalitas, baik untuk pria maupun wanita. Makanya kita pilih nama 'Bulan Madu',” terang Muhlis dalam Kompas.com .

Muhlis, Pemilik UMKM Kilang Mulia (travel.kompas.com)
Muhlis, Pemilik UMKM Kilang Mulia (travel.kompas.com)

Rata-rata, kopi Arabica Java Ijen Raung ini bisa terjual 2 kg per hari. Dengan berat 200 gram per bungkusnya, kopi Bulan Madu cukup murah yaitu seharga Rp 50.000 saja. Tak hanya orang Bondowoso saja yang terpikat kopi Bulan Madu, para pelancong pun juga turut meminati kopi ini. Pemasaran produk kopi Bulan Madu juga dilakukan secara online, lho. Penasaran dengan kopi yang satu ini ? Tunggu apa lagi, segera datang di Kabupaten Bondowoso.




Sumber : travel.kompas.com
Sumber Gambar Sampul :

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kepala Chef  Hotel Tertua  di Inggris Ternyata Orang Indonesia Sebelummnya

Kepala Chef Hotel Tertua di Inggris Ternyata Orang Indonesia

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Huda Faridha
@faridhahuda

Huda Faridha

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.