Indonesia kembali berjaya pada acara Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin. Pasalnya, paviliun Wonderful Indonesia berhasil mempertahankan gelarnya sebagai “The Best Exhibitor 2017” pada gelaran ITB Berlin 2017 di Jerman. Menurut berita yang dirilis oleh Kompas, Indonesia berada di posisi puncak, mengungguli “Imagine” Korea Selatan pada urutan kedua dan “Amazing” Thailand pada nomor 3. Sementara Malaysia menduduki urutan kesepuluh dari 75 negara.

Pada gelaran ITB 2016, Indonesia juga mendapatkan gelar serupa sebagai “The Best Exhibitor 2016”. Sama seperti tahun ini, Indonesia berhasil mengungguli Korea Selatan yang menduduki posisi nomor dua. Dilanjutkan oleh “Incredible” India di urutan ketiga. Kemudian disusul oleh Maladewa, Sri Lanka, dan Filipina.

Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya (ketiga dari kiri). Menteri Arief optimis gelar "The Best Exhibitor" mampu menjadi modal bagi pariwisata Indonesia untuk bersaing di kancah global © Biro Komunikasi Publik Kemenpar (via Kompas)
Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya (ketiga dari kiri). Menteri Arief optimis gelar "The Best Exhibitor" mampu menjadi modal bagi pariwisata Indonesia untuk bersaing di kancah global © Biro Komunikasi Publik Kemenpar (via Kompas)

Ketika ditanyakan, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengaku bangga dengan capaian yang diperoleh Indonesia pada pameran besar pariwisata internasional tersebut. Gelar “The Best Exhibitor” merupakan bukti bahwa posisi pariwisata Indonesia diakui di tingkat dunia.

"Ini prestasi yang membanggakan. ITB Berlin adalah pameran pariwisata terbesar dunia yang diikuti 187 negara, 10.000 exhibitor, 180.000 pengunjung. Semua industri pariwisata, tour travel, airlines, cruise, hotel, resort, atraksi, pemerintah, asosiasi kumpul di ITB Berlin. Wonderful Indonesia menunjukkan kelasnya di level dunia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Kemenangan itu menunjukkan kita sudah bisa berkalibrasi dengan standar dunia. Kualitas yang kita tampilkan sudah pas dengan cara dunia melihat kualitas kita," kata Arief Yahya di ITB Berlin.

Selain itu, Arief juga optimis bahwa gelar yang dicapai Indonesia selama dua tahun mampu menjadi modal utama untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.

"Mendongkrak kepercayaan diri kita, bahwa bangsa kita memang punya kapasitas, punya kemampuan dan berani bersaing," ucap Arief Yahya.

Lebih lanjut, Arief juga berharap agar Indonesia ke depannya mampu meraih gelar yang lebih tinggi. Menjadi “Best of The Best” di ITB Berlin. Dengan kata lain, Indonesia diharapkan untuk menjadi juara di lima benua alias juara umum.

"Tahun depan kami akan targetkan meraih 'Best of The Best'," tambah Arief Yahya.

Sekilas tentang ITB Berlin 2017

Berdasarkan keterangan dari situs resminya, ITB Berlin merupakan pameran pariwisata terbesar di dunia. Dengan mengusung tagline “The World’s Leading Travel Trade Show,” pameran ITB Berlin 2017 menyuguhkan berbagai macam pariwisata dari segala penjuru dunia. Terbukti, sebanyak 187 negara menjadi peserta di dalam pameran yang diselenggarakan di kota Berlin tersebut. Digelar pada 8-12 Maret 2017, pameran tersebut menghadirkan sejumlah potensi wisata hingga para penyedia jasa pariwisata dari seluruh negara peserta. Indonesia adalah salah satu negara partisipan di dalam ITB Berlin 2017.

Gedung Messe Berlin yang menjadi lokasi penyelenggaraan pameran ITB Berlin 2017 © Travelarz / CC BY-SA 4.0 (via Wikimedia Commons)
Gedung Messe Berlin yang menjadi lokasi penyelenggaraan pameran ITB Berlin 2017 © Travelarz / CC BY-SA 4.0 (via Wikimedia Commons)

Untuk tahun 2017 Indonesia menggelar paviliun seluas 487 meter persegi. Paviliun Indonesia terletak di Hall 26 A nomor 120 dengan bentuk kapal Phinisi dan rumah adat Flores, Wae Rebo. Di paviliun tersebut, pengunjung pameran disuguhi oleh berbagai penampilan seni termasuk tarian Papua, tarian Bali, tarian adat Betawi, dan tari saman asal Aceh.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, mengatakan bahwa pada gelaran ITB Berlin 2017 tersebut, Indonesia turut serta menggandeng sejumlah penyedia jasa serta pelaku pariwisata di Indonesia.

"Kami membawa delegasi yang terdiri dari 135 agen perjalanan, hotel, dan dinas pariwisata daerah," katanya.

Tidak hanya pertunjukan seni, Paviliun Indonesia juga menghadirkan sejumlah hal unik lainnya. Seperti contohnya kopi dan henna Indonesia.

Tema yang diusung Indonesia di dalam ITB Berlin 2017 adalah keragaman budaya dan maritim. Menurut I Gde Pitana, kedua unsur tersebut diharapkan menjadi bagian dari Indonesia yang mampu menarik minat para pengunjung pameran tersebut.

"Jadi tema maritim dan keragaman budaya dari pariwisata Indonesia diintegrasikan ke dalam desain stand untuk ITB 2017," katanya.

Tidak hanya di dalam pameran, Indonesia juga memiliki daya tarik tersendiri selama perhelatan ITB Berlin 2017. Berdasarkan berita dari Kompas, sejumlah bus yang dihadirkan oleh Indonesia turut menjadi pusat perhatian warga Berlin. Bus-bus yang bertuliskan “Wonderful Indonesia” tersebut menampilkan sejumlah gambar yang merepresentasikan kekayaan wisata Indonesia. Mulai dari gambar Danau Toba, stupa Buddha, Candi Borobudur, hingga gambar seorang perempuan yang memanggul buah-buahan di atas kepala dengan latar pesawahan di Ubud, Bali.

Bus-bus yang "memamerkan" gambar-gambar yang merepresentasikan kekayaan pariwisata Indonesia di jalanan kota Berlin, Jerman © Biro Komunikasi Publik Kemenpar (via Kompas)
Bus-bus yang "memamerkan" gambar-gambar yang merepresentasikan kekayaan pariwisata Indonesia di jalanan kota Berlin, Jerman © Biro Komunikasi Publik Kemenpar (via Kompas)

Sumber: Diolah dari berbagai sumber.

Sumber Gambar Utama: Dokumentasi Kemenpar (via kedaipena.com)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu