Inilah 7 Keunggulan Pesawat N219 Karya Indonesia yang Kamu Harus Tahu

Inilah 7 Keunggulan Pesawat N219 Karya Indonesia yang Kamu Harus Tahu
info gambar utama
Di hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 yang lalu, bangsa Indonesia mendapatkan kado istimewa berupa keberhasilan uji terbang pesawat karya anak bangsa, pesawat N219. Pesawat ini merupakan pesawat hasil pengembangan PT Dirgantara Indonesia yang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Pesawat yang diproyeksikan sebagai transportasi udara untuk wilayah-wilayah perintis tersebut diklaim memiliki berbagai keunggulan. Dan keunggulan-keunggulan tersebut yang membuat beberapa pihak telah tertarik untuk membeli pesawat bermesin turboprop buatan Indonesia itu untuk berbagai keperluan termasuk untuk keperluan komersial.

Lalu apa saja sih keunggulan pesawat yang berhasil uji terbang 16 Agustus yang lalu itu? Berikut ulasan yang berhasil GNFI berhasil himpun dari berbagai sumber.

1. Teknologi pesawat yang digunakan N219 tergolong merupakan common technology. Sehingga biaya produksinya relatif lebih murah dan biaya perawat bisa lebih rendah.

2. Sementara untuk teknologi avionik, teknologi yang digunakan adalah Garmin G-1000 dengan Flight Management System yang telah terpasang Global Positioning System (GPS), sistem autopilot dan Terrain Awareness and Warning System.

3. Berkat teknologi-teknologi tersebut, N-219 sangat cocok untuk kebutuhan di wilayah-wilayah perintis yang hanya memiliki landasan pacu pendek.

4. N219 memiliki desain kabin yang luas sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti kargo, evakuasi medis, angkut pasukan bahkan untuk penumpang sebanyak 19 orang dewasa.

5. Purwarupa pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum hingga 210 knot dengan kecepatan terendahnya mencapai 59 knot. Berkat kemampuan ini, pesawat bisa terbang dengan kecepatan cukup rendah namun tetap bisa dikendalikan. Hal ini penting karena di daerah perintis medan yang dilalui bisa sangat tidak terduga, seperti pegunungan-pegunungan, maupun tebing-tebing yang membutuhkan manuver ekstrim dalam kecepatan rendah.

6. Landing gear atau ban pendaratan yang dimiliki oleh N219 bersifat fixed atau tidak dapat dilipat masuk ke dalam tubuh pesawat. Hal ini memberikan keunggulan berupa kemudahan dalam pendaratan di landasan pacu yang tidak beraspal. Selain itu, biaya perawatan juga akan menjadi lebih murah.

7. Wilayah-wilayah perintis yang tidak banyak memiliki infrastruktur penerbangan memaksa pesawat seperti jenis N219 untuk bisa menyiasati kebutuhan bahan bakar. Pesawat N219 dilengkapi dengan teknologi Multihop Capability Fuel Tank yang mampu mengatur kebutuhan bahan bakar sehingga pesawat dapat melakukan penerbangan ke beberapa rute tanpa perlu mengisi bahan bakar.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini