Siger Sunda, Mahkota Sang Pengantin Pasundan yang Memiliki Makna Mendalam

Siger Sunda, Mahkota Sang Pengantin Pasundan yang Memiliki Makna Mendalam
info gambar utama

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Salah satu tradisi di Indonesia yaitu tradisi Sunda.

Pengantin wanita yang menggunakan tradisi atau adat Sunda selalu memakai siger pada acara akad nikah maupun resepsi. Siger yaitu sejenis mahkota yang digunakan oleh pengantin wanita. Siger memiliki beberapa ornamen yang ternyata memiliki makna masing-masing. Siger ternyata ada hubungannya dengan pengabdian terhadap suami, apa itu?

Siger sunda adalah mahkota berbahan dasar logam yang diberi tambahan ornamen untuk digunakan oleh pengantin wanita. Berat siger sunda sekitar 1.5 hingga 2 kg. Siger di kepala pengantin wanita bermakna harapan terhadap rasa hormat, kearifan dan kebijaksanaan dalam suatu pernikahan. Di belakang sanggul, dipasang enam buah hiasan kembang tanjung yang memiliki makna kesetiaan sang istri terhadap sang suami yang juga menjadi imamnya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Hiasan sanggul kembang goyang menempati posisi paling atas. Kembang goyang dipasang menghadap ke depan dan belakang. Perbedaan tersebut bermakna istri akan selalu tampil cantik baik di depan maupun di belakang. Tak lupa pengantin wanita diberi rangkaian bunga melati yang memiliki makna kesucian dan kemurnian sang istri.


Sumber: dihimpun dari berbagai sumber

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini