Akses informasi tampaknya gencar dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri. Setelah beberapa waktu lalu meluncurkan aplikasi yang mampu membantu WNI yang berada di luar negeri, kini Kemenlu kembali mengeluarkan inovasi terbaru berupa Treaty Room. Inovasi ini merupakan sebuah akses informasi kerjasama luar negeri yang telah dilakukan kementerian terkait sehingga mudah untuk diakses oleh masyarakat. 

Sebagaimana diberitakan ANTARA (12/1) inovasi yang berupa situs tersebut dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Situs ini berisi seluruh perjanjian internasional yang telah ditandatangani Indonesia sejak meraih kemerdekaan. Terbukanya akses ini untuk masyarakat adalah sebuah komitmen untuk memberikan informasi publik yang lebih berkualitas. 

Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, Damos D. Agustman menyampaikan bahwa di dalam situs ini telah tersedia 4.000 lebih perjanjian. Ia pun menjelaskan bahwa selain sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi Kemenlu, situs ini juga akan menjadi sarana edukasi. Dengan adanya situs ini, berbagai pihak akan sangat terbantu seperti para pembuat kebijakan, anggota parlemen, para pengusaha, pemerhati hukum, analis politik luar negeri, akademisi dan juga mahasiswa. 

Sejatinya Treaty Room ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya yang telah dicetuskan pada tahun 2009 yang merupakan sebuah fasilitas data untuk kebijakan-kebijakan luar negeri. Kini Treaty Room dikembangkan menjadi sebuah situs interaktif yang menampilkan daftar-daftar kebijakan berdasarkan negara. 

Dari tampilannya sendiri, Treaty Room memang telihat cukup sederhana. Pengguna cukup menentukan negara mana yang ingin diketahui kebijakan yang pernah dibuat dengan Indonesia. Saat sebuah negara dipilih, akan muncul jumlah total kebijakan yang pernah dibuat, dan judul-judul kebijakan dengan penjelasan kapan kebijakan diambil, status perjanjian saat ini seperti apa, dan juga referensi dokumen serta regulasi terkait. 

Treaty Room adalah salah satu inovasi yang telah diluncurkan oleh Kemenlu. Sebelumnya Kemenlu telah meluncurkan beberapa inovasi lain seperti aplikasi SafeTravel yang mampu membantu para WNI saat berada di luar negeri. Aplikasi ini tidak hanya memberikan informasi terkait kebijakan imigrasi di negara-negara tujuan tetapi juga mampu menjadi aplikasi pertolongan apabila WNI membutuhkan bantuan dengan perwakilan Indonesia yang tersedia di beberapa negara.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu