5 Anak Kecil Dari Luar Negeri Ini Mencoba Makanan Indonesia

5 Anak Kecil Dari Luar Negeri Ini Mencoba Makanan Indonesia

© Foto: HiHo Kids

5 anak kecil yang tergabung di bawah rumah produksi Cut yang berlokasi di Seattle, Washington, USA ini melakukan pengambilan sebuah video yang rutin mereka lakukan.

Video tersebut bertajuk Kid's Try, dimana anak-anak kecil tersebut secara bergantian mencoba makanan-makanan khas dari seluruh dunia. Pada episode kali ini, 5 anak kecil tersebut mencoba 4 varian makanan khas Indonesia dimulai dari sarapan, makan siang, makan malam, dan cemilan.

Mereka mencoba nasi uduk untuk menu sarapan, mie ayam sebagai menu makan siang, rendang untuk menu makan malam, serta kue cubit yang sempat booming beberapa waktu lalu sebagai cemilan.

Kira-kira bagaimana yaa reaksi mereka saat mencoba makanan khas Indonesia tersebut? Mengingat makanan yang biasa mereka konsumsi di Amerika berbeda jauh dengan jenis makanan Indonesia yang apa-apa serba nasi, kalau tidak pakai nasi, namanya ngemil.

Simak videonya di bawah ini:

Untuk pengetahuan lebih lanjut, berikut fakta-fakta menarik mengenai 4 menu makanan yang dicoba oleh anak-anak kecil tersebut:

Nasi Uduk

Nasi Uduk | Foto: Tastemade
Nasi Uduk | Foto: Tastemade

Nasi uduk merupakan makanan khas Betawi yang menjadi menu sarapan favorit warga Jakarta. Sekilas nasi uduk terlihat seperti nasi pada umumnya, tapi setelah dicicipi barulah terasa perbedaannya. Perbedaan tersebut muncul dikarenakan sebelum dikukus, beras untuk membuat nasi uduk diaron terlebih dahulu mengenakan air santan, daun salam, daun jeruk, laos, dan serai. Dikarenakan warna yang tidak berubah, maka dari itu sedikit susah membedakan nasi putih biasa dan nasi uduk.

Nasi uduk konon sudah ada sejak abad ke-14 an dan datang melalui jalur perdagangan. Asal mulanya nasi uduk dibawa dari Tanah Melayu. Orang-orang Melayu yang ada di pulau Sumatra lalu berhijrah ke pulau Jawa.

Ada yang menyebutkan bahwa asal kata nasi uduk berasal dari bahasa Sunda 'uduk' yang memiliki arti bersatu atau bercampur. Namun ada juga yang berpendapat bahwa nama tersebut secara etimologi memiliki arti kata ‘susah’. Arti kata tersebut muncul karena dulunya nasi uduk identik dengan makanan yang dijual di gerobak-gerobak dan hanya bisa dijumpai di pasar saja.

Mie Ayam

Mie Ayam | Foto: Kota Wates
Mie Ayam | Foto: Kota Wates

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa asal Mie Ayam sebenarnya bukan dari Indonesia melainkan Cina Selatan tepatnya daerah-daerah pelabuhan seperti Fujian dan Guandong. Mie Ayam dibawa ke Indonesia perkara gerakan besar imigrasi orang-orang Arab dan Cina pada 1870 ke Jawa karena politik keterbukaan imigran Pemerintahan Hindia Belanda.

Di tanah kelahirannya, bakmi tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Terbuat dari tepung terigu dan di atas mie biasanya ditambah lauk berupa potongan daging berbumbu serta sayuran.

Perkembangan mie ayam tak terlepas dari gerakan besar masakan `caudo’. Lidah kita menyebutnya soto. `Caudo’ melanda nusantara terutama pesisir Jawa setelah habisnya Perang Diponegoro 1825-1830. Awalnya `caudo’ hanya dikenal di Lamongan dan Kudus.

Setelah era soto pada 1880 pada suatu perayaan Cap Go Meh di Semarang, Kong Koan (perkumpulan elite peranakan) mengundang ahli masak-masakan cina untuk berlomba. Bahan dasar yang digunakan itu mian (mie) berbahan dasar tepung terigu dan tepung beras, mifen (bihun), mian xian (misoa), lumian (lomi), guotiao (kwetiau) juga dipake ravioli alias bianshi atau yang kita kenal sebagai Pangsit.

Rendang

Rendang | Foto: Taste of Asian Food
Rendang | Foto: Taste of Asian Food

Masakan asal Minangkabau ini rupanya telah ada sejak awal abad ke-16. Sejarawan dari Universitas Andalas, Prof. Gusti Asnan menyebutkan hipotesisnya bahwa rendang merupakan masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang pada awal abad ke-16. Hal tersebut dikarenakan oleh rendang kering sangatlah awet, tahan untuk disimpan hingga berbulan lamanya, sehingga sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pangan selama perjalanan yang memakan waktu cukup lama.

Selain itu rendang juga disebut dalam kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).

Kue Cubit

Kue Cubit | Foto: Bobo.id
Kue Cubit | Foto: Bobo.id

Beberapa waktu yang lalu jajanan yang dulunya dijajakan di sekolah-sekolah mendadak menjadi sangat populer dan menjadi salah satu menu pilihan di restoran ataupun cafe tentunya dengan modifikasi tertentu.

Nama dari Kue Cubit sendiri cukup unik, banyak sekali anggapan kenapa jajanan ini dinamakan Kue Cubit. Ada yang beranggapan bahwa nama tersebut diraih karena penjual tradisionalnya mengangkat adonan yang sudah dipanggang menggunakan pencapit yang mirip dengan gerakan mencubit kue tersebut.

Tapi banyakkah dari kalian yang tahu bahwa asal mulanya Kue Cubit merupakan hasil proses lokalisasi dari makanan khas Belanda, Poffertjes?

Sumber: Hiho Kids | Pergi Kuliner | Kaskus | Rendang Indonesia

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau21%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

10 Negara Paling Ramah Turis di Dunia. Dimanakah Posisi Indonesia? Sebelummnya

10 Negara Paling Ramah Turis di Dunia. Dimanakah Posisi Indonesia?

Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan dengan Gelar Pahlawan Selanjutnya

Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan dengan Gelar Pahlawan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.