Waktunya Budaya Batak Karo Dipromosikan di Dunia, Belanda Salah Satunya

Waktunya Budaya Batak Karo Dipromosikan di Dunia, Belanda Salah Satunya
info gambar utama

Kekayaan Indonesia tidak hanya pada kekayaan alamnya yang sudah terkenal jauh sampai ke negeri paman Sam, ada kebudayaan yang dijaga sedemikian rapi yang juga bisa dipertunjukan sebagai salah satu identitas dan kebanggaan Indonesia.

Sejauh ini, dunia luas cukup tahu tentang budaya Indonesia salah satunya budaya tari Indonesia namun hanya sebatas tari saman dari Aceh, tari pendet dari Bali, dan atau tari jaipong dari Jawa Barat. Padahal, ada begitu banyak tarian daerah yang begitu apik dan memiliki ikatan kuat dengan jati diri daerah tersebut.

Rasanya, sudah saatnya kebudayaan Indonesia diperkenalkan lebih jauh dan lebih dalam pada dunia luas, seperti salah satu hal yang dilakukan oleh KBRI Indonesia di Deen Hag, Belanda.

berita terkini


Den Haag - Promosi wisata Indonesia tak henti dilakukan di luar negeri. KBRI Den Haag di Belanda menggelar acara budaya Batak Karo. Tarian Tor-tor pun menggoyang Negeri Kincir Angin.

Lewat siaran pers yang diterima detikTravel dari KBRI Den Haag, Rabu (2/5/2018), pada 28 April 2018 lalu telah dilaksanakan 'Gebyar Indonesia Karo: the Unique and the Tasty Treasure of Karo' di Aula Nusantara KBRI Den Haag.

Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya, kuliner, dan kerajinan tangan daerah Karo sekaligus Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah HMKI-Belanda periode 2017-2022.

Dalam acara yang dimulai pada pukul 14.15, dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, Wakil Bupati Karo, Corry Sebayang dan rombongan serta anggota DPP HMKI Pusat sebagai tamu kehormatan berlangsung sangat meriah.

Tarian Tor-tor khas Batak pun dikeluarkan (dok KBRI Den Haag)


Acara diawali dengan tarian penyambutan Pengalo - ngalo yang melatarbelakangi kedatangan Duta Besar dan tamu kehormatan lainnya.

Dilanjutkan dengan acara pemberian marga kehormatan Karo Karo Surbakti kepada Duta Besar. Duta Besar Puja menerima marga Surbakti dan isteri Duta Besar menerima marga Sebayang.

Dalam sambutan pembukaannya, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja mengajak seluruh lapisan masyarat Indonesia khususnya masyarakat Karo di Belanda untuk bahu membahu membangun Tanah Karo setelah 8 tahun mengalami erupsi Gunung Sinabung.

Dia juga mengharapkan acara Gebyar Indonesia Karo dapat menjadi cermin kekayaan budaya Indonesia dan menarik perhatian wisatawan Belanda untuk berkunjung ke Tanah Karo. Karo sesungguhnya pernah memiliki kesepakatan dengan kota Zunsert, Belanda, untuk kerjasama Sister City.

Duta Besar juga menyampaikan pentingnya kegiatan-kegiatan promosi seni budaya Indonesia oleh berbagai lapisan masyarakat yang dirangkum dalam 3B yaitu Beauty, Bridging dan Branding.

Beauty merupakan keindahan Tanah Karo serta budayanya yang diharapkan dapat menarik wisatawan Belanda. Bridging merupakan upaya menjembatani hubungan people to people antara Indonesia dan Belanda untuk memahami satu sama lain, dan Branding berupa pemberikan informasi secara intensif tentang keindahan dan fasilitas yang telah tersedia di Tanah Karo sebagai upaya menjaring lebih banyak lagi wisatawan Belanda.

Selanjutnya Tari Terang Bulan, Tari Biring Manggis, Tari Tortor, Tari Baka dirangkai sebagai salah satu acara hiburan yang cukup menarik dengan diselingi oleh fashion show, pertunjukan pencak silat dan lagu-lagu daerah.

berita terkini

Lebih dari 250 undangan yang hadir sangat menikmati acara yang disajikan sambil menikmati aneka hidangan tradisional Nusantara.


Semoga kebudayaan Indonesia bisa terus dipertunjukan ke dunia luas dan menjadi salah satu magnet positif ya!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini