UI Raih Predikat Universitas dengan Jumlah Publikasi Ilmiah Tertinggi di Indonesia

UI Raih Predikat Universitas dengan Jumlah Publikasi Ilmiah Tertinggi di Indonesia

© youthmanual.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jumlah publikasi Ilmiah merupakan salah satu indikator kontribusi sebuah perguruan tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat. Tanpa adanya publikasi ilmiah, hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak akan dapat diketahui khalayak umum sehingga tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Itu sebabnya, berbagai perguruan tinggi di Indonesia berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan Publikasi Ilmiah.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) belum lama ini menggelar Science and Technology Index Award (SINTA) untuk mengapresiasi perguruan tinggi yang mampu mendorong peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, menjelaskan bahwa publikasi ilmiah saat ini memegang peranan penting sebagai bukti pertanggung jawaban ilmiah hasil penelitian sehingga dapat dikenal secara global.

Berbagai kampus di Indonesia mendapatkan penghargaan Sinta dan salah satu yang terbaik adalah Universitas Indonesia (UI) yang dinobatkan sebagai perguruan tinggi dengan Produktivitas Publikasi Tertinggi kategori PTN-BH. Selain itu, UI juga menjadi pemenang ketiga Institusi dengan Produktivitas Publikasi Tertinggi kategori Umum.

Dalam ajang tersebut UI juga menjadi institusi yang banyak mendapatkan penghargaan. Seperti dua civitas UI yang meraih penghargaan Penulis Dengan Jumlah Publikasi Tertinggi 2016-2018 kategori PTN-BH. Dua civitas UI tersebut adalah dr. Indah S. Widyahening, MS, MSc-CMFM, PhD sebagai pemenang kedua dan Prof. Dr. rer. nat Rosari Saleh yang sebagai pemenang kelima.

Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met menjelaskan bahwa Itu sebabnya ia memandang bahwa penghargaan yang diterima UI menjadi sebuah apresiasi yang baik. "Penghargaan ini ada berkat upaya keras para dosen peneliti dan segenap sivitas akademika UI yang berpartisipasi meningkatkan kuantitas maupun kualitas penelitian UI,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Ia pun menjelaskan bahwa UI telah melakukan upaya peningkatan penelitian sejak tahun 2015. Berbagai kebijakan strategis telah dilakukan untuk meningkatkan budaya riset di UI.

"Seperti pada tahun 2016 hingga saat ini, UI telah menggencarkan pelaksanaan konferensi internasional dimana UI adalah tuan rumahnya guna mamcu pengembangan budaya riset dan inovasi serta meningkatkan jumlah publikasi jurnal ilmiah internasional," ungkapnya.

Foto: dok. Humas Universitas Indonesia
Foto: dok. Humas Universitas Indonesia

Secara statistik jumlah publikasi ilmiah dari Indonesia di tingkat ASEAN telah mengalami peningkatan yang pesat. Terhitung hingga 22 Juni 2018 berdasarkan data Kemenristekdikti dari Scopus, jumlah publikasi ilmiah Indonesia berjumlah 12.233 publikasi. Angka ini menempati peringkat kedua terbanyak di Asia Tenggara setelah Malaysia dengan jumlah publikasi ilmiah sebanyak 12.492 publikasi. Sementara di peringkat ketiga ditempati oleh Singapura dengan jumlah publikasi ilmiah sebanyak 9.543 publikasi.

Saat ini, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN tercatat sebanyak 12.233 publikasi yang terindeks di Scopus, menduduki posisi ke dua setelah Malaysia sebanyak 12.492 dan telah melampaui Singapura sebanyak 9.543. Sedangkan publikasi internasional UI yang terindeks di Scopus hingga awal Januari 2018 tercatat telah mencapai 1.991 publikasi.

Sinta Award sendiri merupakan salah satu upaya Kemenristekdikti untuk memberikan apresiasi kepada dosen, peneliti, institusi dan pengelola jurnal yang telah menunjukkan prestasi yang nyata dalam peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah. Sinta yang merupakan indeks publikasi ilmiah milik Indonesia dalam kurun satu tahun telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dari sisi kuantitas dan kualitas.

Integrasi data yang sebelumnya hanya dilakukan dengan Google Scholar dan Scopus, kini telah ditingkatkan dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk buku, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk paten dan hak cipta, serta Orchid dan Web of Science untuk publikasi internasional.

Diharapkan, penghargaan ini dapat menjadi pemacu di dalam meningkatkan mutu penelitian mutakhir untuk turut berkontribusi menghasilkan lulusan unggul untuk menciptakan nilai kompetitif dan unggul bangsa ini.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang27%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Taman Nasional Langit Gelap Pertama yang Dimiliki Indonesia Sebelummnya

Taman Nasional Langit Gelap Pertama yang Dimiliki Indonesia

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.