Popularitas pencak silat semakin tinggi di luar negeri. Meskipun tidak sepopuler olahraga pencak silat yang dipertandingkan di Asian Games 2018 lalu, seni bela diri tradisional Indonesia masih tetap diminati oleh para praktisi bela diri di Eropa. Untuk kali ketiga, tokoh silat tradisional Jawa Barat, Gending Raspuzi, kembali diminta untuk memberikan workshop pencak silat oleh komunitas bela diri di lima kota di Eropa. Lima kota tersebut adalah Hannover (Jerman), Rotterdam dan Maastricht (Belanda), Dublin (Irlandia), dan Saint Brieuc (Perancis).

Gending Raspuzi memberikan demo silat kepada peserta workshop di Hannover, Jerman (1/9).
Gending Raspuzi memberikan demo silat kepada peserta workshop di Hannover, Jerman (1/9).

 

Gending telah memberikan workshop di Hannover (1/9), Rotterdam (8/9), dan Maastrich (9/9). Salah satu peserta workshop, René Petrasch, mengapresiasi kegiatan workshop yang diselenggarakan di Hannover melalui unggahan di akun Facebooknya.

“Had a great weekend at the Garis Paksi Seminar in Hannover Germany 2018 learned a lot having a lot of fun. Thank you all for participation :D (better photos will follow soon) hope I didn't forget someone.”

“Akhir pekan yang menyenangkan di workshop Garis Paksi. Belajar banyak dan sangat menyenangkan. Terima kasih atas partisipasi semuanya (foto yang lebih bagus akan menyusul) semoga saya tidak lupa seorang pun,” tulisnya saat dilihat pada Minggu (9/9).

Selanjutnya, Gending dijadwalkan mengisi empat sesi worshop di Dublin (Irlandia) pada 15-16 September dan Saint Brieuc (Perancis) pada 22-23 September.

Ulin Makao merupakan aliran silat tradisional yang mendapatkan pengaruh dari Cina Makau, karena itu disebut Ulin Makao. Sementara itu, Ulin Sera merupakan aliran silat tradisional yang sebelumnya sempat diyakini sudah punah di Indonesia. Salah satu praktisi sekaligus guru aliran silat Sera ini adalah pelawak senior Ki Daus.

 

Sumber: Lembaga Pewarisan Pencak Silat (Garis Paksi)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu