Mengunjungi Danau Terdalam di Asia Tenggara, yang Dihuni Ikan Purba

Mengunjungi Danau Terdalam di Asia Tenggara, yang Dihuni Ikan Purba

Ilustrasi © unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Siapa juga yang pernah datang ke sini pasti akan tertambat hatinya. Ingin datang sekali lagi. Begitu indah pesona Danau Matano. Air danau ini betul-betul bening. Saking jernihnya kita bisa melihat dasar danau hingga kedalaman 20 meter.Bagi yang hobi menyelam, bawah air Danau Matano menyajikan petualangan yang tak kalah menariknya. Terdapat sejumlah gua yang bisa kita telusuri. Asyiknya lagi, di dalam gua terdapat banyak benda peninggalan masa lampau seperti tombak, parang, mangkuk, dan piring berumur ratusan tahun.

Letak Danau Matano (Gambar: dody94.wordpress.com)
Letak Danau Matano (gambar: dody94.wordpress.com)

Danau Matano adalah sebuah danau tektonik dengan ukuran panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Ikan purba Butini (Glossogobius Matanensis) (foto: aqualifestyle-france.com)
Ikan purba Butini (Glossogobius Matanensis) (foto: aqualifestyle-france.com)

Danau Matano juga menjadi rumah bagi sejumlah fauna eksotis. Seperti ikan purba butini (Glossogobius matanensis), kepiting bungka (Paratelphusa), dan keong air tawar (Brotia).

Khusus ikan butini, ikan ini diberi julukan ikan purba karena warnanya yang kecoklat-coklatan dan bentuknya yang mirip dengan binatang purba.

Baca Juga: Penemuan Ikan Purba Coelacanth Ketiga di Manado

"Beberapa orang peneliti yang pernah datang ke kampung kami menyebut ikan buttini adalah ikan purba yang jenisnya hanya ada dan berkembang biak di Danau Matano," tutur Jihadin, tokoh pemuda asli Sorowako, seperti dikutip Tribunnews.com

Berkeliling danau menggunakan perahu raft bisa menjadi alternatif merasakan keindahan danau ini. Selama berkeliling mata kita akan dimanjakan oleh keindahan pemandangan Pegunungan Verbeek yang hijau serta aneka pohon dengan akar menjuntai ke dasar danau.

Burung endemik Matano yang terbang rendah di atas danau seperti cabai panggul kelabu yang berukuran sangat mini dan julang sulawesi juga akan menemani perjalanan kita.Denan airnya yang jernih pula, dari atas perahu akan terlihat batu karang berkelir krem dan putih. Sekelompok ikan kecil berwarna kuning khas Matano, opudi, berenang tampak indah. Menyala bak kumpulan kunang-kunang di malam hari.

Danau Matano | National Geographic Indonesia
Danau Matano | National Geographic Indonesia

Dalam bahasa Dongi (bahasa asli Sorowako), Danau Matano berarti ‘mata air’. Sebab, danau ini terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik (lipatan dan patahan kerak bumi) yang terjadi di sekitar daerah litosfir. Butuh sekitar 4 juta tahun agar patahan dan lipatan kerak bumi ini terisi air dan akhirnya menjadi sebuah danau.Tinggi permukaan air danau adalah 385 meter di atas permukaan laut. Danau ini menyandang predikat danau terdalam di indonesia. Worldatlas.com menempatkan Danau Matano sebagai danau terdalam ke-12 di dunia dengan kedalaman 1936 kaki atau 590 meter. 40 meter lebih dalam dibandingkan dengan Danau Toba.

Menurut beberapa penelitian, danau yang terjadi akibat bentukan alam yang ada di Sorowako ini, termasuk danau langka di dunia. Danau sejenis di dunia hanya Danau Laut Mati di Lembah Jordan, Mesir dan Death Balley, Amerika Serikat.Selain karena terbentuk dari peristiwa alam yang langka dan kedalamannya,

Danau Matano memiliki keunikan lainnya.

  1. Danau ini bersifat isothermal, artinya suhu air di permukaan dan suhu air di dasar danau itu berbeda kurang dari dua derajat Celcius.
  2. Di dekat Desa Matano yang terletak di sekitar danau ini, terdapat mata air yang mucul dari dasar danau.
  3. Di kedalaman 200-300 meter terdapat kolam ikan dengan indikasi aliran gravitasi di dasar danau.
  4. Di danau ini pun terdapat flora dan fauna yang endemik di Sorowako, artinya tidak dapat ditemukan di tempat lainnya.

Nah, karena berbagai keunikannya tadi sejumlah pakar ekologi telah merekomendasikan Danau Matano menjadi salah satu world heritage dan biodiversity hotspot yang harus dijaga kelestariannya.

Sumber: Intisari | Tribun News

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga72%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Karya Besar Penjaga Kedaulatan Negeri Sebelummnya

Karya Besar Penjaga Kedaulatan Negeri

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Akhyari Hananto

2 Komentar

  • Anditian Pranata

    Saya pernah ketemu ikan ini waktu dulu pembukaan teluk gelam di sumatera selatan, tidak tahu sekarang masih ada atau tidak, ikan bintian disebutnya di daerah situ, selain ikan itu ada spesies ikan lain seperti botia, layang-layang, ada juga dua macam channa, yaitu Maru dan Pleuro (sayangnya maru sudah dinyatakan punah sejak awal tahun 2000) karena penangkapan untuk makanan tradisional

  • Deny

    Saya pertama kali datang saat ada tugas ke sorowako tahun 2012. Emang jernih airnya, bahkan kelihatan jelas ikan-ikannya. Pesisir danau banyak pohon, menambah suasana asri dan dingin. Banyak tanaman kantung semar di sela semak-semak.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.