Daftar Juara All England dari Indonesia

Daftar Juara All England dari Indonesia

Rudy Hartono, pemegang rekor final beruntun terbanyak di All England tunggal putra © NEWSJIZZ

  • Menengok kembali daftar para pemenang lawas di All England dari Indonesia.
  • Ada Rudy Hartono yang memegang rekor final beruntun terbanyak.
  • Ada pula Owi/Butet yang mencetak hat-trick juara di ganda campuran.

Kesuksesan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menyabet gelar juara All England 2019 sektor ganda putra, memperpanjang catatan pemenang All England dari Indonesia. Terlebih, trofi juara ini membuat Indonesia jadi negara dengan koleksi gelar juara terbanyak di ganda putra All England sejak era terbuka.

Namun, tahukah kalian bahwa gemerlap gelar juara sudah didapat Indonesia jauh sebelum All England memasuki era terbuka di tahun 1980? Bahkan, di sektor lain seperti tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, Indonesia juga berulang kali berbangga berkat putra-putrinya yang menempati podium tertinggi.

Berikut ini adalah rangkumannya dari Good News From Indonesia (GNFI):

Tan Joe Hok, juara pertama All England dari Indonesia | Foto: tengok.id

Tunggal Putra

Di sektor ini, gelar juara pertama kali dirasakan atlet Indonesia kala Tan Joe Hok menjadi yang terbaik di tahun 1959. Menariknya, saat itu terjadi All Indonesian Final. Tan mengalahkan Ferry Sonneville dengan skor 15-8, 10-15, dan 15-3, karena belum masuk era terbuka.

Selebihnya di era ini, Rudy Hartono mendominasi dengan tampil di 9 final beruntun! Ia melakukannya dari tahun 1968-1976. Dari 9 final beruntun itu, hanya satu yang gagal berbuah titel juara, yakni saat takluk dari pebulu tangkis Denmark, Svend Pri, di tahun 1975.

Kemudian di era terbuka, Indonesia diwakili Swie King Liem (1981), Ardy Wiranata (1991), dan Heryanto Arbi (1993-1994) di podium juara. Secara keseluruhan, Indonesia mengumpulkan 15 trofi juara di tunggal putra, terdiri dari 11 di era amatir dan 4 di era terbuka.

Ade Chandra/Christian Hadinata | Foto: Indosport

Ganda Putra

Beralih ke sektor ganda putra, pasangan Indonesia yang pertama kali menjadi juara di sektor ini adalah Ade Chandra/Christian Hadinata di All England 1972. Kesuksesan ini kemudian berlanjut di All England 1973, yang mengawali dominasi Indonesia sampai akhir era amatir di tahun 1979.

Selain keduanya, ada Tjun Tjun/Johan Wahjudi yang menjuarai All England di tahun 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, dan 1980 saat sudah memasuki era terbuka. Dominasi Tjun Tjun/Johan Wahjudi berakhir di All England 1981. Mereka kalah di All Indonesian Final melawan Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono.

Saat berganti ke era terbuka, Indonesia sempat beberapa kali paceklik gelar. Rudy/Hariamanto baru juara lagi di tahun 1984, yang sekaligus menjadi trofi terakhir mereka di All England.

Generasi juara ganda putra kemudian beralih ke Rudy Gunawan/Edy Hartono (1992), Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (1994), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1995-1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (1999), Tony Gunawan/Halim Heryanto (2001), Sigit Budiarto/Candra Wijaya (2003), Marcus Gideon/Kevin Sanjaya alias The Minions (2017-2018), dan The Daddies Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di 2019 yang mengulang prestasi tahun 2014.

Susi Susanti | Foto: Republika

Tunggal Putri

Walau di sektor ini sangat jarang ada atlet Indonesia yang menjadi juara, tapi kita patut berbangga karena Susi Susanti pernah mendominasi All England dengan meraih empat gelar di tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994. Di All England 1991, tercipta All Indonesian Final antara Susi Susanti melawan Sarwendah Kusumawardhani.

Indonesia pertama kali menjejak partai puncak di tunggal putri pada tahun 1968 oleh Minarni yang takluk dari pemain Swedia, Eva Twedberg. Verawaty Fajrin kemudian jadi tunggal putri Indonesia kedua yang lolos ke final pada 1980, tapi ditundukkan pebulu tangkis Denmark, Lene Køppen. Susi Susanti pun juga pernah harus puas berdiri di podium kedua pada 1989 atau final pertamanya.

Verawaty Fajrin | Foto: Bola.com

Ganda Putri

Di sektor ini, sejarah tercipta di All England 1968. Indonesia yang pertama kali tampil di final ganda putri, diwakili Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah dan sukses menjadi juara usai mengalahkan pasangan Jepang, Noriko Takagi/Hiroe Amano dengan skor 15-5 dan 15-6.

Setelahnya, hanya ada Verawaty Fajrin/Imelda Wigoeno yang menjuarai All England di tahun 1979. Indonesia lebih sering menempati posisi runner-up di sektor ganda putri, yang tercatat atas nama Theresia Widiastuti/Imelda Wigoeno (1975), Verawaty/Ruth Damayanti (1982), dan Eliza Nathanael/Resiana Zelin (1995).

Owi/Butet | Foto: Badminton Indonesia

Ganda Campuran

Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir memang fenomenal dengan mencetak hat-trick juara di All England 2012, 2013, dan 2014, tapi jangan lupakan juga medali juara yang digenggam Christian Hadinata/Imelda Wigoeno (1979), serta Praveen Jordan/Debby Susanto yang secara mengejutkan juara All England di tahun 2016 walau bukan berstatus unggulan.

Baca juga: Owi-Butet, Perpaduan yang Meredam Ketegangan

Pilih BanggaBangga94%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Perkenalkan, Kreasitus. Perancang Situsweb Kreatif untuk UMKM Sebelummnya

Perkenalkan, Kreasitus. Perancang Situsweb Kreatif untuk UMKM

Menyelisik Manfaat Energi Terbarukan Selanjutnya

Menyelisik Manfaat Energi Terbarukan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.